Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Sayidina Ali bin Abi Tholib, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”
Sayidina Ali menjawab, “Aku akan bertanya 2 pertanyaan dan jawablah !”:
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”:
"Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Ali bin Abi Tholib;
“Tentu tidak” jawabnya.
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Ali bin Abi Tholib.
“Tidak juga” jawabnya.
Lalu Sayidina Ali berkata,:
“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”
"Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia..
Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan….
Tersenyumlah ! karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur….
Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur….”
Kemudian Sayidina Ali bin Abi tholib meneruskan ungkapannya,:
"Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan.
Keduanya adalah nikmat jika ia sadari.
Dibalik kemudahan ada rasa syukur.
Sementara Allah berfirman,:
“Allah akan Memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
(QS.Ali Imran: 144).
Dan dibalik kesulitan ada kesabaran. Allah berfirman,:
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(QS.Az-Zumar: 10).
Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Allah SWT. Lalu kenapa masih bersedih?
Jangan selalu mengeluh "Ohh masalahku begitu besar. Tapi katakan pada masalah itu, Sungguh aku punya Allah sebagai pelindungku, yang Maha Melihat , yang Maha Mendengar, Lagi Maha Mengetahui.
"JADI..JANGANLAH BERSEDIH DAN MENGELUH"😊
Selamat pagi saudaraku, selalu bersyukur dan bersyukurlah atas nikmat yang diberikan oleh Allah, dan selalulah berbuat baik dlm hidup ini serta saling tolong menolonglah bagi sesama juga saling ingat mengingatkanlah tentang kebaikan dan kesabaran, Insya Allah hidup kita akan tentram dunia dan akhirat.
Semoga bermanfaat.
Aamiin yaaa Robbal'alamiin.
Wednesday, October 18, 2017
Friday, October 06, 2017
Omset Miliaran dan Hafal Al-Qur'an
Saya selalu iri dengan mereka yang punya penghasilan Miliyaran per bulan dan dengannya mereka bisa sedekah jor-joran tanpa hitung-hitungan. MasyaAllah... Iri banget!
Dulu pas sharing di Medan, ada salah satu peserta training bapak-bapak yang perawakannya muda banget. Pas Saya ke belakang, dia ngajak ngobrol dan pengen ketemuan nanti malam di hotel tempat Saya menginap.
Malamnya, Saya turun dari kamar hotel ke lobi. Eh ternyata, bapak-bapak ini udah nongkrong dan nungguin. Kaosan, celana jeans.
Lalu dia ngajak Saya keluar,
"Kang, keluar yuk... Jangan disini ngobrolnya".
Saya pikir, kenapa enggak, yasudah... Yuk ah!
Di mobil, Saya ngobrol banyak, tapi masih tahap perkenalan dan basa basi. Biasalah, building rapport dulu, kan gak mungkin langsung ngomongin bisnis langsung blak-blakan.
Gak kerasa, nyampe deh tempat makan...
Nah, di tempat makan inilah obrolan serius muncul.
Ternyata, restoran tempat makan tersebut adalah miliknya. Wow! Luas banget..
Iseng Saya tanya,
"Udah berapa lama pak?"
Jawab:
"Oh, kalau yang ini baru-baru ini kok kang, belum nyampe setahun..."
Wah, Saya penasaran, kok jawabannya ada "yang ini" nya, berarti asumsinya ada bisnis yang lain dong. Hehe
Langsung Saya kepoin,
"Kalau yang lain pak?"
Jawab:
"Kalau rumah sakit, udah cukup lama. Robotik, lumayan juga. Madrasah, dari awal Saya bisnis. Hotel, juga udah lama sih... Ya gitu deh."
MasyaaAllah... Ini bukan orang sembarangan.
Sambil terkaget2, Saya bilang,
"Pak, banyak amat bisnisnya..."
Sembari bercanda, dia bilang,
"Ah, enggak ah kang, biasa aja. Hobi Saya sebenernya ngajar. Saya lulusan Al-Azhar Kairo..."
Yassalam...
Makin kepo nih Saya.
Langsung Saya bilang,
"Kalau lulusan Al-Azhar, hafidz Quran dong pak?"
Jawab:
"Ya Alhamdulillah... Bisnis cuma selingan aja.."
Dalam hati Saya bilang, "Wah ini orang assem tenan..."
(Tapi dalam konotasi baik ya.. ^_^)
Akhirnya kami ngobrol panjang lebar sampai tengah malam. Asyik banget lah pokoknya.
Saya banyak belajar dari bapak satu ini. Sederhana, pemikiran dan prestasinya luar biasa!
Salah satu pesan dia ke Saya ketika itu, begini kurang lebih,
"Kang, jangan pernah tinggalkan Al-Quran. Jaga Al-Quran. Sebisa mungkin setiap hari membaca dan mengkajinya..."
Allah ya rabb.. nyess di hati!
Saya gak puas. Minta wejangan lagi,
"Ada lagi gak stadz?"
(Saya tiba2 manggil dia ustadz)
Dia pun menjawab,
"Satu lagi, jangan pernah ragu untuk sedekah banyak. Saran Saya, nanti akang setiap hari Jum'at coba bagi-bagi nasi untuk orang-orang gak mampu di kota akang. Kenapa harus nasi? Saya ngajar tafsir. Kalau Saya jelasin alasannya, ini jelasinnya bisa sampai pagi kang. Pokoknya ikutin aja lah... hehe"
Saya nurut. Sami'na wa atho'na ke Guru, selama ajarannya bener.
Sepulang ke Bandung, wejangan dia Saya praktekkan hingga beberapa bulan kedepan.
Hasilnya emang ajaib!
Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata...
Salutnya Saya, selain bisnisnya banyak dan besar-besar, omsetnya pun miliaran, tapi nggak pernah berhenti berbagi. Harta maupun ilmu.
Nah, Saya iri sama orang macam begini. Kepengen deh kaya dia. Allah..
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak diperbolehkan iri dan dengki, kecuali pada dua perkara. Pertama, seseorang yang diberi Allah harta kekayaan lalu ia menghabiskan harta kekayaan itu pada jalan yang benar. Kedua, seseorang yang diberi ilmu lalu ia mengamalkanya dan mengajarkannya pada orang lain" (HR. Muslim)
Jadi, iri sama orang macam begitu, gak apa-apa ternyata dalam Islam...
Semoga sharing singkat Saya hari ini, bermanfaat untuk Anda. Aamiin...
Dewa
Dulu pas sharing di Medan, ada salah satu peserta training bapak-bapak yang perawakannya muda banget. Pas Saya ke belakang, dia ngajak ngobrol dan pengen ketemuan nanti malam di hotel tempat Saya menginap.
Malamnya, Saya turun dari kamar hotel ke lobi. Eh ternyata, bapak-bapak ini udah nongkrong dan nungguin. Kaosan, celana jeans.
Lalu dia ngajak Saya keluar,
"Kang, keluar yuk... Jangan disini ngobrolnya".
Saya pikir, kenapa enggak, yasudah... Yuk ah!
Di mobil, Saya ngobrol banyak, tapi masih tahap perkenalan dan basa basi. Biasalah, building rapport dulu, kan gak mungkin langsung ngomongin bisnis langsung blak-blakan.
Gak kerasa, nyampe deh tempat makan...
Nah, di tempat makan inilah obrolan serius muncul.
Ternyata, restoran tempat makan tersebut adalah miliknya. Wow! Luas banget..
Iseng Saya tanya,
"Udah berapa lama pak?"
Jawab:
"Oh, kalau yang ini baru-baru ini kok kang, belum nyampe setahun..."
Wah, Saya penasaran, kok jawabannya ada "yang ini" nya, berarti asumsinya ada bisnis yang lain dong. Hehe
Langsung Saya kepoin,
"Kalau yang lain pak?"
Jawab:
"Kalau rumah sakit, udah cukup lama. Robotik, lumayan juga. Madrasah, dari awal Saya bisnis. Hotel, juga udah lama sih... Ya gitu deh."
MasyaaAllah... Ini bukan orang sembarangan.
Sambil terkaget2, Saya bilang,
"Pak, banyak amat bisnisnya..."
Sembari bercanda, dia bilang,
"Ah, enggak ah kang, biasa aja. Hobi Saya sebenernya ngajar. Saya lulusan Al-Azhar Kairo..."
Yassalam...
Makin kepo nih Saya.
Langsung Saya bilang,
"Kalau lulusan Al-Azhar, hafidz Quran dong pak?"
Jawab:
"Ya Alhamdulillah... Bisnis cuma selingan aja.."
Dalam hati Saya bilang, "Wah ini orang assem tenan..."
(Tapi dalam konotasi baik ya.. ^_^)
Akhirnya kami ngobrol panjang lebar sampai tengah malam. Asyik banget lah pokoknya.
Saya banyak belajar dari bapak satu ini. Sederhana, pemikiran dan prestasinya luar biasa!
Salah satu pesan dia ke Saya ketika itu, begini kurang lebih,
"Kang, jangan pernah tinggalkan Al-Quran. Jaga Al-Quran. Sebisa mungkin setiap hari membaca dan mengkajinya..."
Allah ya rabb.. nyess di hati!
Saya gak puas. Minta wejangan lagi,
"Ada lagi gak stadz?"
(Saya tiba2 manggil dia ustadz)
Dia pun menjawab,
"Satu lagi, jangan pernah ragu untuk sedekah banyak. Saran Saya, nanti akang setiap hari Jum'at coba bagi-bagi nasi untuk orang-orang gak mampu di kota akang. Kenapa harus nasi? Saya ngajar tafsir. Kalau Saya jelasin alasannya, ini jelasinnya bisa sampai pagi kang. Pokoknya ikutin aja lah... hehe"
Saya nurut. Sami'na wa atho'na ke Guru, selama ajarannya bener.
Sepulang ke Bandung, wejangan dia Saya praktekkan hingga beberapa bulan kedepan.
Hasilnya emang ajaib!
Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata...
Salutnya Saya, selain bisnisnya banyak dan besar-besar, omsetnya pun miliaran, tapi nggak pernah berhenti berbagi. Harta maupun ilmu.
Nah, Saya iri sama orang macam begini. Kepengen deh kaya dia. Allah..
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak diperbolehkan iri dan dengki, kecuali pada dua perkara. Pertama, seseorang yang diberi Allah harta kekayaan lalu ia menghabiskan harta kekayaan itu pada jalan yang benar. Kedua, seseorang yang diberi ilmu lalu ia mengamalkanya dan mengajarkannya pada orang lain" (HR. Muslim)
Jadi, iri sama orang macam begitu, gak apa-apa ternyata dalam Islam...
Semoga sharing singkat Saya hari ini, bermanfaat untuk Anda. Aamiin...
Dewa
Thursday, September 28, 2017
Tidak ada yang abadi !
watch out for the impact from
creative destruction , innovative disruption………
di dunia ini sungguh tidak pernah ada keabadian. Perubahan bisnis berlangsung dengan sangat cepat dan dramatis, sehingga satu-satunya yang abadi adalah perubahan itu sendiri (the only permanent is change itself).
Apple, Samsung dan LG yang kini menjadi raja dalam panggung elektronika global, suatu saat niscaya juga akan terpelanting. Lalu apa saja elemen yang membuat sebuah perusahaan – sedahsyat Apple sekalipun — ada kemungkinan bisa roboh ? mari melahap , mencerna dan mempelajari , mengantisipasi analisa berikut ini :
Limbungnya perusahaan seperti Sony dan Sharp sebenarnya hanya merupakan siklus sejarah yang kembali berulang.
Dulu kita pernah kenal merk televisi & audio seperti Grundig, Blaupunkt, dan JVC. Mereka semua dilibas oleh Panasonic dan Sony pada era tahun 80-an. Nah sekarang giliran Sony dan Panasonic yang ditendang oleh duet Samsung dan LG. Suatu hari nanti, duet Korea ini mungkin juga akan terkoyak oleh some companies from somewhere (mungkin dari China dan Indonesia. Who knows?).
Lalu apa yang sebenarnya membuat sebuah perusahaan bisa jaya, lalu semaput dan kemudian mati? Dari beragam studi terhadap bangkit dan robohnya sebuah perusahaan skala dunia, kita mencatat ada tiga elemen yang layak diperhatikan .
1 : Visionary CEO.
Kebangkitan sebuah perusahaan skala dunia hampir selalu dipicu oleh founder and CEO yang visioner. Apple pernah punya Steve Jobs. Microsoft pernah punya Bill Gates. Sony dulu punya sang legenda Akio Morita. Dan Panasonic memiliki pendiri hebat bernama Konosuke Matsushita.
Sebaliknya, jatuh - bangunnya sebuah perusahaan juga lazim dimulai dengan sosok CEO yang abal-abal, alias tidak perform.
Sony limbung lantaran gagal menemukan sosok pengganti yang sehebat Akio Morita ( walaupun Sony dipimpin oleh ekspat dari USA) , performance tetap tidak sesuai harapan. )
Kasus Microsoft sama , sudah lebih dari sepuluh tahun harga saham Micorosft stagnan lantaran CEO mereka sekarang, Steve Ballmer, tidaklah sereputasi Bill Gates. Sebaliknya, Samsung terus melejit karena mereka punya CEO bernama Lee Kun Hee – sosok visioner yang dianggap sebagai The Steve Jobs of Korea.
Itulah kenapa, memprediksi kejayaan sebuah perusahaan dunia sebenarnya simpel : lihatlah level kecakapan dan track record CEO mereka.
2 : Arrogance Syndrome.
Ini penyakit psikologis yang ternyata banyak di-idap oleh perusahaan-perusahaan besar. Bertahun-tahun menjadi market leader, membuat mereka pelan-pelan terjangkiti sindrom arogansi, dan menikmati zona nyaman hingga tidak eling , waspada (rabun) dengan dinamika perubahan.
Pada sisi lain, posisi sebagai underdog biasanya justru akan memicu fighting spirit yang dahsyat. Samsung dan LG dulu dianggap sebagai underdog sehingga amat bersemangat menjatuhkan Sony dkk.
Dan tekad itu menjadi “lebih mudah” lantaran pada saat yang bersamaan perusahaan-perusahaan elektronika raksasa Jepang tergelincir dalam “sindrom arogansi” yang membuat mereka terlena dalam kebesaran.
Pelajaran pahit itu yang kini coba diserap oleh Toyota. Petinggi mereka bilang : “Perusahaan mobil yang paling kami takuti bukan BMW atau Merceds Benz. Tapi Hyundai. Kami tidak ingin tragedi Sony menimpa pada diri kami”.
Maka benarlah senandung dari Andy Groove, pendiri Intel yang pernah bilang : Only paranoid will survive. Lengah sedikit, mati.
3 : Creative Destruction.
Ini sebuah konsep radikal yang berbunyi seperti ini : bunuhlah produk Anda sendiri, sebelum kompetitor menyeretnya ke lubang kuburan. Kodak terlambat membunuh produk kamera mereka, dan akhirnya mati. Produsen disket gagal membunuh produk mereka, dan kini lenyap. Nokia telat membunuh symbian, dan kini mereka harus menerima kekalahan walaupun sempat berjaya belesan tahun.
Pesannya lugas : Anda tidak boleh terlalu jatuh cinta dengan produk Anda sendiri. Suatu saat Anda harus tega menguburnya, dan lalu segera pindah membangun produk baru yang mungkin sama sekali berbeda. Tidak mudah. Apalagi jika produk lama itu masih laris.
Itu yang namanya “innovator dilemma” : perusahaan gamang melakukan inovasi sebab takut ini akan membunuh produknya sendiri. Tapi ini yang harus dilakukan, sebelum kompetitor melakukannya dengan brutal dan tanpa ampun. Anda harus berani melakukan “Creative Destruction” dan mengimplementasikan strategi Innovative Dirusption untuk memberikan yang lebih baik , cepat , ekonomis dan berkualitas ke konsumen kita.
Itulah tiga variable kunci yang layak dicatat untuk membuat sebuah perusahaan berkelit dari kematian yang prematur. Setidaknya, dengan pemahaman ini, sebuah perusahaan bisa tetap hidup hingga 100 atau 200 tahun lagi.
Meski kita semua tetap sadar : dalam dunia bisnis dengan persaingan yang sangat ketat , tidak pernah ada keabadian.
mari think no box , execute outside the box !
creative destruction , innovative disruption………
di dunia ini sungguh tidak pernah ada keabadian. Perubahan bisnis berlangsung dengan sangat cepat dan dramatis, sehingga satu-satunya yang abadi adalah perubahan itu sendiri (the only permanent is change itself).
Apple, Samsung dan LG yang kini menjadi raja dalam panggung elektronika global, suatu saat niscaya juga akan terpelanting. Lalu apa saja elemen yang membuat sebuah perusahaan – sedahsyat Apple sekalipun — ada kemungkinan bisa roboh ? mari melahap , mencerna dan mempelajari , mengantisipasi analisa berikut ini :
Limbungnya perusahaan seperti Sony dan Sharp sebenarnya hanya merupakan siklus sejarah yang kembali berulang.
Dulu kita pernah kenal merk televisi & audio seperti Grundig, Blaupunkt, dan JVC. Mereka semua dilibas oleh Panasonic dan Sony pada era tahun 80-an. Nah sekarang giliran Sony dan Panasonic yang ditendang oleh duet Samsung dan LG. Suatu hari nanti, duet Korea ini mungkin juga akan terkoyak oleh some companies from somewhere (mungkin dari China dan Indonesia. Who knows?).
Lalu apa yang sebenarnya membuat sebuah perusahaan bisa jaya, lalu semaput dan kemudian mati? Dari beragam studi terhadap bangkit dan robohnya sebuah perusahaan skala dunia, kita mencatat ada tiga elemen yang layak diperhatikan .
1 : Visionary CEO.
Kebangkitan sebuah perusahaan skala dunia hampir selalu dipicu oleh founder and CEO yang visioner. Apple pernah punya Steve Jobs. Microsoft pernah punya Bill Gates. Sony dulu punya sang legenda Akio Morita. Dan Panasonic memiliki pendiri hebat bernama Konosuke Matsushita.
Sebaliknya, jatuh - bangunnya sebuah perusahaan juga lazim dimulai dengan sosok CEO yang abal-abal, alias tidak perform.
Sony limbung lantaran gagal menemukan sosok pengganti yang sehebat Akio Morita ( walaupun Sony dipimpin oleh ekspat dari USA) , performance tetap tidak sesuai harapan. )
Kasus Microsoft sama , sudah lebih dari sepuluh tahun harga saham Micorosft stagnan lantaran CEO mereka sekarang, Steve Ballmer, tidaklah sereputasi Bill Gates. Sebaliknya, Samsung terus melejit karena mereka punya CEO bernama Lee Kun Hee – sosok visioner yang dianggap sebagai The Steve Jobs of Korea.
Itulah kenapa, memprediksi kejayaan sebuah perusahaan dunia sebenarnya simpel : lihatlah level kecakapan dan track record CEO mereka.
2 : Arrogance Syndrome.
Ini penyakit psikologis yang ternyata banyak di-idap oleh perusahaan-perusahaan besar. Bertahun-tahun menjadi market leader, membuat mereka pelan-pelan terjangkiti sindrom arogansi, dan menikmati zona nyaman hingga tidak eling , waspada (rabun) dengan dinamika perubahan.
Pada sisi lain, posisi sebagai underdog biasanya justru akan memicu fighting spirit yang dahsyat. Samsung dan LG dulu dianggap sebagai underdog sehingga amat bersemangat menjatuhkan Sony dkk.
Dan tekad itu menjadi “lebih mudah” lantaran pada saat yang bersamaan perusahaan-perusahaan elektronika raksasa Jepang tergelincir dalam “sindrom arogansi” yang membuat mereka terlena dalam kebesaran.
Pelajaran pahit itu yang kini coba diserap oleh Toyota. Petinggi mereka bilang : “Perusahaan mobil yang paling kami takuti bukan BMW atau Merceds Benz. Tapi Hyundai. Kami tidak ingin tragedi Sony menimpa pada diri kami”.
Maka benarlah senandung dari Andy Groove, pendiri Intel yang pernah bilang : Only paranoid will survive. Lengah sedikit, mati.
3 : Creative Destruction.
Ini sebuah konsep radikal yang berbunyi seperti ini : bunuhlah produk Anda sendiri, sebelum kompetitor menyeretnya ke lubang kuburan. Kodak terlambat membunuh produk kamera mereka, dan akhirnya mati. Produsen disket gagal membunuh produk mereka, dan kini lenyap. Nokia telat membunuh symbian, dan kini mereka harus menerima kekalahan walaupun sempat berjaya belesan tahun.
Pesannya lugas : Anda tidak boleh terlalu jatuh cinta dengan produk Anda sendiri. Suatu saat Anda harus tega menguburnya, dan lalu segera pindah membangun produk baru yang mungkin sama sekali berbeda. Tidak mudah. Apalagi jika produk lama itu masih laris.
Itu yang namanya “innovator dilemma” : perusahaan gamang melakukan inovasi sebab takut ini akan membunuh produknya sendiri. Tapi ini yang harus dilakukan, sebelum kompetitor melakukannya dengan brutal dan tanpa ampun. Anda harus berani melakukan “Creative Destruction” dan mengimplementasikan strategi Innovative Dirusption untuk memberikan yang lebih baik , cepat , ekonomis dan berkualitas ke konsumen kita.
Itulah tiga variable kunci yang layak dicatat untuk membuat sebuah perusahaan berkelit dari kematian yang prematur. Setidaknya, dengan pemahaman ini, sebuah perusahaan bisa tetap hidup hingga 100 atau 200 tahun lagi.
Meski kita semua tetap sadar : dalam dunia bisnis dengan persaingan yang sangat ketat , tidak pernah ada keabadian.
mari think no box , execute outside the box !
CARE FOR OTHERS
Kisah nyata: "CARE FOR OTHERS"
(merubah pandangan hidup diri sendiri)_
Pada 27 Oktober 1945, seorang bayi lelaki lahir pd sebuah desa petani di negara bagian Pernambuco, Brasil. Karena kondisi keluarga nya yg sangat miskin, anak ini sejak usia 4 tahun sdh terpaksa turun ke jalan utk berjualan kacang, namun tetap tidak cukup sandang dan pangan.
Setelah masuk SD, di luar jam belajarnya dia mencari makan dgn menjadi tukang semir sepatu bersama dua orang temannya, jika tidak mendapatkan pelanggan, maka dia hrs menahan lapar.
Pada saat usianya mencapai 12 tahun, di suatu petang datang seorang pemilik toko ingin menyemirkan sepatunya, tiga orang anak itu langsung mengerubunginya. Melihat pandangan penuh minta dr tiga anak ini, dia merasa serba salah. Akhirnya, dia mengeluar kan dua buah uang koin dr sakunya dan berkata : Siapa yg paling butuh uang di antara kalian akan saya berikan kesempatan utk menyemir sepatuku, saya akan membayarnya dua dolar.
Pada masa itu ongkos semir sepatu hanya 20 sen, jadi uang sepuluh kali lipat ini bagaikan kue yg jatuh dr langit. Ketiga pasang mata mrk segera memancarkan cahaya aneh.
“Dari pagi sampai sekarang saya belum makan, jika tidak ada uang utk membeli makanan, mungkin saya akan mati kelaparan”, kata seorang temannya."
“Bahan makanan di rumahku sdh habis tiga hari, ibuku juga sdg sakit, saya hrs membawa pulang bahan makanan, kalau tidak maka malam nanti saya akan dipukuli ...”, kata temannya yg lain.
Anak ini melihat pd uang dua dolar di tangan pemilik toko, sejenak kemudian dia berkata: “Jika kesempatan mendapatkan dua dolar ini diberikan kepadaku, saya akan memberikan kpd dua orang temanku ini masing2 satu dolar.”
Jawaban anak ini membuat pemilik toko dan dua orang temannya merasa heran.
Anak ini menjelaskan: “Kedua orang ini adalah teman baikku, mereka sdh lapar seharian, sedangkan saya tadi siang ada makan sedikit kacang, jadi saya ada tenaga utk semir sepatu. Biarlah saya yg semir, anda pasti merasa puas.”
Pemilik toko ini merasa sangat terharu, setelah anak ini siap menyemir sepatunya, dia benar2 memberikan dua dolar kepadanya. Anak ini juga tidak menjilat kembali ludahnya, dia langsung membagikan uang kpd kedua temannya.
Beberapa hari kemudian, pemilik toko menemui anak itu dan memintanya agar bekerja di tokonya setelah pulang sekolah, sekaligus mendapatkan makan malam. Walau pun sbg pekerja magang upahnya sangat rendah, namun lbh baik daripada pendapatan dari semir sepatu.
Anak ini tahu kalau nasibnya berubah krn perbuatannya yg mau menolong org yg lbh membutuhkan. Sejak itu, asalkan mampu, dia akan berusaha membantu orang yg lebih susah daripadanya.
Akhirnya dia berhenti dari sekolah dan bekerja sbg buruh pabrik, demi memperjuangkan hak2 kaum buruh, dia bergabung dgn serikat buruh pd usia 21 tahun, dia juga mendirikan Partai Buruh pd usia 45 tahun.
Pada tahun 2002, dia mengikuti pemilihan presiden Brasil dgn slogan kampanye “Hapuskan Kelaparan” dan berhasil menang.
Pada tahun 2006, dia terpilih kembali utk masa jabatan 4 tahun kedua.
Selama 8 tahun pemerintahannya, dia merealisasikan janji kampanyenya utk menjadikan Brasil sbg kekuatan ekonomi dunia, dia berhasil membuat 93% anak2 dan 83% orang dewasa di Brasil cukup makan tiga kali sehari. Negara Brasil yg dipimpinnya berubah dari “Dinosaurus Pemakan Rumput” menjadi “Singa Jantan Benua Amerika”, sekali lompat Brasil berhasil masuk ke dalam deretan sepuluh besar kekuatan ekonomi dunia.
Tidak salah lagi kalau dia adalah mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva yang masa jabatannya habis pada akhir tahun 2010.
"Jika kita semakin menaruh perhatian pd orang, maka kita akan semakin tdk mengkhawatirkan diri sendiri. Jika kita semakin tidak mengkhawatirkan diri sendiri, maka perasaan menderita kita akan semakin ringan." Care For Others!
(merubah pandangan hidup diri sendiri)_
Pada 27 Oktober 1945, seorang bayi lelaki lahir pd sebuah desa petani di negara bagian Pernambuco, Brasil. Karena kondisi keluarga nya yg sangat miskin, anak ini sejak usia 4 tahun sdh terpaksa turun ke jalan utk berjualan kacang, namun tetap tidak cukup sandang dan pangan.
Setelah masuk SD, di luar jam belajarnya dia mencari makan dgn menjadi tukang semir sepatu bersama dua orang temannya, jika tidak mendapatkan pelanggan, maka dia hrs menahan lapar.
Pada saat usianya mencapai 12 tahun, di suatu petang datang seorang pemilik toko ingin menyemirkan sepatunya, tiga orang anak itu langsung mengerubunginya. Melihat pandangan penuh minta dr tiga anak ini, dia merasa serba salah. Akhirnya, dia mengeluar kan dua buah uang koin dr sakunya dan berkata : Siapa yg paling butuh uang di antara kalian akan saya berikan kesempatan utk menyemir sepatuku, saya akan membayarnya dua dolar.
Pada masa itu ongkos semir sepatu hanya 20 sen, jadi uang sepuluh kali lipat ini bagaikan kue yg jatuh dr langit. Ketiga pasang mata mrk segera memancarkan cahaya aneh.
“Dari pagi sampai sekarang saya belum makan, jika tidak ada uang utk membeli makanan, mungkin saya akan mati kelaparan”, kata seorang temannya."
“Bahan makanan di rumahku sdh habis tiga hari, ibuku juga sdg sakit, saya hrs membawa pulang bahan makanan, kalau tidak maka malam nanti saya akan dipukuli ...”, kata temannya yg lain.
Anak ini melihat pd uang dua dolar di tangan pemilik toko, sejenak kemudian dia berkata: “Jika kesempatan mendapatkan dua dolar ini diberikan kepadaku, saya akan memberikan kpd dua orang temanku ini masing2 satu dolar.”
Jawaban anak ini membuat pemilik toko dan dua orang temannya merasa heran.
Anak ini menjelaskan: “Kedua orang ini adalah teman baikku, mereka sdh lapar seharian, sedangkan saya tadi siang ada makan sedikit kacang, jadi saya ada tenaga utk semir sepatu. Biarlah saya yg semir, anda pasti merasa puas.”
Pemilik toko ini merasa sangat terharu, setelah anak ini siap menyemir sepatunya, dia benar2 memberikan dua dolar kepadanya. Anak ini juga tidak menjilat kembali ludahnya, dia langsung membagikan uang kpd kedua temannya.
Beberapa hari kemudian, pemilik toko menemui anak itu dan memintanya agar bekerja di tokonya setelah pulang sekolah, sekaligus mendapatkan makan malam. Walau pun sbg pekerja magang upahnya sangat rendah, namun lbh baik daripada pendapatan dari semir sepatu.
Anak ini tahu kalau nasibnya berubah krn perbuatannya yg mau menolong org yg lbh membutuhkan. Sejak itu, asalkan mampu, dia akan berusaha membantu orang yg lebih susah daripadanya.
Akhirnya dia berhenti dari sekolah dan bekerja sbg buruh pabrik, demi memperjuangkan hak2 kaum buruh, dia bergabung dgn serikat buruh pd usia 21 tahun, dia juga mendirikan Partai Buruh pd usia 45 tahun.
Pada tahun 2002, dia mengikuti pemilihan presiden Brasil dgn slogan kampanye “Hapuskan Kelaparan” dan berhasil menang.
Pada tahun 2006, dia terpilih kembali utk masa jabatan 4 tahun kedua.
Selama 8 tahun pemerintahannya, dia merealisasikan janji kampanyenya utk menjadikan Brasil sbg kekuatan ekonomi dunia, dia berhasil membuat 93% anak2 dan 83% orang dewasa di Brasil cukup makan tiga kali sehari. Negara Brasil yg dipimpinnya berubah dari “Dinosaurus Pemakan Rumput” menjadi “Singa Jantan Benua Amerika”, sekali lompat Brasil berhasil masuk ke dalam deretan sepuluh besar kekuatan ekonomi dunia.
Tidak salah lagi kalau dia adalah mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva yang masa jabatannya habis pada akhir tahun 2010.
"Jika kita semakin menaruh perhatian pd orang, maka kita akan semakin tdk mengkhawatirkan diri sendiri. Jika kita semakin tidak mengkhawatirkan diri sendiri, maka perasaan menderita kita akan semakin ringan." Care For Others!
Wednesday, August 30, 2017
ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka
ASI pun kaya manfaat yang sulit ditandingi oleh susu formula. Contohnya, ASI bisa mengurangi tingkah brutal pada anak. Sebab dalam ASI terdapat sejenis mineral (mangan) yang mempengaruhi agresivitas makhluk hidup.
Ada pula kolostrum yang merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan dalam ASI. Biasanya kolostrum akan diproduksi secara alami di dalam tubuh pada hari ke 1 hingga hari ke 3. Kolostrum sendiri sarat protein yang berfungsi untuk membentuk antibodi guna melawan penyakit.
Inilah manfaat-manfaat ASI. Meningkatkan kekebalan anak, kecerdasan anak, hubungan emosi ibu-anak, dan masih banyak lagi.
Lantas, apa pendapat ulama? Sebagian besar ulama mengharamkan ibu-ibu yang SENGAJA tidak menyusui anak-anaknya. Jelas, ASI itu rezeki dan haknya bayi (selama 2 tahun). Sengaja tidak menyusui adalah tindakan yang zalim. Teramat zalim.
Apa dasarnya?
"Aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” HR Ibnu Hibban, shahih 7491.
Kalaupun tidak mungkin menyusui karena sakit dll, carilah ibu pesusuan. Kalaupun ibu pesusuan tidak ada, carilah donor ASI. Tetap ASI juga. Bukan susu formula (sufor).
Saking pentingnya ASI, Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali. Beranikah kita membantahnya?
"Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS 2: 233).
"... Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun," (QS 31: 14).
“Jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang layak…” (QS 2: 233).
“Jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya…” (QS 65: 6).
Coba pikirkan, bila ASI tidak penting, buat apa Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali? Ada hadis-hadisnya pula. Masih berani membantah?
Kalau ASI tidak keluar, yah diterapi. Rumusnya 3T, yaitu Tenang, Tekun, Terapi. Kemungkinan besar, ASI pasti keluar (kembali). Kalaupun tak keluar, cari donor ASI. Sekali lagi, bukan sufor. Al-Quran sangat menganjurkan si anak beroleh haknya berupa ASI selama 2 tahun.
Mencari ibu pesusuan atau donor ASI semudah googling. Kami (saya dan istri) pernah melakukannya. 2X dan gratis. Berhentilah mendongeng bahwa donor ASI itu sulit dicari. Anda sudah nyoba? Seserius apa nyoba-nya?
ASI ribuan kali lebih baik daripada susu formula (sufor). Bahkan tak tertandingi. Jangan zalim terhadap bayi. Bukankah Anda ingin memberikan yang terbaik buat anak, terutama bayi?
"Adanya donor ASI membuat masyarakat semakin sadar bahwa jika terjadi hambatan dalam memproduksi ASI jangan beralih ke susu formula. Bisa meminta tolong donor ASI," ini penjelasan dari Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
"Carilah donor ASI dari yang orang-orang terdekat yang sudah diketahui bagaimana riwayat kesehatannya. Mulai dari lingkaran pertama keluarga dahulu seperti kakak, adek. Jika tidak ada, baru cari yang agak luas."
Perlu juga dicatat nama ibu yang mendonor ASI itu. Karena sudah menjadi keluarga. Istilahnya, ibu pesusuan. Demikian pula anak-anak dari ibu yang mendonor ASI tersebut.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengatakan ASI menjadi asupan gizi terbaik untuk bayi yang hingga kini, belum ada tandingannya.
Ujar guru saya, "Kambing aja nggak mau nyusu sama sapi." Hehehe.
Pada akhirnya, ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka. (Ippho Santosa)
Ada pula kolostrum yang merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan dalam ASI. Biasanya kolostrum akan diproduksi secara alami di dalam tubuh pada hari ke 1 hingga hari ke 3. Kolostrum sendiri sarat protein yang berfungsi untuk membentuk antibodi guna melawan penyakit.
Inilah manfaat-manfaat ASI. Meningkatkan kekebalan anak, kecerdasan anak, hubungan emosi ibu-anak, dan masih banyak lagi.
Lantas, apa pendapat ulama? Sebagian besar ulama mengharamkan ibu-ibu yang SENGAJA tidak menyusui anak-anaknya. Jelas, ASI itu rezeki dan haknya bayi (selama 2 tahun). Sengaja tidak menyusui adalah tindakan yang zalim. Teramat zalim.
Apa dasarnya?
"Aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” HR Ibnu Hibban, shahih 7491.
Kalaupun tidak mungkin menyusui karena sakit dll, carilah ibu pesusuan. Kalaupun ibu pesusuan tidak ada, carilah donor ASI. Tetap ASI juga. Bukan susu formula (sufor).
Saking pentingnya ASI, Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali. Beranikah kita membantahnya?
"Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS 2: 233).
"... Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun," (QS 31: 14).
“Jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang layak…” (QS 2: 233).
“Jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya…” (QS 65: 6).
Coba pikirkan, bila ASI tidak penting, buat apa Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali? Ada hadis-hadisnya pula. Masih berani membantah?
Kalau ASI tidak keluar, yah diterapi. Rumusnya 3T, yaitu Tenang, Tekun, Terapi. Kemungkinan besar, ASI pasti keluar (kembali). Kalaupun tak keluar, cari donor ASI. Sekali lagi, bukan sufor. Al-Quran sangat menganjurkan si anak beroleh haknya berupa ASI selama 2 tahun.
Mencari ibu pesusuan atau donor ASI semudah googling. Kami (saya dan istri) pernah melakukannya. 2X dan gratis. Berhentilah mendongeng bahwa donor ASI itu sulit dicari. Anda sudah nyoba? Seserius apa nyoba-nya?
ASI ribuan kali lebih baik daripada susu formula (sufor). Bahkan tak tertandingi. Jangan zalim terhadap bayi. Bukankah Anda ingin memberikan yang terbaik buat anak, terutama bayi?
"Adanya donor ASI membuat masyarakat semakin sadar bahwa jika terjadi hambatan dalam memproduksi ASI jangan beralih ke susu formula. Bisa meminta tolong donor ASI," ini penjelasan dari Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
"Carilah donor ASI dari yang orang-orang terdekat yang sudah diketahui bagaimana riwayat kesehatannya. Mulai dari lingkaran pertama keluarga dahulu seperti kakak, adek. Jika tidak ada, baru cari yang agak luas."
Perlu juga dicatat nama ibu yang mendonor ASI itu. Karena sudah menjadi keluarga. Istilahnya, ibu pesusuan. Demikian pula anak-anak dari ibu yang mendonor ASI tersebut.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengatakan ASI menjadi asupan gizi terbaik untuk bayi yang hingga kini, belum ada tandingannya.
Ujar guru saya, "Kambing aja nggak mau nyusu sama sapi." Hehehe.
Pada akhirnya, ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka. (Ippho Santosa)
Friday, August 25, 2017
Semua PETINJU profesional memiliki PELATIH
Semua PETINJU profesional memiliki PELATIH.
Bahkan, petinju LEGENDARIS sehebat MOH ALI sekalipun memiliki PELATIH.
Yaitu ANGELO DUNDEE yg membantu ALI menjadi JUARA dunia 3 kali.
Padahal jika mereka BERDUA disuruh BERTANDING sangat JELAS Angelo Dundee tidak akan pernah MENANG.
Mungkin kita ber-tanya², mengapa MOH ALI butuh PELATIH kalau JELAS dia pasti MENANG melawan pelatihnya ?
KETAHUILAH...
Bahwa MOH ALI butuh PELATIH bukan karena pelatihnya lebih HEBAT tapi karena ia membutuhkan seorang untuk MELIHAT hal² yang "TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"
Hal yang TIDAK dapat kita LIHAT dgn MATA sendiri itu yang disebut : "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" dgn bantuan orang LAIN.
Dalam HIDUP kita BUTUH seseorang untuk MENGAWAL kehidupan kita, SEKALIGUS untuk MENGINGATKAN kita seandainya PRIORITAS hidup kita mulai BERGESER.
Kita butuh orang lain YANG :
×. MENASIHAT
×. MENGINGATKAN
×. MENEGUR
Jika kita MULAI melakukan SESUATU hal yang KELIRU yang MUNGKIN tidak kita SADARI.
Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk :
×. Menerima KRITIKAN
×. Menerima NASEHAT
×. Menerima TEGURAN
Itulah yang justru menyelamatkan kita.
Kita bukan manusia SEMPURNA.
Jadi, biarkan orang lain menJadi "MATA" kita di area 'BLIND SPOT' kita, sehingga kita bisa MELIHAT apa yang tidak BISA kita LIHAT dengan 'PANDANGAN' kita SENDIRI.
Mari kita saling nasehat- menasehati dalam *KEBAIKAN & KESABARAN.... 👍👍👍
Bahkan, petinju LEGENDARIS sehebat MOH ALI sekalipun memiliki PELATIH.
Yaitu ANGELO DUNDEE yg membantu ALI menjadi JUARA dunia 3 kali.
Padahal jika mereka BERDUA disuruh BERTANDING sangat JELAS Angelo Dundee tidak akan pernah MENANG.
Mungkin kita ber-tanya², mengapa MOH ALI butuh PELATIH kalau JELAS dia pasti MENANG melawan pelatihnya ?
KETAHUILAH...
Bahwa MOH ALI butuh PELATIH bukan karena pelatihnya lebih HEBAT tapi karena ia membutuhkan seorang untuk MELIHAT hal² yang "TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"
Hal yang TIDAK dapat kita LIHAT dgn MATA sendiri itu yang disebut : "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" dgn bantuan orang LAIN.
Dalam HIDUP kita BUTUH seseorang untuk MENGAWAL kehidupan kita, SEKALIGUS untuk MENGINGATKAN kita seandainya PRIORITAS hidup kita mulai BERGESER.
Kita butuh orang lain YANG :
×. MENASIHAT
×. MENGINGATKAN
×. MENEGUR
Jika kita MULAI melakukan SESUATU hal yang KELIRU yang MUNGKIN tidak kita SADARI.
Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk :
×. Menerima KRITIKAN
×. Menerima NASEHAT
×. Menerima TEGURAN
Itulah yang justru menyelamatkan kita.
Kita bukan manusia SEMPURNA.
Jadi, biarkan orang lain menJadi "MATA" kita di area 'BLIND SPOT' kita, sehingga kita bisa MELIHAT apa yang tidak BISA kita LIHAT dengan 'PANDANGAN' kita SENDIRI.
Mari kita saling nasehat- menasehati dalam *KEBAIKAN & KESABARAN.... 👍👍👍
Friday, August 11, 2017
Tidak Ada Orang yang Tidak Memiliki Kompetensi
Di suatu sekolah, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.
Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.
Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.
Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”
“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.
Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”
Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”
Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”
Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”
Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, bagaimana kalau kamu juga belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”
Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.
Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan di bangkunya di kelasnya.
Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.
Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.
Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”
Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”
Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”
Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5.
Setahun kemudian, yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,
“Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”
Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia
-------'----
Kalau hati bapak ibu bergetar membaca cerita ini, boleh bapak ibu share ke semua orang terutama kepada guru /pendidik....karena keikhlasan mampu menggetarkan dunia.........................
Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.
Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.
Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”
“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.
Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”
Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”
Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”
Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”
Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, bagaimana kalau kamu juga belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”
Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.
Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan di bangkunya di kelasnya.
Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.
Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.
Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”
Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”
Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”
Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5.
Setahun kemudian, yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,
“Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”
Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia
-------'----
Kalau hati bapak ibu bergetar membaca cerita ini, boleh bapak ibu share ke semua orang terutama kepada guru /pendidik....karena keikhlasan mampu menggetarkan dunia.........................
Friday, July 28, 2017
8 HAL AGAR MENGHAFAL AL-QUR’AN TERASA NIKMAT
Berikut ini adalah 8 hal yang insya Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an.
Tips ini kami dapatkan dari ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan.
Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.
Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau.
“ustadz.. menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa hatam??”
“SEUMUR HIDUP” jawab ust. Deden dengan santai.
Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “targetnya ustadz???”
“targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN” jawab ust. Deden.
“Mm.. kalo pencapaiannya ustadz???” Ibu itu terus bertanya.
“pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH” kata ust. Deden.
Menggelitik, tapi sarat makna. Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari hawa nafsu dan syaithan”…
(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam per hari khusus untuk qur’an. Kapanpun itu, yang penting durasi 1 jam)
Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.
1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL
Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang berbeda2 pada tiap orang.
Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun.
Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.
2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya,
Maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah.
Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar2 kita hafal.
Nikmati saja saat2 ini.. saat2 dimana kita bercengkrama dengan Allah.
1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe.
Toh 1 huruf 10 pahala bukan??
So jangan buru2…
Tapi ingat!
Juga bukan untuk ditunda2.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’
3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN.
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR.
Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan??
Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja.
Kesannya ayat2 itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat2 kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (hatam).
Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN.
Untuk apa hatam jika tidak pernah diulang??
Setialah bersama Al-Qur’an.
4. SENANG DIRINDUKAN AYAT
Ayat2 yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita.
Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe.
Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita.
Jangan buru2 suntuk dan sumpek ketika gak hafal2, senanglah jadi orang yang dirindukan ayat..
5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya.
Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang2.
Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat.
Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (entong) bikin muntah karena terlalu banyak.
Menghafalpun demikian.
Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang2, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang2.
Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.
6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN“
Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yang ada di surat Ar-Rahman.
Sudah hampir separuh surat kita hafal.
Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.
7. MENGUTAMAKAN DURASI
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal.
Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap.
Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur2 bisa lebih dari 1 jam.
1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!!
5 persen untuk qur’an
8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita.
Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).
Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an… dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.
NB: setiap point dari 1 – 8 saling terkait…
Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi..
Mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal.
Kami yakin ada yang tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yang wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan.
Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama2 berkutat dalam mencari2 metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yang marketable.
Percayalah..
1 metode itu untuk 1 orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B, karena si B cocok dengan metode Y.
Dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE.
Satu lagi.. seringkali teman kita menakut2i “jangan ngafal.. awas lho, kalo lupa dosa besar”.. hey, yang dosa itu MELUPAKAN, bukan LUPA.
Imam masjidil Harom pernah lupa sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar???
Oke ya…
Semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an. Amiin…selamat menghafal..
#share
Tips ini kami dapatkan dari ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan.
Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.
Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau.
“ustadz.. menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa hatam??”
“SEUMUR HIDUP” jawab ust. Deden dengan santai.
Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “targetnya ustadz???”
“targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN” jawab ust. Deden.
“Mm.. kalo pencapaiannya ustadz???” Ibu itu terus bertanya.
“pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH” kata ust. Deden.
Menggelitik, tapi sarat makna. Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari hawa nafsu dan syaithan”…
(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam per hari khusus untuk qur’an. Kapanpun itu, yang penting durasi 1 jam)
Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.
1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL
Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang berbeda2 pada tiap orang.
Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun.
Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.
2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya,
Maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah.
Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar2 kita hafal.
Nikmati saja saat2 ini.. saat2 dimana kita bercengkrama dengan Allah.
1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe.
Toh 1 huruf 10 pahala bukan??
So jangan buru2…
Tapi ingat!
Juga bukan untuk ditunda2.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’
3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN.
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR.
Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan??
Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja.
Kesannya ayat2 itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat2 kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (hatam).
Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN.
Untuk apa hatam jika tidak pernah diulang??
Setialah bersama Al-Qur’an.
4. SENANG DIRINDUKAN AYAT
Ayat2 yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita.
Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe.
Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita.
Jangan buru2 suntuk dan sumpek ketika gak hafal2, senanglah jadi orang yang dirindukan ayat..
5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya.
Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang2.
Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat.
Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (entong) bikin muntah karena terlalu banyak.
Menghafalpun demikian.
Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang2, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang2.
Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.
6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN“
Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yang ada di surat Ar-Rahman.
Sudah hampir separuh surat kita hafal.
Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.
7. MENGUTAMAKAN DURASI
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal.
Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap.
Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur2 bisa lebih dari 1 jam.
1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!!
5 persen untuk qur’an
8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita.
Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).
Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an… dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.
NB: setiap point dari 1 – 8 saling terkait…
Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi..
Mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal.
Kami yakin ada yang tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yang wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan.
Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama2 berkutat dalam mencari2 metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yang marketable.
Percayalah..
1 metode itu untuk 1 orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B, karena si B cocok dengan metode Y.
Dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE.
Satu lagi.. seringkali teman kita menakut2i “jangan ngafal.. awas lho, kalo lupa dosa besar”.. hey, yang dosa itu MELUPAKAN, bukan LUPA.
Imam masjidil Harom pernah lupa sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar???
Oke ya…
Semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an. Amiin…selamat menghafal..
#share
Thursday, July 20, 2017
AKIBAT SHALAT SUBUH DIMASJID
Masih Suka Shalat Subuh Di Masjid ?
Sudah Tau Akibatnya Belum ?
Hehehehhehe.....
Bukan Rahasia Tapi Banyak Yg Belum Tahu.
"Diambil dari salah satu tulisan Mas Saptuari"
Saya tanya, kita jawab bareng-bareng:
+Siapa yang memberi kita rejeki, Allah atau konsumen kita?
"Allah.."
+Yakin? Bener yakin Allah yang Maha Kaya? Allah Maha Pemberi Rezeki?
"Yakiiiinn... Seyakin-yakinnya!"
+Tadi pagi subuhan jam berapa? Subuhan dimana? Jamaah atau enggak?
"Tiba-tiba hening..."
Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).
Lanjut ceritanya ya.....
Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. Orang yang bisa melakukan ini bener-bener kaya raya!!
Sebuah pesan lagi, orang yang sholat subuh berjamaah di masjid seolah-olah dia sudah sholat sepanjang malam...
Bayangkan ketika hari masih gelap, dingiiin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu. Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya... "ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepalaku dengan tanah hanya menyembahMu"
Tahun 2008, ada finalis Wirausaha Muda Mandiri menyapa saya di JCC senayan. Mengenalkan namanya Denni Delyandri, pengusaha muda cake pisang Villa dari Batam. Akhirnya kami bersahabat. Beberapa kali saya ke Batam, begitu juga Denni ke Jogja. Di awal usaha dulu hanya naik motor menjual kue pisang yang dibuat oleh Selvi istrinya. Dari rumah kontrakan mereka membangun bisnisnya. Jatuh bangun dijalani, susah payah dihadapi, sekarang bisnisnya merajalela dimana-mana. Cabang banyak di berbagai kota, dengan brand berbeda-beda, sebagai cake oleh-oleh dari masing-masing kota. Di Batam, Padang, Aceh, Pekanbaru, Balikpapan, terakhir dia membuat strudel di kota Malang yang langsung melejit laris manis.
Yang saya tau dari sosok sukses ini ketika saya menginap di rumahnya di Batam, dia tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah di Masjid. Bahkan ketika waktu subuh, masjid yang lokasinya jauh dari komplek rumahnya pun selalu disambangi. Naik mobil, diajaklah Fathan anak lelakinya ikut ke masjid, rutin tiap hari.
"Kamu tiap subuh gini sudah manasin mobil Den? Ke masjid jauh disana?"
"Alhamdulillah.. Sudah rutin beberapa tahun ini Sap, karena gak ada masjid di dekat sini, ya harus pakai mobil ke luar sana"
Masya Allah.. Hebatnya dia melawan kemalasan, berapa banyak yang rumahnya dekat masjid, bahkan tinggal melangkah ketika subuh pun berat menyambut panggilan Allah. Tidak heran ketika dunia seisinya menjadi tidak berharga, Allah memudahkan rejekinya. Sekali waktu saya ke Batam lagi, dia sudah menjemput dengan BMW seri terbaru miliknya..
Di lain waktu, Ustadz Yusuf Mansur bercerita di satu ceramah,
"Saya kalo di Jogja nginep di rumah Mas Jodi rasanya adem dan seneng aja.. Kalo subuh mas Jodi, Mbak Aniek, dan anak-anaknya berangkat barengan ke masjid. Hari masih gelap, orang masih banyak nyaman berselimut, mereka sudah bersama-sama menyambut panggilan Allah.. Merapat ke masjid. Seneng bener ngelihatnya"
Bener kata Nabi, dunia dan seisinya gak ada harganya, mudah bagi Allah menjadikan mas Jodi sukses dengan jaringan Waroeng Steak and Shake-nya yang rame dimana-mana.. lah tiap subuh sudah menyambut Dia Yang Maha Kaya.
Rumah saya kebetulan di bagian depan perumahan, suara gerbang yang dibuka di malam hari kadang terdengar. Sekali waktu sebelum waktu subuh gerbang dibuka, sudah ada lelaki naik motor yang membukanya, lengkap dengan baju koko, sarung dan pecinya... Aaah dia pak Fulan, pemilik dealer mobil terbesar di daerah sini.. Rajinnya dia subuhan di masjid, bahkan ketika azan belum berkumandang, dia sudah berangkat duluan.
Lain waktu saya sering melihat mas Arul dan istrinya berjalan ke masjid, kadang boncengan motor dengan mesranya di subuh buta. Juragan tempe yang punya sales hingga 30 orang lebih. Konsisten tiap pagi menyambut Yang Maha Pemberi Rezeki. Dan pesan Kanjeng Nabi benar adanya.. Dunia dan seisinya gak ada harganya, ketika Allah sudah ridho gampang bagi Allah memberi rejeki yang berkelimpahan bagi hamba-hambanya yang percaya..
Ketika minggu lalu dia lewat depan rumah menyapa, plat putih masih menempel di mobil Pajero Sport yang baru dibelinya..
Lain hari..
Lelaki itu berjalan dalam gelap sendirian dari rumahnya menuju masjid yang berjarak 200 meter, saya pernah beberapa kali memboncengkannya. Namanya Pak Pri, GM area maskapai penerbangan terbaik di negeri ini..
Adzan subuh menggema menembus kabut dan embun pagi, panggilan Illahi yang menyapa semua makhluk, termasuk semua binatang di kanan kiri sawah ini. Suara parau seorang muadzin tua, yang setiap pagi naik sepeda karatan menjemput rejekinya, dialah yang mewakafkah tanah yang sekarang menjadi masjid yang dipenuhi jamaah itu..
Dialah orang kaya yang sesungguhnya, sudah lebih dulu membangun rumahnya nanti di surga.
Sungguh saya iri kepada para pemburu subuh.. Orang-orang yang bergegas ketika Tuhannya memanggil.. Memilih meratakan jidatnya ke bumi menyembah Yang Maha Pemilik Rejeki.
Meninggalkan jauuuuh orang-orang yang selalu terlambat, sholat subuh terburu-buru ketika matahari sudah terang benderang menggeliat..
Insya Allah kita semua bisa menjadi muslim yang sukses mulia dunia akhirat...
Sekiranya dianggap bermanfaat, mohon bantu share ya...
Sudah Tau Akibatnya Belum ?
Hehehehhehe.....
Bukan Rahasia Tapi Banyak Yg Belum Tahu.
"Diambil dari salah satu tulisan Mas Saptuari"
Saya tanya, kita jawab bareng-bareng:
+Siapa yang memberi kita rejeki, Allah atau konsumen kita?
"Allah.."
+Yakin? Bener yakin Allah yang Maha Kaya? Allah Maha Pemberi Rezeki?
"Yakiiiinn... Seyakin-yakinnya!"
+Tadi pagi subuhan jam berapa? Subuhan dimana? Jamaah atau enggak?
"Tiba-tiba hening..."
Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).
Lanjut ceritanya ya.....
Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. Orang yang bisa melakukan ini bener-bener kaya raya!!
Sebuah pesan lagi, orang yang sholat subuh berjamaah di masjid seolah-olah dia sudah sholat sepanjang malam...
Bayangkan ketika hari masih gelap, dingiiin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu. Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya... "ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepalaku dengan tanah hanya menyembahMu"
Tahun 2008, ada finalis Wirausaha Muda Mandiri menyapa saya di JCC senayan. Mengenalkan namanya Denni Delyandri, pengusaha muda cake pisang Villa dari Batam. Akhirnya kami bersahabat. Beberapa kali saya ke Batam, begitu juga Denni ke Jogja. Di awal usaha dulu hanya naik motor menjual kue pisang yang dibuat oleh Selvi istrinya. Dari rumah kontrakan mereka membangun bisnisnya. Jatuh bangun dijalani, susah payah dihadapi, sekarang bisnisnya merajalela dimana-mana. Cabang banyak di berbagai kota, dengan brand berbeda-beda, sebagai cake oleh-oleh dari masing-masing kota. Di Batam, Padang, Aceh, Pekanbaru, Balikpapan, terakhir dia membuat strudel di kota Malang yang langsung melejit laris manis.
Yang saya tau dari sosok sukses ini ketika saya menginap di rumahnya di Batam, dia tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah di Masjid. Bahkan ketika waktu subuh, masjid yang lokasinya jauh dari komplek rumahnya pun selalu disambangi. Naik mobil, diajaklah Fathan anak lelakinya ikut ke masjid, rutin tiap hari.
"Kamu tiap subuh gini sudah manasin mobil Den? Ke masjid jauh disana?"
"Alhamdulillah.. Sudah rutin beberapa tahun ini Sap, karena gak ada masjid di dekat sini, ya harus pakai mobil ke luar sana"
Masya Allah.. Hebatnya dia melawan kemalasan, berapa banyak yang rumahnya dekat masjid, bahkan tinggal melangkah ketika subuh pun berat menyambut panggilan Allah. Tidak heran ketika dunia seisinya menjadi tidak berharga, Allah memudahkan rejekinya. Sekali waktu saya ke Batam lagi, dia sudah menjemput dengan BMW seri terbaru miliknya..
Di lain waktu, Ustadz Yusuf Mansur bercerita di satu ceramah,
"Saya kalo di Jogja nginep di rumah Mas Jodi rasanya adem dan seneng aja.. Kalo subuh mas Jodi, Mbak Aniek, dan anak-anaknya berangkat barengan ke masjid. Hari masih gelap, orang masih banyak nyaman berselimut, mereka sudah bersama-sama menyambut panggilan Allah.. Merapat ke masjid. Seneng bener ngelihatnya"
Bener kata Nabi, dunia dan seisinya gak ada harganya, mudah bagi Allah menjadikan mas Jodi sukses dengan jaringan Waroeng Steak and Shake-nya yang rame dimana-mana.. lah tiap subuh sudah menyambut Dia Yang Maha Kaya.
Rumah saya kebetulan di bagian depan perumahan, suara gerbang yang dibuka di malam hari kadang terdengar. Sekali waktu sebelum waktu subuh gerbang dibuka, sudah ada lelaki naik motor yang membukanya, lengkap dengan baju koko, sarung dan pecinya... Aaah dia pak Fulan, pemilik dealer mobil terbesar di daerah sini.. Rajinnya dia subuhan di masjid, bahkan ketika azan belum berkumandang, dia sudah berangkat duluan.
Lain waktu saya sering melihat mas Arul dan istrinya berjalan ke masjid, kadang boncengan motor dengan mesranya di subuh buta. Juragan tempe yang punya sales hingga 30 orang lebih. Konsisten tiap pagi menyambut Yang Maha Pemberi Rezeki. Dan pesan Kanjeng Nabi benar adanya.. Dunia dan seisinya gak ada harganya, ketika Allah sudah ridho gampang bagi Allah memberi rejeki yang berkelimpahan bagi hamba-hambanya yang percaya..
Ketika minggu lalu dia lewat depan rumah menyapa, plat putih masih menempel di mobil Pajero Sport yang baru dibelinya..
Lain hari..
Lelaki itu berjalan dalam gelap sendirian dari rumahnya menuju masjid yang berjarak 200 meter, saya pernah beberapa kali memboncengkannya. Namanya Pak Pri, GM area maskapai penerbangan terbaik di negeri ini..
Adzan subuh menggema menembus kabut dan embun pagi, panggilan Illahi yang menyapa semua makhluk, termasuk semua binatang di kanan kiri sawah ini. Suara parau seorang muadzin tua, yang setiap pagi naik sepeda karatan menjemput rejekinya, dialah yang mewakafkah tanah yang sekarang menjadi masjid yang dipenuhi jamaah itu..
Dialah orang kaya yang sesungguhnya, sudah lebih dulu membangun rumahnya nanti di surga.
Sungguh saya iri kepada para pemburu subuh.. Orang-orang yang bergegas ketika Tuhannya memanggil.. Memilih meratakan jidatnya ke bumi menyembah Yang Maha Pemilik Rejeki.
Meninggalkan jauuuuh orang-orang yang selalu terlambat, sholat subuh terburu-buru ketika matahari sudah terang benderang menggeliat..
Insya Allah kita semua bisa menjadi muslim yang sukses mulia dunia akhirat...
Sekiranya dianggap bermanfaat, mohon bantu share ya...
Monday, July 17, 2017
Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya “Why Asians Are Less Creative Than Westerners” (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi “best seller”, mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang :
1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain).
Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak.
2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu.
Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yg wajar.
3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian.
Ujian Nasional, tes masuk PT dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.
4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit- sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).
5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olimpiade Fisika, dan Matematika.
Tapi hampir tidak pernah ada orang Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.
6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibatnya sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil risiko kurang dihargai.
7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.
8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta Asia jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru/narasumber untuk minta penjelasan tambahan.
Dalam bukunya Profesor Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sebagai berikut:
1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya.
2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban.
Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.
3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika.
Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihafalkan?
Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.
4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.
5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!
6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya.
Mari akui dengan bangga kalau KITA TIDAK TAHU!
7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan...
sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.
_Mudah-mudahan dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi Semangat PAGI Salam SEROJA SAMARA BARSAMA BAROKALLAH..........
1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain).
Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak.
2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu.
Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yg wajar.
3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian.
Ujian Nasional, tes masuk PT dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.
4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit- sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).
5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olimpiade Fisika, dan Matematika.
Tapi hampir tidak pernah ada orang Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.
6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibatnya sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil risiko kurang dihargai.
7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.
8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta Asia jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru/narasumber untuk minta penjelasan tambahan.
Dalam bukunya Profesor Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sebagai berikut:
1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya.
2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban.
Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.
3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika.
Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihafalkan?
Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.
4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.
5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!
6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya.
Mari akui dengan bangga kalau KITA TIDAK TAHU!
7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan...
sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.
_Mudah-mudahan dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi Semangat PAGI Salam SEROJA SAMARA BARSAMA BAROKALLAH..........
Tuesday, February 21, 2017
LAPANGKAN HATIMU
Renungan
KYAI : "Tadi kamu minum segelas air yang aku beri satu sendok gula, apa yang kamu rasakan....?"
SANTRI : "Rasanya manis Kyai..."
KYAI : "Lalu yang aku beri satu sendok garam....?"
SANTRI : "Waduh kalo yang itu benar-benar asin rasanya."
Lalu sang Kyai mengajak santri itu menuju ke telaga luas yang airnya sangat jernih, lalu menaburkan satu sendok gula, kemudian...
KYAI : "Coba kamu minum air telaga ini, dan apa yang kamu rasakan..?"
SANTRI : "Segar sekali Kyai..."
Kemudian Kyai menaburkan satu sendok garam ke dalam telaga itu dan....
KYAI : "Sekarang kamu minum lagi air telaga ini dan bagaimana rasanya...?"
SANTRI : "Tetap segar Kyai...."
KYAI : "Itulah kehidupan, manis dan asin itu menjadi tidak terasa bagi orang yang HATINYA lapang, luas dan penuh dengan rasa syukur.
Maka LAPANGKAN HATIMU dengan IKHLAS, SYUKUR dan selalu SABAR dari segala apa yang terjadi pada dirimu, karena itu yang terbaik dari ALLAH untukmu.
KYAI : "Tadi kamu minum segelas air yang aku beri satu sendok gula, apa yang kamu rasakan....?"
SANTRI : "Rasanya manis Kyai..."
KYAI : "Lalu yang aku beri satu sendok garam....?"
SANTRI : "Waduh kalo yang itu benar-benar asin rasanya."
Lalu sang Kyai mengajak santri itu menuju ke telaga luas yang airnya sangat jernih, lalu menaburkan satu sendok gula, kemudian...
KYAI : "Coba kamu minum air telaga ini, dan apa yang kamu rasakan..?"
SANTRI : "Segar sekali Kyai..."
Kemudian Kyai menaburkan satu sendok garam ke dalam telaga itu dan....
KYAI : "Sekarang kamu minum lagi air telaga ini dan bagaimana rasanya...?"
SANTRI : "Tetap segar Kyai...."
KYAI : "Itulah kehidupan, manis dan asin itu menjadi tidak terasa bagi orang yang HATINYA lapang, luas dan penuh dengan rasa syukur.
Maka LAPANGKAN HATIMU dengan IKHLAS, SYUKUR dan selalu SABAR dari segala apa yang terjadi pada dirimu, karena itu yang terbaik dari ALLAH untukmu.
Monday, February 13, 2017
Subhaanallaahi wa bihamdihi
Dalam dzikir Al-ma’surat terdapat sebuah doa yang berbunyi :
“Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’“
(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan ciptaan-Nya dan keridhaan-Nya, dan sebesar bobot ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya 3x )
AlHadits Asy-Syarief,
“Dari Juwairiyah (Ummul Mukminin Radhiyallahu`anha), Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari sisinya pagi-pagi untuk shalat shubuh di masjid. Beliau kembali (ke kamar Juwairiyah) pada waktu dhuha, sementara ia masih duduk di sana. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya, “Engkau masih duduk sebagaimana ketika aku tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab, “Ya.” Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, aku telah mengatakan kepadamu empat kata sebanyak tiga kali, yang seandainya empat kata itu ditimbang dengan apa saja yang engkau baca sejak tadi tentu akan menyamainya, (empat kata itu) yakni:
“Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’ “
(HR Muslim)
Hadits ini berisikan percakapan antara Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersama salah satu istri beliau yaitu ibunda Juwairiyah. Diceritakan pada saat itu Rasulullah sedang bermalam di rumah ibunda Juwairiyah, kemudian saat memasuki waktu Subuh, Rasul berangkat ke masjid dan melihat ibunda Juwairiyah pun yang sudah siap duduk menunggu untuk melakukan solat subuh dikamarnya. Masuk waktu dhuha, Rasul pun kembali ke kamar beliau dan didapatinya Juwairiyah masih duduk dengan posisi yang sama seperti di subuh tadi sambil melakukan ibadah-ibadah lain seperti membaca Quran, dll.
Akhirnya Rasulullah pun menegur dengan mengingatkan keistimewaan dari 4 kata di dalam doa tersebut. Pahala yang didapat dengan membaca 4 kata sebanyak 3x itu sama beratnya dengan ibadah yang dilakukan ibunda dalam beberapa menit/jam di tempat duduknya. Setelah itu, ibunda Juwairiyah pun tidak melakukannya lagi.
Pesan Rasulullah: Rasulullah mengetahui bahwa seorang wanita/Ibu/Ummahat pastinya memiliki tugas-tugas istimewa di pagi hari yaitu menyiapkan keperluan suami untuk bekerja, menyiapkan keperluan anak-anak untuk sekolah, menyiapkan sarapan, dan berbagai aktifitas rumah sehari-hari. Maka dengan berbagai aktifitas istimewa inilah Rasul mengingatkan, bahwa dalam 4 kata doa Al-Ma’surat itu pun dibuat begitu istimewa untuk mereka dengan ganjaran pahala yang luar biasa,yaitu sama dengan ibadah-ibadah yang dilakukan ketika duduk hingga waktu dhuha. Sehingga waktu mereka bisa digunakan seoptimal mungkin untuk melakukan tugas lainnya.
Lalu apakah penjelasan dari 4 kata istimewa yang tadi sudah kita sebut?
4 kata tersebut dimulai dari kata ‘adada khalqihi karena kata Subhanallahi wa bihamdihi merupakan kata pembuka saja. 4 kata tersebut menerangkan pahala-pahala yang bisa kita dapatkat jika istiqomah membaca doa ini. InsyaAllah akan dibahas satu persatu secara ringkas.
Rincian 4 kata :
1. ‘adada khalqihi, (Sejumlah makhluk yang Allah ciptakan)
Kita tidak akan pernah mengetahui jumlah pasti dari seluruh makhluk yang telah Allah ciptakan, mulai dari terkecil seperti mikroba hingga yang besar. Namun harus selalu kita yakini bahwa semua makhluk adalah ciptaan Allah dan kita yakin bahwa setiap makhluk yang Allah ciptakan pun beribadah pada-Nya. Dan pahala yang kita dari doa ini bisa sebesar jumlah makhluk yang Allah ciptakan. MasyaAllah…
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al Isro’:44)
Allah menciptakan makhluknya menjadi 5 golongan:
Insani --- Manusia
Ruhani --- makhluk seperti malaikat, syaitan, dll (gaib)
Nabati --- tumbuh-tumbuhan
Hayawani --- semua binatang
Jamadi --- planet-planet
“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. An-Nur:41)
2. wa ridhaka nafsihi (Serela diri-Nya)
Allah akan selalu rela memberikan yang terbaik buat hamba-Nya yang senantiasa membaca kata ini.
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
(Qs. Az-Zumar:53-54)
3. wa ziinata ‘Arsyihi (Seberat Arasy-Nya)
Arasy --- ibarat singasana / pelaminan
Hendaknya manusia senantiasa patuh dan memuliakan Allah, jika diibaratkan menurut bahasa kita seperti saat kita menghormati pasangan pengantin yang berada di pelaminannya saat kita mendatangi sebuah undangan pernikahan. Maka Allah pun jauh lebih mulia dan berada di singasananya yaitu arasy.
“(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas 'Arsy.” (Qs. Thoha:5 )
Ada 3 hal tentang hakikat ‘Arsy :
1. Hanya Allah yang Maha Tahu tentang hakikatnya
2. Hanya Allah yang Maha Tahu keberadaannya
3. Hanya Allah yang Maha Tahu bersemayamnya
“Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Tuhan bagi 'Arsy yang mulia.” (Qs Al Mukminun:116)
4. wa midada kalimatihi’ (Sebanyak tinta (bagi) kalimat-Nya)
MasyaAllah… berkah dan rahmat yang bisa kita dapatkan yaitu sebanyak kalimat Allah yang pastinya tak akan habis jika dituliskan.
“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (Qs. Al-Kahfi:109 )
HIKMAH:
Pahala ketika membaca doa ini, terlebih lagi bisa istiqomah pagi petang setiap hari yaitu mendapatkan pahala yang bisa sebanyak makhluk Allah, kemudian Allah akan jauh lebih rela kepada diri kita, pahalanya pun juga bisa seberat ‘Arsy Allah, yang terakhir berkah dan rahmat Allah sebanyak kalimat Allah yang tak bisa habis jika ditulis.
Begitulah ringkasan 4 kata istimewa yang terdapat dalam salah satu doa Al-Ma’surat yang mungkin selama ini kita sudah rutinkan namun belum mengetahui rincian/ penjelasan dibalik doa tersebut yang ternyata memiliki berbagai hal yang luar biasa. Jadi, tidak ada kata “MALAS” lagi untuk merutinkan membaca dzikir doa Alma’surat. Semoga Allah senantiasa memberkahi niat dan amalan ibadah-ibadah kita. Aamiin…
Wallahu a’lam Bishowab
Wassalam….
“Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’“
(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan ciptaan-Nya dan keridhaan-Nya, dan sebesar bobot ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya 3x )
AlHadits Asy-Syarief,
“Dari Juwairiyah (Ummul Mukminin Radhiyallahu`anha), Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari sisinya pagi-pagi untuk shalat shubuh di masjid. Beliau kembali (ke kamar Juwairiyah) pada waktu dhuha, sementara ia masih duduk di sana. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya, “Engkau masih duduk sebagaimana ketika aku tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab, “Ya.” Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, aku telah mengatakan kepadamu empat kata sebanyak tiga kali, yang seandainya empat kata itu ditimbang dengan apa saja yang engkau baca sejak tadi tentu akan menyamainya, (empat kata itu) yakni:
“Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’ “
(HR Muslim)
Hadits ini berisikan percakapan antara Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersama salah satu istri beliau yaitu ibunda Juwairiyah. Diceritakan pada saat itu Rasulullah sedang bermalam di rumah ibunda Juwairiyah, kemudian saat memasuki waktu Subuh, Rasul berangkat ke masjid dan melihat ibunda Juwairiyah pun yang sudah siap duduk menunggu untuk melakukan solat subuh dikamarnya. Masuk waktu dhuha, Rasul pun kembali ke kamar beliau dan didapatinya Juwairiyah masih duduk dengan posisi yang sama seperti di subuh tadi sambil melakukan ibadah-ibadah lain seperti membaca Quran, dll.
Akhirnya Rasulullah pun menegur dengan mengingatkan keistimewaan dari 4 kata di dalam doa tersebut. Pahala yang didapat dengan membaca 4 kata sebanyak 3x itu sama beratnya dengan ibadah yang dilakukan ibunda dalam beberapa menit/jam di tempat duduknya. Setelah itu, ibunda Juwairiyah pun tidak melakukannya lagi.
Pesan Rasulullah: Rasulullah mengetahui bahwa seorang wanita/Ibu/Ummahat pastinya memiliki tugas-tugas istimewa di pagi hari yaitu menyiapkan keperluan suami untuk bekerja, menyiapkan keperluan anak-anak untuk sekolah, menyiapkan sarapan, dan berbagai aktifitas rumah sehari-hari. Maka dengan berbagai aktifitas istimewa inilah Rasul mengingatkan, bahwa dalam 4 kata doa Al-Ma’surat itu pun dibuat begitu istimewa untuk mereka dengan ganjaran pahala yang luar biasa,yaitu sama dengan ibadah-ibadah yang dilakukan ketika duduk hingga waktu dhuha. Sehingga waktu mereka bisa digunakan seoptimal mungkin untuk melakukan tugas lainnya.
Lalu apakah penjelasan dari 4 kata istimewa yang tadi sudah kita sebut?
4 kata tersebut dimulai dari kata ‘adada khalqihi karena kata Subhanallahi wa bihamdihi merupakan kata pembuka saja. 4 kata tersebut menerangkan pahala-pahala yang bisa kita dapatkat jika istiqomah membaca doa ini. InsyaAllah akan dibahas satu persatu secara ringkas.
Rincian 4 kata :
1. ‘adada khalqihi, (Sejumlah makhluk yang Allah ciptakan)
Kita tidak akan pernah mengetahui jumlah pasti dari seluruh makhluk yang telah Allah ciptakan, mulai dari terkecil seperti mikroba hingga yang besar. Namun harus selalu kita yakini bahwa semua makhluk adalah ciptaan Allah dan kita yakin bahwa setiap makhluk yang Allah ciptakan pun beribadah pada-Nya. Dan pahala yang kita dari doa ini bisa sebesar jumlah makhluk yang Allah ciptakan. MasyaAllah…
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al Isro’:44)
Allah menciptakan makhluknya menjadi 5 golongan:
Insani --- Manusia
Ruhani --- makhluk seperti malaikat, syaitan, dll (gaib)
Nabati --- tumbuh-tumbuhan
Hayawani --- semua binatang
Jamadi --- planet-planet
“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. An-Nur:41)
2. wa ridhaka nafsihi (Serela diri-Nya)
Allah akan selalu rela memberikan yang terbaik buat hamba-Nya yang senantiasa membaca kata ini.
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
(Qs. Az-Zumar:53-54)
3. wa ziinata ‘Arsyihi (Seberat Arasy-Nya)
Arasy --- ibarat singasana / pelaminan
Hendaknya manusia senantiasa patuh dan memuliakan Allah, jika diibaratkan menurut bahasa kita seperti saat kita menghormati pasangan pengantin yang berada di pelaminannya saat kita mendatangi sebuah undangan pernikahan. Maka Allah pun jauh lebih mulia dan berada di singasananya yaitu arasy.
“(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas 'Arsy.” (Qs. Thoha:5 )
Ada 3 hal tentang hakikat ‘Arsy :
1. Hanya Allah yang Maha Tahu tentang hakikatnya
2. Hanya Allah yang Maha Tahu keberadaannya
3. Hanya Allah yang Maha Tahu bersemayamnya
“Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Tuhan bagi 'Arsy yang mulia.” (Qs Al Mukminun:116)
4. wa midada kalimatihi’ (Sebanyak tinta (bagi) kalimat-Nya)
MasyaAllah… berkah dan rahmat yang bisa kita dapatkan yaitu sebanyak kalimat Allah yang pastinya tak akan habis jika dituliskan.
“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (Qs. Al-Kahfi:109 )
HIKMAH:
Pahala ketika membaca doa ini, terlebih lagi bisa istiqomah pagi petang setiap hari yaitu mendapatkan pahala yang bisa sebanyak makhluk Allah, kemudian Allah akan jauh lebih rela kepada diri kita, pahalanya pun juga bisa seberat ‘Arsy Allah, yang terakhir berkah dan rahmat Allah sebanyak kalimat Allah yang tak bisa habis jika ditulis.
Begitulah ringkasan 4 kata istimewa yang terdapat dalam salah satu doa Al-Ma’surat yang mungkin selama ini kita sudah rutinkan namun belum mengetahui rincian/ penjelasan dibalik doa tersebut yang ternyata memiliki berbagai hal yang luar biasa. Jadi, tidak ada kata “MALAS” lagi untuk merutinkan membaca dzikir doa Alma’surat. Semoga Allah senantiasa memberkahi niat dan amalan ibadah-ibadah kita. Aamiin…
Wallahu a’lam Bishowab
Wassalam….
Monday, December 05, 2016
Pak Bagus
Ada seorang teman, Pak Bagus namanya.
Beliau adalah seorang guru yang sangat ceria, menyenangkan dan kocak.
Siapapun yang berada di dekatnya merasa gembira ria.
Keunikannya adalah bahwa ia selalu berkata, "Bagus itu!" untuk segala hal. Di matanya segalanya adalah karunia.
Hujan?
"Bagus itu, banyak berkah, saatnya berdoa"
Sakit?
"Bagus itu, saatnya untuk beristirahat"
Tidak naik kelas?
"Bagus itu, jadi kamu bisa belajar lebih dalam"
Dipecat?
"Bagus itu, saatnya belajar sungguh-sungguh menjadi pengusaha"
Di sisi lain ia perfeksionis luar biasa. Ia bisa melihat kesalahan sampai titik koma sekalipun. Bedanya dengan guru lain, ia tak pernah marah hanya gara-gara kurang titik koma. Ia akan dengan sangat teliti memberikan masukan.
"Tulisan kamu bagus. Kamu cukup kritis dan analitis. Supaya lebih sempurna, coba pelajari bagaimana kamu bisa menyusun kata-kata agar lebih meyakinkan. Bagus itu, kamu jadi tahu dan bisa belajar lebih baik lagi."
"Bagus itu" tak pernah ketinggalan.
Baginya semua muridnya punya perjalanannya masing-masing. Tak ada yang bodoh, tak ada yang kurang ajar.
Semua "bagus" dan bisa dibantu untuk "lebih bagus lagi." Di sinilah perannya sebagai seorang guru, untuk memberdayakan muridnya agar bisa mengeluarkan potensi terbesarnya.
Sebagai guru ia memilih untuk menjadi fasilitator, bukan instruktur. Ia memilih untuk bertanya, dan bukan memerintah. Ia memberdayakan, bukan mengoreksi.
Hal yang sama dilakukannya juga untuk semua temannya.
Tak ada korban gossip di matanya, karena semua orang "bagus" dan "hebat."
Ia bisa melihat kebaikan dari semua hal-hal sampai yang terkecil.
Istrinya, anaknya, teman-temannya, semua adalah berlian-berlian dalam hidupnya yang benar-benar disyukurinya.
Tak ada yang buruk, semua bagus.
Pak Bagus tak bisa dibilang ganteng, tapi melihat wajahnya semua orang merasa teduh. Wajah yang senyum terus.
Ia tak bisa dibilang kaya raya, tapi ia selalu sejahtera, selalu bisa berbagi dan menjadi tangan di atas.
Rejekinya adaaaaa saja. Seakan keberuntungan selalu ada di pihaknya. "Hoki" kalau kata orang.
Ia jarang sakit, dan keluarganya pun jarang sakit. Jadi hemat sekali mereka sebagai keluarga.
Itulah dia Pak Bagus, sebuah karunia bagi semua yang ada di sekitarnya.
Karena kita semua tak bisa mengeluh, tak bisa bergossip, tak bisa marah, karena semua dijawab dengan, "Bagus itu!"
Dan teman-temannya yang sudah siap mengeluh pun jadi berfikir, "Ia juga ya. Keluhanku itu sebenarnya bagus. Kenapa nggak terfikir kemarin-kemarin ya?"
Nah, teman-teman, kalau ada yang mau mengeluh, bayangkan ada Pak Bagus di samping dan langsung saja bilang, "Bagus itu." Itu dulu.
Nanti otak kita akan langsung mencerna dan mencari "bagusnya" di mana. Otak pintar kok. Ia akan menyesuaikan diri pada kata-kata kita.
Kalau ada yang mau gossip dekat kita, langsung jawab, "Dia suka marah-marah? Bagus itu. Jadi kita tahu dimarahin itu nggak enak. Sekarang kamu punya jalan dapat pahala kan?"
Kalau ada yang kesal gara-gara kehilangan barang, "Bagus itu. Siapa tahu kamu kurang sedekah. Bagus cuma kehilangan barang itu. Kalau Allah ambil yang lebih besar gimana?"
Ada yang nangis baru bercerai,
"Bagus itu. Kamu bisa cari yang lebih bagus lagi."
Semua bagus...
Karena semua kejadian terjadi atas izin-Nya dan dihadirkan oleh-Nya untuk kebaikan kita semua.
Kita saja yang seringkali sulit mencari hikmah di balik semua kejadian.
Semua orang pun baik apa adanya, karena diciptakan oleh Sang Maha Bagus.
Semua dihadirkan dalam kehidupan kita sebagai pelajaran, agar kita bisa lebih bagus lagi dalam hidup, lebih dekat lagi pada-Nya dalam setiap kondisi, bersama siapapun yang diberikannya dalam hidup kita.
Semua bagus. Semua indah. Alhamdulillah untuk semuanya..
Beliau adalah seorang guru yang sangat ceria, menyenangkan dan kocak.
Siapapun yang berada di dekatnya merasa gembira ria.
Keunikannya adalah bahwa ia selalu berkata, "Bagus itu!" untuk segala hal. Di matanya segalanya adalah karunia.
Hujan?
"Bagus itu, banyak berkah, saatnya berdoa"
Sakit?
"Bagus itu, saatnya untuk beristirahat"
Tidak naik kelas?
"Bagus itu, jadi kamu bisa belajar lebih dalam"
Dipecat?
"Bagus itu, saatnya belajar sungguh-sungguh menjadi pengusaha"
Di sisi lain ia perfeksionis luar biasa. Ia bisa melihat kesalahan sampai titik koma sekalipun. Bedanya dengan guru lain, ia tak pernah marah hanya gara-gara kurang titik koma. Ia akan dengan sangat teliti memberikan masukan.
"Tulisan kamu bagus. Kamu cukup kritis dan analitis. Supaya lebih sempurna, coba pelajari bagaimana kamu bisa menyusun kata-kata agar lebih meyakinkan. Bagus itu, kamu jadi tahu dan bisa belajar lebih baik lagi."
"Bagus itu" tak pernah ketinggalan.
Baginya semua muridnya punya perjalanannya masing-masing. Tak ada yang bodoh, tak ada yang kurang ajar.
Semua "bagus" dan bisa dibantu untuk "lebih bagus lagi." Di sinilah perannya sebagai seorang guru, untuk memberdayakan muridnya agar bisa mengeluarkan potensi terbesarnya.
Sebagai guru ia memilih untuk menjadi fasilitator, bukan instruktur. Ia memilih untuk bertanya, dan bukan memerintah. Ia memberdayakan, bukan mengoreksi.
Hal yang sama dilakukannya juga untuk semua temannya.
Tak ada korban gossip di matanya, karena semua orang "bagus" dan "hebat."
Ia bisa melihat kebaikan dari semua hal-hal sampai yang terkecil.
Istrinya, anaknya, teman-temannya, semua adalah berlian-berlian dalam hidupnya yang benar-benar disyukurinya.
Tak ada yang buruk, semua bagus.
Pak Bagus tak bisa dibilang ganteng, tapi melihat wajahnya semua orang merasa teduh. Wajah yang senyum terus.
Ia tak bisa dibilang kaya raya, tapi ia selalu sejahtera, selalu bisa berbagi dan menjadi tangan di atas.
Rejekinya adaaaaa saja. Seakan keberuntungan selalu ada di pihaknya. "Hoki" kalau kata orang.
Ia jarang sakit, dan keluarganya pun jarang sakit. Jadi hemat sekali mereka sebagai keluarga.
Itulah dia Pak Bagus, sebuah karunia bagi semua yang ada di sekitarnya.
Karena kita semua tak bisa mengeluh, tak bisa bergossip, tak bisa marah, karena semua dijawab dengan, "Bagus itu!"
Dan teman-temannya yang sudah siap mengeluh pun jadi berfikir, "Ia juga ya. Keluhanku itu sebenarnya bagus. Kenapa nggak terfikir kemarin-kemarin ya?"
Nah, teman-teman, kalau ada yang mau mengeluh, bayangkan ada Pak Bagus di samping dan langsung saja bilang, "Bagus itu." Itu dulu.
Nanti otak kita akan langsung mencerna dan mencari "bagusnya" di mana. Otak pintar kok. Ia akan menyesuaikan diri pada kata-kata kita.
Kalau ada yang mau gossip dekat kita, langsung jawab, "Dia suka marah-marah? Bagus itu. Jadi kita tahu dimarahin itu nggak enak. Sekarang kamu punya jalan dapat pahala kan?"
Kalau ada yang kesal gara-gara kehilangan barang, "Bagus itu. Siapa tahu kamu kurang sedekah. Bagus cuma kehilangan barang itu. Kalau Allah ambil yang lebih besar gimana?"
Ada yang nangis baru bercerai,
"Bagus itu. Kamu bisa cari yang lebih bagus lagi."
Semua bagus...
Karena semua kejadian terjadi atas izin-Nya dan dihadirkan oleh-Nya untuk kebaikan kita semua.
Kita saja yang seringkali sulit mencari hikmah di balik semua kejadian.
Semua orang pun baik apa adanya, karena diciptakan oleh Sang Maha Bagus.
Semua dihadirkan dalam kehidupan kita sebagai pelajaran, agar kita bisa lebih bagus lagi dalam hidup, lebih dekat lagi pada-Nya dalam setiap kondisi, bersama siapapun yang diberikannya dalam hidup kita.
Semua bagus. Semua indah. Alhamdulillah untuk semuanya..
Wednesday, November 02, 2016
Nurhamda_PedagangBuku.com:
PONDASI BISNIS
1. Business is about OWNER
Maju-Mundurnya bisnis tergantung Anda bukan orang lain. Tidak ada bisnis yg bermasalah yg bermasalah itu OWNERnya. Ambil tanggungjawab pd setiap keadaan bisnis Anda, bukan lari dr masalah dan menyalahkan pihak ke-3. Karyawanlah, Supplierlah, atau malah Konsumen.. Heu..
Ini selalu saya wanti2 di kelas2 Training sayaa
Atas apapun yang terjadi pada bisnis Anda, Jgn pernah salahkan siapapun...
Karena semuanya adalah tentang Anda, dan Tuhan
Disaat bisnis kita dalam keadaan turun
Bersyukurlah
Karena itu adalah saat saat terbaik, untuk kita melakukan introspeksi diri.
Sering sekali kita terlena dengan bisnis yang cepat dan mudah berkembang, hingga kita terlupa untuk belajar...
Upgrade diri
Mungkin kita kurang tegas, kurang teliti, kurang disiplin, kurang manajemen, kurang semangat, kurang bla bla bla
Jadi apa??
Yang salah itu kitanyaaa...
Bukan orang lain
Bukan keadaan
2. Business is about NUMBER
Hitung OMSET, PROFIT dan CASH serta INCOME Anda. Buat Laporan Keuangan. Hanya sesuatu yg dpt diukur yg dapat DITINGKATKAN.
Nah ini PR besar para pebisnis, apalagi pebisnis online
Kurang memanfaatkan data
Ingat...
Ibadah itu pakai dalil
Bisnis itu pakai data.
Jangan pernah terlewatkan untuk menghitung dan membuat laporan keuangan anda.
Agar semua nya bisa di ukurrr.
Pesan Saya
Jangan Pernah membandingkan pencapaian orang lain dengan pencapaian Anda
Tidak ada gunanya
Jika ingin membandingkan
Bandingkan pencapaian Anda bulan lalu, dengan bulan sekarang.
Itu baru 👍
Fokus tentang kerja Anda
Jgn kebanyakan menoleh pada kiri kanan.
Jika Anda mencatatnya, maka Anda bisa mengukurnya...
Sip?
3. Business is PROSES
Perlu Waktu, Tenaga, dan Pikiran yg dikeluarkan demi kesuksesan bisnis.
Sebagian besar Pengusaha Sukses pernah mengalami masa sulit dlm bisnis dan mereka mampu melaluinya.
Banyak yang tidak tahu...
Sukses itu bukan pencapaian
Melainkan Proses
Saat Anda memutuskan untuk terus melakukan, dan terus melakukan...
Sebenarnya Anda sudah sukses...
Sukses paling pertama adalah anda sukses mendisiplinkan diri, sukses bertahan dengan komitmen.
Tentang hasil, itu adlaah urusan yang maha kuasa.
Ingat Tidak ada yang Instan.
Segala sesuatu yang Anda dapatkan hari ini, adalah hasil dari apa saja yang Anda lakukan dahulu.
Tak ada yg instant apalagi suka minta jaminan sukses sm orang lain.. Woy.. Tuhan aja gak pernah jamin Anda sukses. Tuhan telah memberi kita KESEMPATAN utk sukses tinggal kita mau ambil atau tidak..
Sebenarnya, tidak ada orang gagal
Yang ada hanyalah
Orang yang TERLALU cepat Berhenti..
Dan tidak sabar
Anda harus menikmati setiap proses...
Jangan pernah takut gagal...
Gagal itu satu langkah menuju sukses.
4. Business is WASILAH
Jadikan bisnis sbg jalan KEBAIKAN, bukan sekedar meraup keuntungan. Kalau sdh begitu bakal banyak orang yg mengharapkan bisnis Anda besar.
Team, Karyawan, Supplier, Reseller, Agen, bahkan konsumen Bahagia saat Bisnis Anda makin besar krn mereka merasakan MANFAAT yg besar pula..
Saya yakin teman2 di grup angkringan bisnis ini orang baik2 semua....
Satu yang harus di pegang
Jangan Manfaatkan manusia untuk membangun bisnis
Tapi manfaatkanlah bisnis untuk membangun manusia
Segala sesuatu yang di mulai dari niat baik, pasti akan berujung baik
Jika teman2 mau Uang Cepat..
Gunakanlah tipu daya
Tapi jika ingin bisnis jangka panjang
Bangunlah Attitude
Semoga bermanfaat buat kita semua
By : Coach Abie AVe
http://www.pin.bbm.com/5F66D2F2
https://telegram.me/pedagangbuku
http://www.pedagangbuku.com
WA: 0858-1754-5472
PONDASI BISNIS
1. Business is about OWNER
Maju-Mundurnya bisnis tergantung Anda bukan orang lain. Tidak ada bisnis yg bermasalah yg bermasalah itu OWNERnya. Ambil tanggungjawab pd setiap keadaan bisnis Anda, bukan lari dr masalah dan menyalahkan pihak ke-3. Karyawanlah, Supplierlah, atau malah Konsumen.. Heu..
Ini selalu saya wanti2 di kelas2 Training sayaa
Atas apapun yang terjadi pada bisnis Anda, Jgn pernah salahkan siapapun...
Karena semuanya adalah tentang Anda, dan Tuhan
Disaat bisnis kita dalam keadaan turun
Bersyukurlah
Karena itu adalah saat saat terbaik, untuk kita melakukan introspeksi diri.
Sering sekali kita terlena dengan bisnis yang cepat dan mudah berkembang, hingga kita terlupa untuk belajar...
Upgrade diri
Mungkin kita kurang tegas, kurang teliti, kurang disiplin, kurang manajemen, kurang semangat, kurang bla bla bla
Jadi apa??
Yang salah itu kitanyaaa...
Bukan orang lain
Bukan keadaan
2. Business is about NUMBER
Hitung OMSET, PROFIT dan CASH serta INCOME Anda. Buat Laporan Keuangan. Hanya sesuatu yg dpt diukur yg dapat DITINGKATKAN.
Nah ini PR besar para pebisnis, apalagi pebisnis online
Kurang memanfaatkan data
Ingat...
Ibadah itu pakai dalil
Bisnis itu pakai data.
Jangan pernah terlewatkan untuk menghitung dan membuat laporan keuangan anda.
Agar semua nya bisa di ukurrr.
Pesan Saya
Jangan Pernah membandingkan pencapaian orang lain dengan pencapaian Anda
Tidak ada gunanya
Jika ingin membandingkan
Bandingkan pencapaian Anda bulan lalu, dengan bulan sekarang.
Itu baru 👍
Fokus tentang kerja Anda
Jgn kebanyakan menoleh pada kiri kanan.
Jika Anda mencatatnya, maka Anda bisa mengukurnya...
Sip?
3. Business is PROSES
Perlu Waktu, Tenaga, dan Pikiran yg dikeluarkan demi kesuksesan bisnis.
Sebagian besar Pengusaha Sukses pernah mengalami masa sulit dlm bisnis dan mereka mampu melaluinya.
Banyak yang tidak tahu...
Sukses itu bukan pencapaian
Melainkan Proses
Saat Anda memutuskan untuk terus melakukan, dan terus melakukan...
Sebenarnya Anda sudah sukses...
Sukses paling pertama adalah anda sukses mendisiplinkan diri, sukses bertahan dengan komitmen.
Tentang hasil, itu adlaah urusan yang maha kuasa.
Ingat Tidak ada yang Instan.
Segala sesuatu yang Anda dapatkan hari ini, adalah hasil dari apa saja yang Anda lakukan dahulu.
Tak ada yg instant apalagi suka minta jaminan sukses sm orang lain.. Woy.. Tuhan aja gak pernah jamin Anda sukses. Tuhan telah memberi kita KESEMPATAN utk sukses tinggal kita mau ambil atau tidak..
Sebenarnya, tidak ada orang gagal
Yang ada hanyalah
Orang yang TERLALU cepat Berhenti..
Dan tidak sabar
Anda harus menikmati setiap proses...
Jangan pernah takut gagal...
Gagal itu satu langkah menuju sukses.
4. Business is WASILAH
Jadikan bisnis sbg jalan KEBAIKAN, bukan sekedar meraup keuntungan. Kalau sdh begitu bakal banyak orang yg mengharapkan bisnis Anda besar.
Team, Karyawan, Supplier, Reseller, Agen, bahkan konsumen Bahagia saat Bisnis Anda makin besar krn mereka merasakan MANFAAT yg besar pula..
Saya yakin teman2 di grup angkringan bisnis ini orang baik2 semua....
Satu yang harus di pegang
Jangan Manfaatkan manusia untuk membangun bisnis
Tapi manfaatkanlah bisnis untuk membangun manusia
Segala sesuatu yang di mulai dari niat baik, pasti akan berujung baik
Jika teman2 mau Uang Cepat..
Gunakanlah tipu daya
Tapi jika ingin bisnis jangka panjang
Bangunlah Attitude
Semoga bermanfaat buat kita semua
By : Coach Abie AVe
http://www.pin.bbm.com/5F66D2F2
https://telegram.me/pedagangbuku
http://www.pedagangbuku.com
WA: 0858-1754-5472
Wednesday, September 28, 2016
KISAH BUAH SEMANGKA
Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli Buah Semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah Semangka tersebut terasa hambar.
.
Dan sang isteri pun marah.
.
Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dgn tenang amarah istrinya itu, setelah selesai didengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus:
.
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah? atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?"
Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq
.
Istri beliau terdiam.
.
Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:
.
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik...
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yg terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yg tersisa, tidak lain hanya kepada yg Menciptakan Semangka itu..!"..
Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus kedalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
.
Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya :
.
"Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." Agar Alloh memberikan keberkahan pada kita”
"Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha' dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan."
.
pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridha dengan ketetapan Allah SWT, sehingga barokah Alloh jauh dari kita.
Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Allah dgn segala keadaan yg ada, baik yg kita sukai atau sebaliknya.
.
Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Allah
Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yg mampu membuat yg memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.
.
Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagai mana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikan nya bertambah taat kepada Allah
.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.
.
Tanah yg barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah...tiada banding....tiada tara.
Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.
.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauhmana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.
.
Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.
Semoga kita semua dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNYA, agar kita mendapatkan keberkahanNYA.
Alhamdulillah
.
Dan sang isteri pun marah.
.
Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dgn tenang amarah istrinya itu, setelah selesai didengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus:
.
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah? atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?"
Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq
.
Istri beliau terdiam.
.
Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:
.
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik...
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yg terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yg tersisa, tidak lain hanya kepada yg Menciptakan Semangka itu..!"..
Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus kedalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
.
Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya :
.
"Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." Agar Alloh memberikan keberkahan pada kita”
"Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha' dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan."
.
pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridha dengan ketetapan Allah SWT, sehingga barokah Alloh jauh dari kita.
Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Allah dgn segala keadaan yg ada, baik yg kita sukai atau sebaliknya.
.
Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Allah
Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yg mampu membuat yg memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.
.
Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagai mana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikan nya bertambah taat kepada Allah
.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.
.
Tanah yg barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah...tiada banding....tiada tara.
Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.
.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauhmana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.
.
Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.
Semoga kita semua dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNYA, agar kita mendapatkan keberkahanNYA.
Alhamdulillah
Saturday, September 17, 2016
APA ITU DAKWAH ?
1. Da'wah itu mengajak bukan mengejek..
2. Da'wah itu membina bukan menghina.
3. Da'wah itu mendidik bukan membidik'
4. Da'wah itu mengobati, bukan menyakiti.
5. Da'wah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan.
6. Da'wah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan.
7. Da'wah itu menyejukkan bukan memanaskan.
8.Da'wah itu mengajar bukan menghajar.
9. Da'wah itu belajar menata diri bukan bertengkar dan mengiri
10. Dakwah itu menasehati bukan mencaci maki.
11. Dakwah itu merangkul bukan memukul.
12. Dakwah itu ngajak bersabar bukan ngajak mencakar.
13. Da'wah itu argumentative dan pro aktif bukan egoisme dan provokatif.
14. Da'wah itu bergerak cepat, bukan berleha leha dan banyak berdebat.
15. Da'wah itu realistis bukan fantastis.
16. Da'wah itu mencerdaskan orang bodoh bukan membodohkan dan memperbodoh
17.Da'wah itu menawarkan solusi bukan cari sensasi
18. Da'wah itu siap berkorban bukan cari uang dan jabatan
19. Da'wah itu meninggikan derajat bukan menjatuhkan martabat..
20. Da'wah itu menyelamatkan dan membangun kemaslahatan kehidup bukan mencelakakan dan membunuh yg hidup..
21. Da'wah itu menguntungkan dan membahagiakan bukan merugikan dan membingungkan..
22. .Da'wah itu menghadapi masyarakat bukan membelakangi masyarakat.
23. Da'wah itu memperbarui masyarakat bukan membuat masyarakat baru.
24. Da'wah itu berinisiatif positif aktif dan produktif bukan khayalan fiktif negatif dan pasif
25. Da'wah itu mengatasi keadaan bukan meratapi kenyataan.
26. Da'wah itu pandai memikat bukan mahir mengumpat.
27. Da'wah itu menebar kebaikan bukan mengorek kesalahan.
28. Da'wah itu menutup aib dan memperbaikinya bukan mencari2 aib dan menyebarkannya.
29. Da'wah itu menghargai perbedaan bukan memonopoli kebenaran.
30. Da'wah itu mendukung semua program kebaikan bukan memunculkan kecurigaan dan keraguan.
31. Da'wah itu menabur senyum manis bukan bersikap bengis.
32. Da'wah itu mewujudkan Kasih sayang bukan membenci dan menendang.
33. Da'wah itu mengatasi masalah Umat dengan cara yg manis bukan menjadi hakim jalanan dan gampang memvonis
34. Da'wah itu bersusah payah menanggung problema umat bukan memayahkan dan membebani umat.
35. Da'wah itu menyatukan kekuatan bukan memecah belah barisan ..
37. Da'wah itu kompak dalam perbedaan bukan memecah dengan perdebatan
38. Da'wah itu siap menghadapi musuh bukan mencari musuh.
39. Da'wah itu memperbanyak teman bukan mencari lawan..
40. Da'wah itu melawan kesesatan dan meluruskannya dengan cara Kenabian bukan mengkelirukan haq dan batil dengan cara kesyetanan..
41. Da'wah itu asyik dalam kebersamaan bukan bangga dengan kesendirian..
42. Da'wah itu menampung dan mengayomi semua lapisan bukan memberantakan persatuan
43. Da'wah itu membangun Cinta dan Kasih sayang bukan menabur benci dan garang..
44. Da'wah itu kita mengatakan: "Mari bersama kami" bukan "Kamu harus ikut kami".
45. Da'wah itu biaya sendiri bukan ingin dibiayai atau disponsori.
46. Da'wah itu "Habis berapa ?" bukan "Dapat berapa ?"
47. Da'wah itu "Mendatangi bukan ingin didatangi..
48. Da'wah itu siap dicaci bukan ingin dipuji..
48. Da'wah itu menghidupkan Sunnah Nabi bukan mencontohkan sifat pribadi..
49. Da'wah itu disemua waktu dan tempat bukan hanya di pesantren saja atau di majlis ta'lim yg mengikat..
50. Da'wah itu dengan seluruh fasilitas yg ada di bumi bukan dengan fasilitas hobi kami"..
51. Da'wah itu memperlihatkan kebenaran bukan mempertontonkan keegoan...
52. Da'wah itu sibuk dengan do'a dzikir dan fikir bukan bersandar kepada sebab semata atau pemikiran orang kafir..
53. Da'wah itu dengan Wahyu Allah dan Sunnah Nabi bukan dengan ilmu akal semata apalagi dengan hawa nafsu pribadi...
54. Da'wah itu dengan Akhlaq terpuji dan Amal Soleh juga Kalimat Toyyibah bukan hanya dengan ceramah dan perintah ..
55. Da'wah itu saling tolong bukan saling todong..
56. Da'wah itu mengislahkan pertikaian bukan menyulut permusuhan..
67. Da'wah itu menyehatkan jasmani dan ruhani Umat bukan menularkan penyakit pada masyarakat..
Wallaahu A'lam bisshowaab
Selamat berda'wah " semoga Mendapat Pertolongan Allah..
Thursday, September 15, 2016
Bu AMIR penjual soto yosodipuran SOLO
Kisah ini disampaikan oleh Bu Das Salirawati, Dosen Hebat Univ. Negeri Yogyakarta
Dalam rangka perjalanan untuk pekerjaan ke Solo, suatu hari saya mampir makan di warung soto di Solo.
Habis bubaran salat jum'at saya mampir ke warung soto itu, karena sangat ramai dikunjungi pelanggannya. Saya pikir soto ini pasti enak karena pengunjungnya sampai ke teras warung...
Suasananya rada aneh, ketika saya lihat sekeliling meja, banyak sekali abang-abang becak yang makan di sana.
"Hemmm.. Pantesan rame, sotonya memang benar-benar enak!"
Ketika selesai makan dan mau membayar, Bu Amir pemilik warung soto itu melarang saya mengeluarkan uang.
"Tidak usah bayar Dik, terima kasih atas kunjungannya.".. ..
Dengan penuh rasa heran saya bertanya alasannya kenapa gak mau dibayar?
"Ini hari Jumat Dik, di sini tiap hari Jumat gratis!"
Masya Allah, terjawab sudah kenapa sebagian besar yang makan di warung ini tukang becak.
Setengah bingung saya mencoba mendekat ke tempat Bu Amir duduk.
"Ibu, apa gak rugi jual soto seharian gak dapat uang?", tanya saya setengah menyelidik.
"Dik, dari hari Sabtu sampai hari Kamis kan alhamdulillah kami dikasih rejeki,
dikasih untung sama Allah!!!
Kalau kami bersyukur dengan cara menggratiskan satu hari, untung kami masih sangat banyak untuk ukuran kami.
Kalau mau jujur seharusnya kami memberikan hak kepada Allah minimal 30% !
Coba adik pikir, siapa yang menggerakkan hati pelanggan-pelanggan kami untuk datang kemari ?
"Kalau kami harus membayar salesman, berapa uang yang harus kami bayar?"
"Semoga dengan 1/7 bagian ini Allah ridho. Sebagian besar dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai 4 anak kami. Mereka kuliah semua Dik. Satu di kedokteran UGM, satu di Teknik Sipil ITB, yang 2 lagi di UNS sini. Kalau bukan karena pertolongan Allah, mana bisa usaha kami yang sekecil ini membiayai kuliah 4 orang!"
Bu Amir menjelaskan panjang lebar.
Jelegeeer.... !!! Saya seperti disambar petir.
Warung soto sekecil ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua! Bahkan malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi !!!
Saya gak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah makan soto gratis, saya masuk Mall.
Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir.
Saya pikir, "Masa Bu Amir gak mau dikasih dompet secantik ini?"
Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya.
"Lho, kok balik lagi, ada yang ketinggalan Dik?", sapa Bu Amir heran.
"Mohon maaf Bu, ini hadiah dari saya tolong diterima. Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya."
Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak:
"Dik, terimakasih hadiahnya. Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pake dompet ini saja, kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada. Awet banget, tuh sampe sekarang masih bagus."
Bu Amir menepuk bahu saya.
"Bawa saja pulang dan hadiahkan buat ibumu. Percayalah, ibumu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo. Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai. Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik."
Begitu kata Bu Amir sambil tersenyum.
Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala....
CATATAN
Silakan coba sotonya di lokasi : Yosodipuro dekat museum Pers Solo
Jika beli soto di situ selain hari jum'at, kembaliannya jangan diterima. Ketika membayar dan diberi kembaliannya, katakanlah "nderek titip kagem sedekah Jumat bu".
Beliau akan berterima kasih & mendoakan kita nggak habis2nya.
Aamiin... aamiin... aamiin...
Beliau mendoakan kita & Allah ridho akan doanya.
Ibu tsb diparingi Gusti Allah SWT rejeki luar biasa krn rasa syukur & ikhlasnya
Dalam rangka perjalanan untuk pekerjaan ke Solo, suatu hari saya mampir makan di warung soto di Solo.
Habis bubaran salat jum'at saya mampir ke warung soto itu, karena sangat ramai dikunjungi pelanggannya. Saya pikir soto ini pasti enak karena pengunjungnya sampai ke teras warung...
Suasananya rada aneh, ketika saya lihat sekeliling meja, banyak sekali abang-abang becak yang makan di sana.
"Hemmm.. Pantesan rame, sotonya memang benar-benar enak!"
Ketika selesai makan dan mau membayar, Bu Amir pemilik warung soto itu melarang saya mengeluarkan uang.
"Tidak usah bayar Dik, terima kasih atas kunjungannya.".. ..
Dengan penuh rasa heran saya bertanya alasannya kenapa gak mau dibayar?
"Ini hari Jumat Dik, di sini tiap hari Jumat gratis!"
Masya Allah, terjawab sudah kenapa sebagian besar yang makan di warung ini tukang becak.
Setengah bingung saya mencoba mendekat ke tempat Bu Amir duduk.
"Ibu, apa gak rugi jual soto seharian gak dapat uang?", tanya saya setengah menyelidik.
"Dik, dari hari Sabtu sampai hari Kamis kan alhamdulillah kami dikasih rejeki,
dikasih untung sama Allah!!!
Kalau kami bersyukur dengan cara menggratiskan satu hari, untung kami masih sangat banyak untuk ukuran kami.
Kalau mau jujur seharusnya kami memberikan hak kepada Allah minimal 30% !
Coba adik pikir, siapa yang menggerakkan hati pelanggan-pelanggan kami untuk datang kemari ?
"Kalau kami harus membayar salesman, berapa uang yang harus kami bayar?"
"Semoga dengan 1/7 bagian ini Allah ridho. Sebagian besar dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai 4 anak kami. Mereka kuliah semua Dik. Satu di kedokteran UGM, satu di Teknik Sipil ITB, yang 2 lagi di UNS sini. Kalau bukan karena pertolongan Allah, mana bisa usaha kami yang sekecil ini membiayai kuliah 4 orang!"
Bu Amir menjelaskan panjang lebar.
Jelegeeer.... !!! Saya seperti disambar petir.
Warung soto sekecil ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua! Bahkan malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi !!!
Saya gak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah makan soto gratis, saya masuk Mall.
Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir.
Saya pikir, "Masa Bu Amir gak mau dikasih dompet secantik ini?"
Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya.
"Lho, kok balik lagi, ada yang ketinggalan Dik?", sapa Bu Amir heran.
"Mohon maaf Bu, ini hadiah dari saya tolong diterima. Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya."
Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak:
"Dik, terimakasih hadiahnya. Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pake dompet ini saja, kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada. Awet banget, tuh sampe sekarang masih bagus."
Bu Amir menepuk bahu saya.
"Bawa saja pulang dan hadiahkan buat ibumu. Percayalah, ibumu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo. Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai. Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik."
Begitu kata Bu Amir sambil tersenyum.
Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala....
CATATAN
Silakan coba sotonya di lokasi : Yosodipuro dekat museum Pers Solo
Jika beli soto di situ selain hari jum'at, kembaliannya jangan diterima. Ketika membayar dan diberi kembaliannya, katakanlah "nderek titip kagem sedekah Jumat bu".
Beliau akan berterima kasih & mendoakan kita nggak habis2nya.
Aamiin... aamiin... aamiin...
Beliau mendoakan kita & Allah ridho akan doanya.
Ibu tsb diparingi Gusti Allah SWT rejeki luar biasa krn rasa syukur & ikhlasnya
Friday, August 26, 2016
Rahasia rumah sakit sangat sepi pasien
Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Al Mukarramah)
Selama 6 bulan, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit...?
Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana :
'Bila kami sakit,
ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah :
✅ 1). Sholat dua rakaat, dan memohon kesehatan kepada Alloh SWT.
In sya Alloh sembuh dengan izin dan kasih sayang-NYA....
Kalau belum sembuh,
✅ 2). Ikhtiar ke-dua.
Yaitu baca Al Fatihah / surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum...
Dan Alhamdulillaah kami akan sehat...
Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.
Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yang ke-tiga.
✅ 3). Yaitu ber sodakoh dengan niat mendapatkan pahala kebaikan dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. In sya Alloh akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yang ke-empat.
✅ 4). Yaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi صل الله عليه وسلم beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa.
Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yang ke-lima.
✅ 5). Yaitu minum madu dan habbatussauda.
✅ 6). Ikhtiar yang ke-enam yaitu dengan mengambil makanan herba, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran.
Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwatta illaa billaah...
✅ 7). Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ke-tujuh yaitu... pergi ke dokter muslim yang soleh...
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِين
“Dan apabila aku sakit. Dialah (Alloh) yang menyembuhkanku” (Qs. As Syu'araa: 8).
In sya Alloh akan diberi kesembuhan dari Alloh Azza wa Jalla dan mudah-mudahan ini bisa menjadi acuan kita dalam menghadapi ujian yang Alloh berikan kepada kita sehingga banyak hal yang kita dapat. kesabaran...
mengikuti sunnah... dan mendapat ganjaran kebaikan dari Alloh.
Aamiiin.....
Semoga bermanfaat buat kita semua.
Selama 6 bulan, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit...?
Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana :
'Bila kami sakit,
ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah :
✅ 1). Sholat dua rakaat, dan memohon kesehatan kepada Alloh SWT.
In sya Alloh sembuh dengan izin dan kasih sayang-NYA....
Kalau belum sembuh,
✅ 2). Ikhtiar ke-dua.
Yaitu baca Al Fatihah / surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum...
Dan Alhamdulillaah kami akan sehat...
Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.
Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yang ke-tiga.
✅ 3). Yaitu ber sodakoh dengan niat mendapatkan pahala kebaikan dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. In sya Alloh akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yang ke-empat.
✅ 4). Yaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi صل الله عليه وسلم beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa.
Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yang ke-lima.
✅ 5). Yaitu minum madu dan habbatussauda.
✅ 6). Ikhtiar yang ke-enam yaitu dengan mengambil makanan herba, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran.
Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwatta illaa billaah...
✅ 7). Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ke-tujuh yaitu... pergi ke dokter muslim yang soleh...
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِين
“Dan apabila aku sakit. Dialah (Alloh) yang menyembuhkanku” (Qs. As Syu'araa: 8).
In sya Alloh akan diberi kesembuhan dari Alloh Azza wa Jalla dan mudah-mudahan ini bisa menjadi acuan kita dalam menghadapi ujian yang Alloh berikan kepada kita sehingga banyak hal yang kita dapat. kesabaran...
mengikuti sunnah... dan mendapat ganjaran kebaikan dari Alloh.
Aamiiin.....
Semoga bermanfaat buat kita semua.
Friday, August 12, 2016
"Istimroriyah & Tawazun" Dua Permata Jiwa
Oleh Abdullah Haidir
Riyadh
(1) Dua
hal yg sangat mendasar dalam beragama.... istimroriyah (kontinyuitas) dan
tawazun (keseimbangan).
(2) Istimroriyah (kontinyuitas) berbicara ttg konsistensi, daya tahan dan kesiapan menghadapi cobaan.
(3) Sedangkan tawazun (keseimbangan) berbicara tentang pemahaman, kendali diri dan proporsionalitas.
(4) Hal ini karena beragama bukan semata masalah emosi, juga bukan semata masalah intelektual.
(5) Beragama adalah sebuah keyakinan yang diwujudkan dalam amal yang berimbang, terus dijaga hingga ajal menjelang.
(6) Istimroriyah, dlm bhs syariat disebut dg istiqamah ... konsistensi. Disini kt berbicara ttg kesungguhnya berprinsip.
(7) Istimroriyah terkait erat dg konsep Khusnul Khatimah. Sabda Nabi, penilaian amal ada di akhir (Shahih Ibnu Hibban).
(8) Dalam Al-Quran, jg telah dipesan; "Jangan mati kecuali dlm keadaan Islam.." (QS. Ali Imran: 102).
(9) Itu berarti perintah utk menjaga iman dan amal sampai detik2 terakhir. Krn tdk ada satupun dri kt yg tahu kapan kemtian kan datang.
(10) Menjaga istimroriyah memiliki tantangan tersendiri, karena manusia memiliki sifat bosan.
(11) Karenanya Allah sangat mencintai perbuatan yg istimror (kontinyu) walau sedikit (Muttafaq alaih).
(12) Dalam banyak hal, keberhasilan dan kegagalan kita lbih ditentukan oleh istimroriyah atau tidak tidaknya dibanding faktor lainnya.
(13) Dakwah, ngaji, belajar, menggelar program, dll... sangat beda tentu saja hasilnya antara yg istimror dg yg tidak.
(14) Dlm dakwah misalnya, kt sering terpesona dg semangt luar biasa, dan jumlah besar. namun seringkali hanya sesaat saja.
(15) Semntara yg menggelar pengajian bertahun-tahn secara kontinyu dan dihadiri beberpa puluh atau gelintir org saja, sering tdk dianggap.
(16) Padahl justeru dari sana biasanya lahir para ulama, pemikir dan bahkan pemimpin nasional hingga internasional.
(17) Istimroriyah memang mahal, dia butuh orang yang besar hatinya utk menapaki jalan dg tekun dn tidak terombang ambing kesana kemari.
(18) Karena sehebat apapun sebuah idiologi, program, cita2, kalau tidak istimror menjalaninya, dia kan percuma.
(19) Kita coba bicara ttg tawazun... keseimbangan... dlm bhs Al-Quran disebut 'adil'.
(20) Adil bukan sama rata sama rasa... hal itu, pada taraf tertentu justeru zalim... adil adalah menemptkan sesuatu pada tempatnya.
(21) Nah, beragama menuntut kita utk seimbang, artinya harus memenuhi segala kebutuhan sesuai proporsinya.
(22) Kebutuhan rohani, materi, lahir, batin, harta, jiwa, tauhid, akhlak, sosial, individu, keluarga, masyrakat, dll.
(23) Keseimbangan di sini artinya bukan dlm taraf minimal... yg penting ada.. tapi dlm taraf maksimal... masing2 terpnuhi scara maksimal.
(24) Rasulullah saw, di tengah kelurga; org terbaik, dlm pemerintahan; kepla negara utama, dlm medan tempur; komandan, dlm ibadah; jgn ditanya.
(25) Dalam sosial; semua senang, dlm bertutur kata; tak ada dusta dan menyakiti; Dalam tauhid; Emang itu misi utamanya.
(26) Pendek kata... tawazun disini adalah pemenuhan secara proporsional serta maksimal setiap kebutuhan yg ada.
(27) Disinilah kita sering tersandung... asyik belajar, lupa kebutuhan rohani, lupa cari materi, bahkan ada yg lupa 'cari isteri' :)
(28) Ada yg asyik bekerja... abai dg intelektualnya, acuh dg sosialnya, tak peduli ibadahnya, apalagi dakwahya.
(29) Ada yg semangat berzikir... tak mau berpikir, janjinya sering mangkir, sadaqahnya kikir, diajak berpolitik dia bilang.. mau pikir-pikir.
(30) Ada yg mantap ajakan tauhidnya... tapi lisannya tajam, sikapnya seram, terhadap saudara bawaannya selalu geram.
(31) Dlm beberapa riwyat Rasulullah saw menegur sikap beberapa shahabat yg tdk adil... walau sang shahabt melakukannya dg semngt agama.
(32) Ingat hadits muttafaq alaih ttg tiga org shahabt.. setlah mendaptkan info dari Aisyah bgaiman ibadah Nabi saw.
(33) Yg satu bilng, akan puasa trus, yg satu bilang akan bangun mlam trus, yg satu bilng ga mau nikah.
(34) Ketika tahu, justeru Nabi saw tegur mrk. Dia katakan, sy org paling bertakwa dan plng takut (Allah), saya puasa tp berbuka.
(35) Saya shalat malam tp tidur.. sya juga mnikahi wanita.... Lalu Nbi tutup dg ucapan "Siapa yg tdk suka sunahku, dia bukan golonganku.."
(36) Sayangnya ucapn ini sering dikutp utk urusn nikah saja.. mestinya juga dipahami bahwa selain puasa, berbuka juga sunah,
(37) Selain shalat malam, tidur juga sunah... karena disana terdapat tawazun, pemenuhan terhada hak2 yg harus dipenuhi.
(38) Seperti istimroriyah... tawazun juga berat.. karena kita sering subyektif melihat.. dan cenderung mengikuti nafsu.
(39) Ini juga salah satu pintu setan dlm menyesatkan.. menghilangkan tawazun.. buat org tertentu, tdk digoda utk tidak shalat atau berzikir.
(40) Tapi digoda agar dg shalat dan zikirnya, membuat yg lain terbengkalai... tidak tawazun... buat yg lain, sebaliknya.
(41) Terapi tawazun adalah, memahami Islam secara integral dan terus menerus mengamalkannya secara integral pula... Syamil gitu loh.
(42) Adapula tambahannya... jangan pernah berhenti belajar dan memahami... bisa jadi awalnya tawazun, namun dlm perjalannya ada penympangan.
(43) Atau utk suatu masa proporsi pemenuhan thd sesuatu sudah tepat, pada masa lainnya sudah tdk cocok proporsinya.
(44) Antara istimroriyah (kontinyuitas) dan tawazun (keseimbangan) harus beriringan. Tidak boleh yg satu mengalhkan yg lain.
(45) Istimror tapi tidak tawazun atau tawazun tapi tidak istimroh... keduanya tiada guna.
(46) Justeru keduanya saling melengkapi.. istimror akar mudah tercipta kalau seseorang tawazun dan tawazun akan tampak hasilnya kalau istimror.
(47) Sebab tawazun adalah fitrah.. sesuatu yg fitrah, lebih mudah dan lebih mampu bertahan utk diteruskan.
(48) Tawazun, walau lambat, terkesan tdk bombastis, dia akan tampak yg paling berkilauan di kemudian hari. sekian.
(2) Istimroriyah (kontinyuitas) berbicara ttg konsistensi, daya tahan dan kesiapan menghadapi cobaan.
(3) Sedangkan tawazun (keseimbangan) berbicara tentang pemahaman, kendali diri dan proporsionalitas.
(4) Hal ini karena beragama bukan semata masalah emosi, juga bukan semata masalah intelektual.
(5) Beragama adalah sebuah keyakinan yang diwujudkan dalam amal yang berimbang, terus dijaga hingga ajal menjelang.
(6) Istimroriyah, dlm bhs syariat disebut dg istiqamah ... konsistensi. Disini kt berbicara ttg kesungguhnya berprinsip.
(7) Istimroriyah terkait erat dg konsep Khusnul Khatimah. Sabda Nabi, penilaian amal ada di akhir (Shahih Ibnu Hibban).
(8) Dalam Al-Quran, jg telah dipesan; "Jangan mati kecuali dlm keadaan Islam.." (QS. Ali Imran: 102).
(9) Itu berarti perintah utk menjaga iman dan amal sampai detik2 terakhir. Krn tdk ada satupun dri kt yg tahu kapan kemtian kan datang.
(10) Menjaga istimroriyah memiliki tantangan tersendiri, karena manusia memiliki sifat bosan.
(11) Karenanya Allah sangat mencintai perbuatan yg istimror (kontinyu) walau sedikit (Muttafaq alaih).
(12) Dalam banyak hal, keberhasilan dan kegagalan kita lbih ditentukan oleh istimroriyah atau tidak tidaknya dibanding faktor lainnya.
(13) Dakwah, ngaji, belajar, menggelar program, dll... sangat beda tentu saja hasilnya antara yg istimror dg yg tidak.
(14) Dlm dakwah misalnya, kt sering terpesona dg semangt luar biasa, dan jumlah besar. namun seringkali hanya sesaat saja.
(15) Semntara yg menggelar pengajian bertahun-tahn secara kontinyu dan dihadiri beberpa puluh atau gelintir org saja, sering tdk dianggap.
(16) Padahl justeru dari sana biasanya lahir para ulama, pemikir dan bahkan pemimpin nasional hingga internasional.
(17) Istimroriyah memang mahal, dia butuh orang yang besar hatinya utk menapaki jalan dg tekun dn tidak terombang ambing kesana kemari.
(18) Karena sehebat apapun sebuah idiologi, program, cita2, kalau tidak istimror menjalaninya, dia kan percuma.
(19) Kita coba bicara ttg tawazun... keseimbangan... dlm bhs Al-Quran disebut 'adil'.
(20) Adil bukan sama rata sama rasa... hal itu, pada taraf tertentu justeru zalim... adil adalah menemptkan sesuatu pada tempatnya.
(21) Nah, beragama menuntut kita utk seimbang, artinya harus memenuhi segala kebutuhan sesuai proporsinya.
(22) Kebutuhan rohani, materi, lahir, batin, harta, jiwa, tauhid, akhlak, sosial, individu, keluarga, masyrakat, dll.
(23) Keseimbangan di sini artinya bukan dlm taraf minimal... yg penting ada.. tapi dlm taraf maksimal... masing2 terpnuhi scara maksimal.
(24) Rasulullah saw, di tengah kelurga; org terbaik, dlm pemerintahan; kepla negara utama, dlm medan tempur; komandan, dlm ibadah; jgn ditanya.
(25) Dalam sosial; semua senang, dlm bertutur kata; tak ada dusta dan menyakiti; Dalam tauhid; Emang itu misi utamanya.
(26) Pendek kata... tawazun disini adalah pemenuhan secara proporsional serta maksimal setiap kebutuhan yg ada.
(27) Disinilah kita sering tersandung... asyik belajar, lupa kebutuhan rohani, lupa cari materi, bahkan ada yg lupa 'cari isteri' :)
(28) Ada yg asyik bekerja... abai dg intelektualnya, acuh dg sosialnya, tak peduli ibadahnya, apalagi dakwahya.
(29) Ada yg semangat berzikir... tak mau berpikir, janjinya sering mangkir, sadaqahnya kikir, diajak berpolitik dia bilang.. mau pikir-pikir.
(30) Ada yg mantap ajakan tauhidnya... tapi lisannya tajam, sikapnya seram, terhadap saudara bawaannya selalu geram.
(31) Dlm beberapa riwyat Rasulullah saw menegur sikap beberapa shahabat yg tdk adil... walau sang shahabt melakukannya dg semngt agama.
(32) Ingat hadits muttafaq alaih ttg tiga org shahabt.. setlah mendaptkan info dari Aisyah bgaiman ibadah Nabi saw.
(33) Yg satu bilng, akan puasa trus, yg satu bilang akan bangun mlam trus, yg satu bilng ga mau nikah.
(34) Ketika tahu, justeru Nabi saw tegur mrk. Dia katakan, sy org paling bertakwa dan plng takut (Allah), saya puasa tp berbuka.
(35) Saya shalat malam tp tidur.. sya juga mnikahi wanita.... Lalu Nbi tutup dg ucapan "Siapa yg tdk suka sunahku, dia bukan golonganku.."
(36) Sayangnya ucapn ini sering dikutp utk urusn nikah saja.. mestinya juga dipahami bahwa selain puasa, berbuka juga sunah,
(37) Selain shalat malam, tidur juga sunah... karena disana terdapat tawazun, pemenuhan terhada hak2 yg harus dipenuhi.
(38) Seperti istimroriyah... tawazun juga berat.. karena kita sering subyektif melihat.. dan cenderung mengikuti nafsu.
(39) Ini juga salah satu pintu setan dlm menyesatkan.. menghilangkan tawazun.. buat org tertentu, tdk digoda utk tidak shalat atau berzikir.
(40) Tapi digoda agar dg shalat dan zikirnya, membuat yg lain terbengkalai... tidak tawazun... buat yg lain, sebaliknya.
(41) Terapi tawazun adalah, memahami Islam secara integral dan terus menerus mengamalkannya secara integral pula... Syamil gitu loh.
(42) Adapula tambahannya... jangan pernah berhenti belajar dan memahami... bisa jadi awalnya tawazun, namun dlm perjalannya ada penympangan.
(43) Atau utk suatu masa proporsi pemenuhan thd sesuatu sudah tepat, pada masa lainnya sudah tdk cocok proporsinya.
(44) Antara istimroriyah (kontinyuitas) dan tawazun (keseimbangan) harus beriringan. Tidak boleh yg satu mengalhkan yg lain.
(45) Istimror tapi tidak tawazun atau tawazun tapi tidak istimroh... keduanya tiada guna.
(46) Justeru keduanya saling melengkapi.. istimror akar mudah tercipta kalau seseorang tawazun dan tawazun akan tampak hasilnya kalau istimror.
(47) Sebab tawazun adalah fitrah.. sesuatu yg fitrah, lebih mudah dan lebih mampu bertahan utk diteruskan.
(48) Tawazun, walau lambat, terkesan tdk bombastis, dia akan tampak yg paling berkilauan di kemudian hari. sekian.
Monday, July 18, 2016
Menikmati Program 1821
Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School | www.auladi.net
Apa itu program 1821? Program 1821 adalah program yang “menyengaja” orangtua untuk fokus dengan anak.
Di program 1821 ini suami-istri, orangtua-anak, berinteraksi secara full, mematikan segala jenis kotak: handphone, tv, laptop, kompor, mesin cuci! Entah nanti jika benda-benda ini berubah bentuk jadi tidak kotak.
Program 1821 artinya dari jam 18.00 sampai 21.00 sampai menjelang anak tidur, tidak ada lagi sambil-sambilan lagi ngurus anak dan keluarga. Sambil masak, sambil nyuci, sambil setrika, sambil buka laptop, hp, tv. Kecuali, alat-alat itu jadi sumber belajar. Itu pun sesekali. Jika seringkali bisa jadi itu tanda-tanda kita gak ngurus anak karena hanya meng-outsourcingkan anak kepada laptop, hp dan tv.
Yang belum tahu program 1821 baca lengkap tulisannya di Auladi Parenting School
Apa saja yang dapat dilakukan pada saat 1821? Tidak mungkin kok kita kehabisan ide. Yang masih bingung, jangan khawatir, itu lebih karena sebagian kita belum terbiasa FOKUS.
Fokus itu kata kunci, alias tidak sambil-sambilan. Mencari ide itu jauh lebih ringan daripada melawan musuh terbesar 1821: tidak fokus.
Hampir semua orang yang melaksanakan 1821 jika tidak terbiasa merasakan beratnya untuk istiqomah. Berat untuk tidak menengok hp dll. Tapi jika mampu melewati dalam 3 bulan, hmm insya Allah malah nikmat dan ketagihan.
Program 1821 adalah program yang sangat sederhana (simple), praktis dan gampang dipraktikan siapapun. Tapi rasakan saja, manfaatnya sama sekali tidak sederhana.
Dengan 1821, perasaan bertanggung jawab muncul, kita merasa punya “peran” sebagai orangtua betulan, bukan hanya kebetulan jadi orangtua. Perasaan percaya diri bahwa kita dapat menjadi orangtua terbaik muncul. Akibatnya, energi positif dan cahaya kebaikan makin bersinar di keluarga kita.
Itu dari sisi orangtua pribadi. Belum sisi manfaat untuk anak sendiri, dari sisi hubugan suami istri, orangtua anak, yang makin menumbuhkan “mahabbah” di keluarga.
Mempraktikkan 1821 itu bagaikan kita memiliki program ta’lim atau halaqoh ilmu atau pesantren di rumah. Tiap hari! Sebelum anak kita dihalaqahkan di pesantrenkan ke orang lain. Anak-anak dihalaqahkan dipesantrenkan orangtuanya, tiap hari.
Demi Allah! Semua anak butuh “software” yang harus diinstal ke dalam hati dan pikirannya untuk menggerakan “hardware” untuk nanti mempengaruhi tubuhnya yaitu sikap dan perbuatannya. Jika kita tidak menginstall software pada anak kita, maka buktikkan anak kita akan mendapatkan sofware itu dari tempat lain. Bagaimana jika software itu dia dapatkan dari internet tv dan pergaulan yang buruk? Naudzubillah.
Jadi apa saja kegiatan di 1821. Banyak, tapi jika dirangkum dalam 3 kata sederhana adalah: BELAJAR-MAIN-NGOBROL. Ketiganya sebenarnya bersinggungan tapi jika dikerucutkan ya itu saja kegiatannta: BELAJAR-MAIN-NGOBROL (BMN).
Belajar itu tidak dibatasi pelajaran sekolah, tentu artinya belajar sekolah sangat penting belajar bisa juga soal-soal hal sederhana: tiap hari dibahas di rumah soal bagaimana agar bisa disenangi teman, bagaimana adab-adab sopan santun di tempat umum dll.
Main? Serius main sama anak malam-malam? Ini serius. Anak saya dibebaskan main sore hari sama teman, maka yang malam jatah main dengan orangtua. Main sama anak jelas sunnah! Itu bagian dari tarbiyah! Bagi kita main itu bisa jadi main-makn. Bagi anak? Main itu serius!
Tapi bedanya dengan main dengan siang, main di 1821 jika memungkinkan adalah permainan yang tidak memacu adrenalin atau fisik berlebihan. Jika tidak, jangan-jangan nanti malah jadi telat tidurnya, yang akan mempengaruhi jadwal bangunnya. Permainan-permainan yang tidak mengurus tenaga berlebihan misalnya: catur, congklak, main kartu, ular tangga, monopoli mencari ‘harta karun’, mencari kutu di rambut heh. Seabrek permainan lainnya dapat kita lakukan.
Ngobrol, artinya bukan hanya ngomongin anak, tapi juga ngajak ngomong anak. Beda lho ngomongin anak dan ngajak ngomong. Ngobrol itu menyehatkan jiwa. Ingat, orang-orang berbahaya di dunia bukanlah orang yang banyak bicara tapi justru orang yang tidak bisa bicara.
Bukan, bukan artinya orang bisu bahaya. Ini orang bisa bicara, tapi tidak bisa mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakannya.
Apa pekerjaaan orang gila sebelum gila, banyak ngomong apa banyak diam? Apa pekerjaan orang bunuh diri sebelum bunuh diri? Banyak ngomong atau banyak diam? Periksa semua pelaku pembunuhan massal, mutilasi dan sodomi? Orang yang diam atau banyak bicara?
Apakah BMN harus dilakukan setiap 1821 semuanya? Atau boleh B saja, M saja atau N saja? Terserah Anda, tak usah kaku lah. Boleh ketiganya sekaligus, boleh hanya B dan M saja tiap hari, boleh bergantian tiap hari, tidak ada patokan baku.
Bagaimana jika suami saya datangnya jam 19? Bagaimana jika anak saya tidurnya jam 20? Gak usah ribet dan rebut, jika bisanya mulai jam 19 laksanakan 1921. Jika anak tidur jam 20, laksanakan 1820. Itu juga masih bagian Anda mempraktikan 1821. Jika tidak bisa mengambil semuanya, jangan tinggalkan semuanya. “Ma lam yudrooku kulluhu, laa yudrooku kulluhu”.
Program 1821 adalah program yang sangat sederhana (simple), praktis dan gampang dipraktikan siapapun. Tapi rasakan saja, manfaatnya sama sekali tidak sederhana. Seperti beberapa kalimat menyenangkan berikut dari beberapa orangtua yang sudah menikmati 1821.
“Abah, sejak melaksanakan program 1821 dari pelatihan abah, suami saya kalau pulang kerja sekarang tidak lagi megang handphone. Dia main sama anak. Betapa bahagianya saya dengan apa yang dilakukan suami. Bahkan terus ‘ketagihan’ ngurus anak, saat pagi, saat saya tidur di dapur bahkan suami saya sekarang yang sibuk ngurus anak, sementara saya sibuk ngurus dapur.”
“Abah Ihsan, makasih banget 1821 nya, sampai bikin mba Rasya sempat nangis minta jam lebih. Kami bahagia, ketawa-ketawa, kemana kami selama ini? Berasa jadi orangtua tak berguna! Padahal hal yang menurut kami sepele cuma ngaji, baca buku, main hompimpa. Misalnya mbak belajar perbedaan dari hompimpa itu bagaimana, apa kriteria menang dalam hompimpa. Banyak hal lain yang dapat dipelajari dari hal sepele seperti itu. Lanjut main ayunan pake sarung. Jam 8 kami sudah karena mau tidur. Mbak Rasya nangis Abah, mina main lagi bareng kita. Ya Allah…. Abah, dia sangat bahagia sekali. Baru kali ini saya ngeliat dia sebahagia itu bersama kami. Setelah main bersama kami, dia kelaperan. Padahal sudah makan malam. Saya jadi gak susah nyuruh dia makan. Alhamdulillah dapat dobel, makasih abah!”
****
Ingin anak shalih? Yuk Jadi Orangtua Shalih. Mendidik Generasi Meraih Ridlo Ilahi.
Ingin anak shalih? Yuk Jadi Orangtua Shalih. Mendidik Generasi Meraih Ridlo Ilahi.
Contoh foto kegiatan B & N 1821 dan penjelasan lengkap dapat dilihat di Auladi Parenting School
Subscribe to:
Posts (Atom)