Kalimat indah dari Dr. 'Aidh Al-Qarni
نحن لا نملك تغییر الماضي
Kita tdk bisa merubah yg telah terjadi
و لا رسم المستقبل
Juga tdk bisa menggariskan masa depan
فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?
على شيئ لا نستطیع تغییره؟
Atas apa yang sudah tdk bisa kita rubah
الحیاه قصیرة وأهدافها كثيرة
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
فانظر الى السحاب
و لا تنظر الى التراب
Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah
اذا ضاقت بك الدروب
فعلیك بعلام الغیوب
و قل الحمدلله على كل شيئ
Kalau merasa jalan sudah makin sempit,
kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang
وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang
الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia
التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah swt
نحن لسنا السكان الأصليين
لهذا الكوكب الأرض
بل نحن ننتمي إلى الجنّة
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga
حيث كان أبونا أدم
يسكن في البداية
لكننا نزلنا هنا مؤقتاً
لكي نؤدّي اختبارا قصيرا
ثم نرجع بسرعة
Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.
فحاول أن تعمل ما بوسعك
لتلحق بقافلة الصالحين
التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع
و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah org2 salih, Yang akan kembali ke tanah air yg sgt luas, di akhirat sana...
Jgn sia2kan waktumu di planet kecil ini..!
الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ
سنجتمَع في الآخره
الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه
والآخر في النار
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yg jauh,
Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat
Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.
جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.
Tuesday, January 13, 2015
Wednesday, January 07, 2015
Sholat Subuh Berjama'ah
🌴Kajian Pagi🌴
SHOLAT SHUBUH BERJAMA'AH
Setelah mengerjakan Shalat Tahajud dan membaca Alquran, Rasulullah meneruskannya dengan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid tempat adzan dikumandangkan. Ada begitu banyak keutamaan mengerjakan Shalat subuh berjamaah di masjid sampai sampai beliau pernah bersabda jika orang tahu pahala shalat subuh berjamaah, niscaya mereka akan mendatanginya meski dalam keadaan merangkak.
Dalil yang menyatakan keutamaan shalat subuh..
”Sungguh, shalat yang PALING BERAT BAGI ORANG MUNAFIK, adalah shalat Isya dan SHALAT SHUBUH. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, SEKALIPUN DENGAN MERANGKAK ” (HR. Bukhari-Muslim).
Banyak ulama hadits menilai tentang penjelasan hadits ini, di antaranya bahwa untuk menilai seseorang apakah sungguh-SUNGGUH BERIMAN atau malah MUNAFIK, maka dapat dilihat shalat shubuhnya.
Shalat Shubuh merupakan satu di antara shalat wajib 5-waktu yang mempunyai KEKHUSUS-AN dan memiliki KEUTAMAAN yang luar biasa.
Merupakan SHALAT PALING UTAMA yang diwajibkan pada kaum Muslimin. (merupakan shalat yang sejak awal disyariatkan tetap 2-rakaat)
ADZAN shubuh berbeda dengan adzan shalat wajib lainnya, dengan menambahkan ’Ash-shaltu khairum minan naum’ – ”shalat itu lebih baik dari tidur, sebanyak 2 kali”
Rasulullah SAW memberikan DOA KHUSUS setelah shalat shubuh, yang berbeda dengan shalat lain. Doa ini sebagai tambahan ’wirid’ penutup shalat.
Diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
”Siapa mengatakan setelah shalat shubuh, SEBELUM MENINGGALKAN TEMPAT DUDUKNYA dan BERBICARA SEDIKITPUN – La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yuhyi wa yumitu wahuwa ala kulli sya in qadir – sebanyak 10X, maka akan ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan dan diangkat derajatnya 10 kali lebih tinggi. Satu hari penuh ia terlindungi dari suatu yg tidak disukai, terlindungi dari syetan, tidak ada dosa yang pantas dianggap sebagai dosa, kecuali syirik ” (HR.Tirmidzi).
Rasulullah SAW pernah menasehati Muslim bin harits :
”Jika kamu shalat shubuh, maka bacalah sebelum kamu berbicara – Allahumma ajirni minannar (Ya ALLAH lindungilah aku dari api neraka) – sebanyak 7X, maka jika kamu mati hari itu, ALLAH akan menjauhkanmu dari api neraka ” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
Rasulullah SAW selalu MENYURUH MEMENDEKKAN BACAAN shalat, KECUALI SHALAT SHUBUH !Abu Barzah Al-Islami meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada shalat shubuh membaca 60 sampai 100 ayat …..sampai sebentar lagi matahari terbit (HR. Muslim).
Rasulullah SAW mempunyai BACAAN KHUSUS SHALAT SHUBUH di HARI JUMAT ! Abu Huraira meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada rakaat pertama SURAH AS-SAJADAH dan rakaat kedua SURAH AL-INSAN. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib lainnya !
Shalat shubuh TIDAK BISA DI-QASAR dan DIJAMAK !
Seperti yang juga kita pahami dari beberapa hadits, pada saat shalat shubuh inilah pergantiang malam dan siang dimulai. Pada saat itu pula MALAIKAT MALAM dan SIANG BERKUMPUL dan BERGANTI TUGAS.
”SHALAT BERJAMAAH LEBIH UTAMA dari shalat sendirian sebanyak 25 kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang BERKUMPUL PADA SHALAT SHUBUH” (HR. Bukhari).
ALLAH SWT berfirman :
”Dan dirikanlah SHALAT SHUBUH. Sungguh, shalat shubuh itu DISAKSIKAN OLEH PARA MALAIKAT” (QS. Al-Isra : 78).
Ada lagi hal utama dalam shalat shubuh, adalah
DUA RAKAAT SHALAT FAJAR (shalat sunah sebelum atau qabliyah shubuh) yang LEBIH BAIK DARI DUNIA & SEISINYA (HR. Muslim).
Rasulullah SAW mengistimewakan shalat ini dengan menggambarkan bahwa :
”Seandainya dunia dan seisinya ini adalah sebuah kebaikan, maka JAUH LEBIH BAIK 2 RAKAAT SHALAT FAJAR YANG KITA KERJAKAN” !
Selain itu pula, SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID bisa menjadi PENERANG PADA HARI KIAMAT KELAK, seperti yg disabdakan Rasulullah SAW :
”Berilah kabar gembira bagi orang-orang YANG BERJALAN DI KEGELAPAN MENUJU MASJID (untuk mengerjakan shalat shubuh) DENGAN CAHAYA YANG TERANG-BENDERANG (pertolongan) PADA HARI KIAMAT ! ” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah).
Ammarah bin Ruwaibah berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Tidak akan pernah masuk neraka orang yang menjalankan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum tenggelamnya, yaitu shalat fajar dan asar” (HR Muslim)
Kita memiliki banyak waktu luang di waktu Ashar dan badan yang segar di waktu subuh, bagaimana bisa kita bisa melalaikan kedua Shalat wajib tersebut padahal Nikmat kesehatan sudah ALLAH berikan sebesar-besarnya kepada kita ??
Dari semua pengetahuan kita tentang keutamaan SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID INI, kesombongan apalagi pada diri kita yang akan menghalangi untuk menjalankannya ?
SHOLAT SHUBUH BERJAMA'AH
Setelah mengerjakan Shalat Tahajud dan membaca Alquran, Rasulullah meneruskannya dengan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid tempat adzan dikumandangkan. Ada begitu banyak keutamaan mengerjakan Shalat subuh berjamaah di masjid sampai sampai beliau pernah bersabda jika orang tahu pahala shalat subuh berjamaah, niscaya mereka akan mendatanginya meski dalam keadaan merangkak.
Dalil yang menyatakan keutamaan shalat subuh..
”Sungguh, shalat yang PALING BERAT BAGI ORANG MUNAFIK, adalah shalat Isya dan SHALAT SHUBUH. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, SEKALIPUN DENGAN MERANGKAK ” (HR. Bukhari-Muslim).
Banyak ulama hadits menilai tentang penjelasan hadits ini, di antaranya bahwa untuk menilai seseorang apakah sungguh-SUNGGUH BERIMAN atau malah MUNAFIK, maka dapat dilihat shalat shubuhnya.
Shalat Shubuh merupakan satu di antara shalat wajib 5-waktu yang mempunyai KEKHUSUS-AN dan memiliki KEUTAMAAN yang luar biasa.
Merupakan SHALAT PALING UTAMA yang diwajibkan pada kaum Muslimin. (merupakan shalat yang sejak awal disyariatkan tetap 2-rakaat)
ADZAN shubuh berbeda dengan adzan shalat wajib lainnya, dengan menambahkan ’Ash-shaltu khairum minan naum’ – ”shalat itu lebih baik dari tidur, sebanyak 2 kali”
Rasulullah SAW memberikan DOA KHUSUS setelah shalat shubuh, yang berbeda dengan shalat lain. Doa ini sebagai tambahan ’wirid’ penutup shalat.
Diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
”Siapa mengatakan setelah shalat shubuh, SEBELUM MENINGGALKAN TEMPAT DUDUKNYA dan BERBICARA SEDIKITPUN – La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yuhyi wa yumitu wahuwa ala kulli sya in qadir – sebanyak 10X, maka akan ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan dan diangkat derajatnya 10 kali lebih tinggi. Satu hari penuh ia terlindungi dari suatu yg tidak disukai, terlindungi dari syetan, tidak ada dosa yang pantas dianggap sebagai dosa, kecuali syirik ” (HR.Tirmidzi).
Rasulullah SAW pernah menasehati Muslim bin harits :
”Jika kamu shalat shubuh, maka bacalah sebelum kamu berbicara – Allahumma ajirni minannar (Ya ALLAH lindungilah aku dari api neraka) – sebanyak 7X, maka jika kamu mati hari itu, ALLAH akan menjauhkanmu dari api neraka ” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
Rasulullah SAW selalu MENYURUH MEMENDEKKAN BACAAN shalat, KECUALI SHALAT SHUBUH !Abu Barzah Al-Islami meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada shalat shubuh membaca 60 sampai 100 ayat …..sampai sebentar lagi matahari terbit (HR. Muslim).
Rasulullah SAW mempunyai BACAAN KHUSUS SHALAT SHUBUH di HARI JUMAT ! Abu Huraira meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada rakaat pertama SURAH AS-SAJADAH dan rakaat kedua SURAH AL-INSAN. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib lainnya !
Shalat shubuh TIDAK BISA DI-QASAR dan DIJAMAK !
Seperti yang juga kita pahami dari beberapa hadits, pada saat shalat shubuh inilah pergantiang malam dan siang dimulai. Pada saat itu pula MALAIKAT MALAM dan SIANG BERKUMPUL dan BERGANTI TUGAS.
”SHALAT BERJAMAAH LEBIH UTAMA dari shalat sendirian sebanyak 25 kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang BERKUMPUL PADA SHALAT SHUBUH” (HR. Bukhari).
ALLAH SWT berfirman :
”Dan dirikanlah SHALAT SHUBUH. Sungguh, shalat shubuh itu DISAKSIKAN OLEH PARA MALAIKAT” (QS. Al-Isra : 78).
Ada lagi hal utama dalam shalat shubuh, adalah
DUA RAKAAT SHALAT FAJAR (shalat sunah sebelum atau qabliyah shubuh) yang LEBIH BAIK DARI DUNIA & SEISINYA (HR. Muslim).
Rasulullah SAW mengistimewakan shalat ini dengan menggambarkan bahwa :
”Seandainya dunia dan seisinya ini adalah sebuah kebaikan, maka JAUH LEBIH BAIK 2 RAKAAT SHALAT FAJAR YANG KITA KERJAKAN” !
Selain itu pula, SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID bisa menjadi PENERANG PADA HARI KIAMAT KELAK, seperti yg disabdakan Rasulullah SAW :
”Berilah kabar gembira bagi orang-orang YANG BERJALAN DI KEGELAPAN MENUJU MASJID (untuk mengerjakan shalat shubuh) DENGAN CAHAYA YANG TERANG-BENDERANG (pertolongan) PADA HARI KIAMAT ! ” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah).
Ammarah bin Ruwaibah berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Tidak akan pernah masuk neraka orang yang menjalankan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum tenggelamnya, yaitu shalat fajar dan asar” (HR Muslim)
Kita memiliki banyak waktu luang di waktu Ashar dan badan yang segar di waktu subuh, bagaimana bisa kita bisa melalaikan kedua Shalat wajib tersebut padahal Nikmat kesehatan sudah ALLAH berikan sebesar-besarnya kepada kita ??
Dari semua pengetahuan kita tentang keutamaan SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID INI, kesombongan apalagi pada diri kita yang akan menghalangi untuk menjalankannya ?
Wednesday, December 03, 2014
Romantisme
Sharing dari milis sebelah. Seorang ibu setengah baya pd sebuah pengajian rutin bertanya kpd ustadnya; 'stad bgmn membangun romantisme dlm keluarga" pertanyaan yg membuat keringat sang ustad mengalir deras....namun tetap mencoba menjawab;
Romantisme itu....
Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. “Sayang… bangun… saatnya shalat.” Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.
Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.
Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”
Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”
Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di kantin kantorku, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”
Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.
Romantis itu…
Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai. Bertemu saling mendoakan. Tangan dicium, pipi dikecup bergantian.
Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang.
Romantis itu…
Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menu sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.
Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung jawab mencetak generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.
Romantis itu…
Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau aktifitas dakwah.Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya...
So sweet..😀👍
Romantisme itu....
Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. “Sayang… bangun… saatnya shalat.” Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.
Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.
Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”
Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”
Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di kantin kantorku, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”
Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.
Romantis itu…
Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai. Bertemu saling mendoakan. Tangan dicium, pipi dikecup bergantian.
Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang.
Romantis itu…
Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menu sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.
Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung jawab mencetak generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.
Romantis itu…
Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau aktifitas dakwah.Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya...
So sweet..😀👍
Friday, November 14, 2014
Kisah Secangkir Kopi...
Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.
Setelah saling menyapa dan berbasa basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.
Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir. Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.
Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.
Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,
“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?
Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress.
Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya. Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!.
Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya. Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.
Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi.
Karena itu kunasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.
Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.
Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.
Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.
Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.
📚Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,
"مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ؛ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا"
"Barang siapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani).
✒Seorang bijak berpetuah,
“Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!
Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.
Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiri.
Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Namun justru sarana tersebut malah melalaikan mereka dari tujuan utama”.
🌹Maka, mari kita nikmati kopi kehidupan tersebut, apapun cangkirnya…😊
Setelah saling menyapa dan berbasa basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.
Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir. Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.
Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.
Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,
“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?
Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress.
Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya. Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!.
Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya. Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.
Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi.
Karena itu kunasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.
Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.
Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.
Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.
Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.
📚Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,
"مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ؛ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا"
"Barang siapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani).
✒Seorang bijak berpetuah,
“Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!
Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.
Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiri.
Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Namun justru sarana tersebut malah melalaikan mereka dari tujuan utama”.
🌹Maka, mari kita nikmati kopi kehidupan tersebut, apapun cangkirnya…😊
Wednesday, November 12, 2014
Letakkan Gelasmu...
Inspirasi semangat pagi
Buat mereka yg kehilangan semangat hidup...
Cukup Letakkan Gelasnya
-----------------
Seorang dosen memulai kuliah dengan memegang sebuah gelas berisi air, “kira-kira berapa berat gelas ini” Tanya nya pada para mahasiswa sambil mengangkat gelas tersebut pada posisi agak tinggi hingga seluruh mahasiswa dalam ruangan bisa melihatnya.
“50 gram..100 gram..150 gram..entahlah” jawab seorang mahasiswa
“well, kita takkan tahu jika tak menimbang nya” jawab sang dosen diiringi tawa kecil para mahasiswa
“pertanyaan nya adalah apa yang akan terjadi kalau saya mengangkat gelas ini selama 3 menit?” lanjutnya
“tidak akan terjadi apa-apa” kali ini jawaban seorang mahasiswa terdengar sangat meyakinkan
Dosen tersebut masih melanjutkan “kalau saya mengangkatnya selama sejam”
“wah..tangan anda akan keram prof” jawab si mahasiswa
“bagaimana kalau aku mengangkatnya seharian?”Tanya sang dosen belum puas
“entahlah, mungkin tangan anda akan mati rasa, beberapa otot akan terluka mungkin juga lumpuh. Dan yang jelas anda harus dibawa kerumah sakit ” seisi ruangan tertawa
“betul sekali, lantas apakah berat gelas ini akan berubah?”
“tidak prof”
“lalu apa yang harus saya lakukan supaya hal-hal buruk diatas tak perlu terjadi?”sang dosen terus bertanya
“anda tak boleh lupa untuk meletakkan gelasnya”
“persis, jangan mengangkat gelasnya terlalu lama”
Masalah hidup layaknya gelas tadi, semakin lama kita bawa, semakin lama kita akan terbebani, semakin menderita pula kita pada akhirnya.
Bobot masalah takkan berubah sedikitpun hanya kita begitu lama dan dalam memikirkan nya.
Benar bahwa setiap masalah memang harus difikirkan untuk dicari solusinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mempercayakan semua pada Allah, bahwa ditanganNya lah segala kuasa. Dia yang mengatur alam semesta, menjaga keseimbangan bumi, sangat mustahil jika Dia lupa memberi kita jalan keluar.
“Dialah yang telah menurunkan keterangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka ( yang telah ada ). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana” (Qs. Al Fath : 4)
Ketenangan hati adalah bukti kuatnya iman, sebaliknya kita harus hati-hati saat dilanda terlalu banyak kegelisahan, seolah masalah kita sangat besar, hingga merasa sebagai manusia paling menderita. Karena bisa jadi saat itu iman kita berada di titik nadir hingga syaithan leluasa menggoda.
Hidup lah dengan semangat pemburu syurga, niscaya takkan ada masalah yang terlalu berat terasa.
Biar TERSENGAT (TerSenyum dan Tetap Semangat)
*Diterjemahkan dari Islamic Thinking, dengan berbagai penyesuaian*
Buat mereka yg kehilangan semangat hidup...
Cukup Letakkan Gelasnya
-----------------
Seorang dosen memulai kuliah dengan memegang sebuah gelas berisi air, “kira-kira berapa berat gelas ini” Tanya nya pada para mahasiswa sambil mengangkat gelas tersebut pada posisi agak tinggi hingga seluruh mahasiswa dalam ruangan bisa melihatnya.
“50 gram..100 gram..150 gram..entahlah” jawab seorang mahasiswa
“well, kita takkan tahu jika tak menimbang nya” jawab sang dosen diiringi tawa kecil para mahasiswa
“pertanyaan nya adalah apa yang akan terjadi kalau saya mengangkat gelas ini selama 3 menit?” lanjutnya
“tidak akan terjadi apa-apa” kali ini jawaban seorang mahasiswa terdengar sangat meyakinkan
Dosen tersebut masih melanjutkan “kalau saya mengangkatnya selama sejam”
“wah..tangan anda akan keram prof” jawab si mahasiswa
“bagaimana kalau aku mengangkatnya seharian?”Tanya sang dosen belum puas
“entahlah, mungkin tangan anda akan mati rasa, beberapa otot akan terluka mungkin juga lumpuh. Dan yang jelas anda harus dibawa kerumah sakit ” seisi ruangan tertawa
“betul sekali, lantas apakah berat gelas ini akan berubah?”
“tidak prof”
“lalu apa yang harus saya lakukan supaya hal-hal buruk diatas tak perlu terjadi?”sang dosen terus bertanya
“anda tak boleh lupa untuk meletakkan gelasnya”
“persis, jangan mengangkat gelasnya terlalu lama”
Masalah hidup layaknya gelas tadi, semakin lama kita bawa, semakin lama kita akan terbebani, semakin menderita pula kita pada akhirnya.
Bobot masalah takkan berubah sedikitpun hanya kita begitu lama dan dalam memikirkan nya.
Benar bahwa setiap masalah memang harus difikirkan untuk dicari solusinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mempercayakan semua pada Allah, bahwa ditanganNya lah segala kuasa. Dia yang mengatur alam semesta, menjaga keseimbangan bumi, sangat mustahil jika Dia lupa memberi kita jalan keluar.
“Dialah yang telah menurunkan keterangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka ( yang telah ada ). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana” (Qs. Al Fath : 4)
Ketenangan hati adalah bukti kuatnya iman, sebaliknya kita harus hati-hati saat dilanda terlalu banyak kegelisahan, seolah masalah kita sangat besar, hingga merasa sebagai manusia paling menderita. Karena bisa jadi saat itu iman kita berada di titik nadir hingga syaithan leluasa menggoda.
Hidup lah dengan semangat pemburu syurga, niscaya takkan ada masalah yang terlalu berat terasa.
Biar TERSENGAT (TerSenyum dan Tetap Semangat)
*Diterjemahkan dari Islamic Thinking, dengan berbagai penyesuaian*
Friday, November 07, 2014
Bangun Malam & Layani Orang Lain
🌱By jamillazzaini
Rabu malam (29/2/2012) kemarin, saya terbang dengan pesawat garuda GA 324 Jakarta-Surabaya. Duduk di sebelah saya seorang bernama Yadi Sudjatmiko.
Lelaki paruh baya ini menuju Malang setelah menempuh perjalanan panjang dari Oman. Ia bekerja di salah satu perusahaan minyak disana. Satu bulan sekali ia pulang ke Indonesia, berlibur satu bulan kemudian bekerja lagi satu bulan.
Banyak pelajaran yang saya peroleh dari lelaki yg telah memiliki 3 orang anak ini. Pak Yadi hanya lulusan STM, tetapi kini ia bergaji besar mengalahkan sarjana teknik yg saya kenal.
Apakah itu diperolehnya dg mudah? TIDAK.
Setelah lulus STM ia mencari pekerjaan ke Jakarta dan Surabaya, namun yg ia dapatkan hanya jawaban, "Kalau cari kerja ke Kalimantan sana, jangan di kota besar."
Maka, ia pun berangkat ke Kalimantan. Di pulau Borneo itu, Pak Yadi bekerja sebagai room boy di sebuah hotel kemudian berpindah sebagai driver.
Saat itu ia berpikir, "Ternyata ijazah STM itu tidak ada artinya ya. Untuk bekerja di perusahaan atau kantoran saya harus memiliki sesuatu yg berbeda yg tidak mereka miliki dan lakukan. Tapi apa ya?"
Setelah berusaha mencari apa faktor pembeda itu, akhirnya ia menemukannya yaitu bangun malam 2 jam sebelum shubuh dan selalu melayani orang.
"Saya yakin sedikit sarjana yg bangun malam dan sarjana yg senang melayani orang. Bangun malam saya mohon ampun dan mohon pertolongan kepada Alloh. Ditambah praktiknya siang hari melayani orang sebaik-baiknya," begitu tutur pak Yadi kepada saya.
Beberapa bulan setelah ia mempraktikkan kebiasaan ini, ia diterima di sebuah perusahaan minyak Total. Dengan ketekunannya, ia menguasai keterampilan yg jarang dikuasai orang, yaitu memasang alat-alat di dalam perut bumi.
"Pekerjaan saya tidak terlihat tetapi gajinya sangat terlihat," ujarnya sambil tertawa.
Setelah bergaji besar iapun tidak lupa terus melayani orang lain, baik di perusahaannya maupun di kampungnya. Untuk melayani masyarakat sekitar, gajinya ia sisihkan untuk membeli sapi yg ia kerjasamakan dengan para peternak dengan sistem bagi hasil atau"maro".
Lelaki ini terus bercerita."Saya punya pengalaman menarik, saat saya baik sangka, menolong dan melayani peternak saya mendapat balasan lebih besar. Waktu itu salah satu sapi saya mati, peternaknya ketakutan dan berjanji mengganti. Tapi saya katakan, tidak usah mengganti, saya ikhlas. Sayapun memberinya lagi sapi untuk dipelihara.
Hasilnya? Sapi yg dipelihara peternak itu melahirkannya kembar terus. Luar biasa kan?
Tak terasa, pesawat yang kami naiki mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Sebelum berpisah ia menasihati saya, "Bangunlah setiap malam sebelum kebanyakan orang lain bangun, layanilah orang tanpa berharap balasan. Gusti Alloh ora sare (tidak tidur). Kalau anda melakukan itu. Alloh lah yg akan melayani keperluan Anda. Enak kan?
Saya kehabisan kata-kata, tertegun menatapnya hingga lupa mengucapkan kata-kata yg sudah sepantasnya ia terima.
"Terima kasih pak Yadi, teman perjalananku, guruku."
Friday, October 24, 2014
Smoga Ini Baik... In Sya Allah
وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم، وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم، والله يعلم و أنتم لا تعلمون
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)
✔ yang dikagumi terkadang tidak mengerti
✔ yang dirindukan terkadang tidak tahu
✔ yang dicintai terkadang tidak merasa
✔ yang diinginkan terkadang tidak sejalan dan
✔ yang tidak disangka terkadang terjadi
AKU YAKIN TAKDIR ALLAH ITU INDAH...
ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketakwaan dan wirainya. Tiap kali raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulanginya pada setiap kejadian yang secara dhahir adalah kejadian buruk.
⛅ Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini baik, insya Allah.”
Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya. Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya.
Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tidak sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu.”
-----
💥 Jika anda mendapat kejadian buruk ucapkan : "Semoga ini baik, insya Allah.”
Semoga ALLAH SWT memberi kebaikan pada kehidupan Anda. Aamiin
💥 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)
khoir Insyaa Alloh ..
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)
✔ yang dikagumi terkadang tidak mengerti
✔ yang dirindukan terkadang tidak tahu
✔ yang dicintai terkadang tidak merasa
✔ yang diinginkan terkadang tidak sejalan dan
✔ yang tidak disangka terkadang terjadi
AKU YAKIN TAKDIR ALLAH ITU INDAH...
ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketakwaan dan wirainya. Tiap kali raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulanginya pada setiap kejadian yang secara dhahir adalah kejadian buruk.
⛅ Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini baik, insya Allah.”
Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya. Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya.
Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tidak sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu.”
-----
💥 Jika anda mendapat kejadian buruk ucapkan : "Semoga ini baik, insya Allah.”
Semoga ALLAH SWT memberi kebaikan pada kehidupan Anda. Aamiin
💥 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)
khoir Insyaa Alloh ..
Tuesday, October 14, 2014
Doa Itu Terkabulkan...
DOA ITU TERKABULKAN…
Ketika saya merasakan lambatnya anak anak saya menghafal Qur’an, saya berpikir mungkinkah ia menjadi penghafal Qur’an? Bagaimanakah cara agar dia bisa menjadi penghafal Qur’an? Bagaimana agar dia cinta dengan Al-Qur’an?
Teknik apa yang mesti saya perbaiki ketika mengajarkannya. Dan seterusnya…Pikiran-pikiran penuh kecemasan, yang bisa berujung keputusasaan. Na’udzu billah min dzalik.
Hingga satu hari, saya mendengar kisah yang dipaparkan salah seorang imam masjid Kuwait yang bernama syaikh Fahd Al-Kandari. Syaikh Fahd menceritakan, bahwa selama iya menjadi imam, jika ia membaca bacaan yang panjang, biasanya hanya satu orang makmum yang mengoreksi ketika ia melakukan kesalahan dalam membaca. Orang itu sudah tua.
Karena tertarik, syaikh Fahd mengajak si bapak tua bercakap-cakap. Ternyata benar, si bapak tua adalah seorang hafidz. Syaikh pun mengira bahwa si bapak tua menghafalnya ketika ia masih muda. Ternyata dugaan syaikh salah.
Si bapak tua berhasil menghafal seluruh Al-Qur’an di usia 60 tahun! Subhanallah…Usia dimana seseorang biasanya sudah sulit untuk melakukan hal itu. Saat ditanya bagaimana ia melakukannya. Sang bapak berkata, bahwa ada satu doa yang tidak pernah ditinggalkan ibunya sampai akhir hayatnya.
Doa agar anaknya menjadi penghafal Qur’an.
Saat itu, tiba-tiba saya tersadar. Betapa doa sang ibunda telah terwujud. Walau ia tak dapat melihat dan merasakannya ketika ia masih ada di dunia. Namun doa itu terkabul. Doa itu T-E-R-K-A-B-U-L.
Doa yang kita panjatkan pada Rabb Semesta Alam pasti dikabulkan, asal kita memintanya dengan ikhlas, dengan hati yang khusyuk dan menjauhi hal-hal yang menyebabkan doa tak terkabul.
Pengabulan doa itu yang kita tidak ketahui kapan. Bisa jadi cepat, bisa jadi nanti. Bisa jadi ditunda…Bisa jadi dengan wujud nyata sesuai lafal yang kita panjatkan. Bisa jadi dalam bentuk kita terhindar dari musibah.
Saya hanyalah salah satu diantara banyak orang tua yang berharap dalam doa, agar anak saya menjadi penghafal Al-Qur’an.
Posisi yang “menguntungkan” saat berdoa untuk sang anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ““Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.”
Hanya saja…
Terkadang saya lupa..
Terkadang sepertinya saya terlalu terburu-buru…
Ingin melihat hasil nyata seperti anak si fulan atau fulanah. Yang bisa menghafal Qur’an di usia belia. Yang sudah menghafal berjuz-juz padahal belum lagi masuk sekolah dasar.
Padahal yang seperti ini sebagaimana Allah membagikan rezeki.
Semua telah diatur.
Semua telah ditakdirkan.
Bukan kita yang mengatur.
Bukan kita yang menentukan.
Bukan pula sesuatu yang bisa dipaksakan.
Yang kita bisa lakukan adalah berdoa dan berusaha. Hasilnya kita serahkan semua pada Allah.
Maka aku berdoa kepadamu ya Allah, jadikanlah aku dan keluargaku serta anak keturunanku, menjadi penghafal Qur’an. Mudahkanlah kami dalam mengamalkan apa yang telah kami hafal itu. Jadikanlah seluruhnya untuk mencari ridho-Mu. Aamiin ya robbal ‘aalamiin
Copas dr sebelah...
Ketika saya merasakan lambatnya anak anak saya menghafal Qur’an, saya berpikir mungkinkah ia menjadi penghafal Qur’an? Bagaimanakah cara agar dia bisa menjadi penghafal Qur’an? Bagaimana agar dia cinta dengan Al-Qur’an?
Teknik apa yang mesti saya perbaiki ketika mengajarkannya. Dan seterusnya…Pikiran-pikiran penuh kecemasan, yang bisa berujung keputusasaan. Na’udzu billah min dzalik.
Hingga satu hari, saya mendengar kisah yang dipaparkan salah seorang imam masjid Kuwait yang bernama syaikh Fahd Al-Kandari. Syaikh Fahd menceritakan, bahwa selama iya menjadi imam, jika ia membaca bacaan yang panjang, biasanya hanya satu orang makmum yang mengoreksi ketika ia melakukan kesalahan dalam membaca. Orang itu sudah tua.
Karena tertarik, syaikh Fahd mengajak si bapak tua bercakap-cakap. Ternyata benar, si bapak tua adalah seorang hafidz. Syaikh pun mengira bahwa si bapak tua menghafalnya ketika ia masih muda. Ternyata dugaan syaikh salah.
Si bapak tua berhasil menghafal seluruh Al-Qur’an di usia 60 tahun! Subhanallah…Usia dimana seseorang biasanya sudah sulit untuk melakukan hal itu. Saat ditanya bagaimana ia melakukannya. Sang bapak berkata, bahwa ada satu doa yang tidak pernah ditinggalkan ibunya sampai akhir hayatnya.
Doa agar anaknya menjadi penghafal Qur’an.
Saat itu, tiba-tiba saya tersadar. Betapa doa sang ibunda telah terwujud. Walau ia tak dapat melihat dan merasakannya ketika ia masih ada di dunia. Namun doa itu terkabul. Doa itu T-E-R-K-A-B-U-L.
Doa yang kita panjatkan pada Rabb Semesta Alam pasti dikabulkan, asal kita memintanya dengan ikhlas, dengan hati yang khusyuk dan menjauhi hal-hal yang menyebabkan doa tak terkabul.
Pengabulan doa itu yang kita tidak ketahui kapan. Bisa jadi cepat, bisa jadi nanti. Bisa jadi ditunda…Bisa jadi dengan wujud nyata sesuai lafal yang kita panjatkan. Bisa jadi dalam bentuk kita terhindar dari musibah.
Saya hanyalah salah satu diantara banyak orang tua yang berharap dalam doa, agar anak saya menjadi penghafal Al-Qur’an.
Posisi yang “menguntungkan” saat berdoa untuk sang anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ““Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.”
Hanya saja…
Terkadang saya lupa..
Terkadang sepertinya saya terlalu terburu-buru…
Ingin melihat hasil nyata seperti anak si fulan atau fulanah. Yang bisa menghafal Qur’an di usia belia. Yang sudah menghafal berjuz-juz padahal belum lagi masuk sekolah dasar.
Padahal yang seperti ini sebagaimana Allah membagikan rezeki.
Semua telah diatur.
Semua telah ditakdirkan.
Bukan kita yang mengatur.
Bukan kita yang menentukan.
Bukan pula sesuatu yang bisa dipaksakan.
Yang kita bisa lakukan adalah berdoa dan berusaha. Hasilnya kita serahkan semua pada Allah.
Maka aku berdoa kepadamu ya Allah, jadikanlah aku dan keluargaku serta anak keturunanku, menjadi penghafal Qur’an. Mudahkanlah kami dalam mengamalkan apa yang telah kami hafal itu. Jadikanlah seluruhnya untuk mencari ridho-Mu. Aamiin ya robbal ‘aalamiin
Copas dr sebelah...
Saturday, October 11, 2014
Ikhlash Itu...
🔷🔷 IKHLAS ITU 🔷🔷
menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah,
Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita
🔸Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
🔸 Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
🔸 Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
🔸 Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
🔸 Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
🔸 Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
🔸 Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
🔸 Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
🔸 Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
🔸 Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
🔸 Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
🔸 Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….
🔸 Ikhlas itu... Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya...
◼Semoga Bermanfaat
menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah,
Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita
🔸Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
🔸 Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
🔸 Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
🔸 Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
🔸 Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
🔸 Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
🔸 Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
🔸 Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
🔸 Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
🔸 Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
🔸 Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
🔸 Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….
🔸 Ikhlas itu... Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya...
◼Semoga Bermanfaat
Kita Tahu Tapi Tak Amalkan
Copas dari grup sebelah.
✅Kita Tahu Tapi Kita Tidak Mengamalkan🚫
Pesan singkat ini aslinya berbahasa Arab yang dikirimkan oleh salah seorang dosen saya dulu di S1. Pesan ini membuat saya banyak merenung, lalu berfikir untuk menerjemahkannya agar lebih bermanfaat.***
Ibnu Qayyim Rahimahullah pernah berkata:
(Diriwayatkan bahwa seorang budak wanita belia wafat karena wabah "tha'un". Lalu ayahnya melihatnya dalam mimpi..!!
Maka ia berkata kepadanya: wahai putriku... ceritakan kepada kami tentang akhirat.
Maka ia menjawab: wahai ayahandaku... sungguh kami telah datang di atas perkara yang sangat berat, dan sungguh dulu kami telah mengetahui tapi kami tidak mengamalkannya. demi Allah..! sungguh satu "tasbih" dan satu "raka'at" dalam lembaran amalku jauh lebih aku cintai dari dunia dan isinya).
Saudaraku...
Renungkan perkataan budak belia di atas, bukankah ia telah mengucapkan perkataan yang sangat dahsyat "kami telah mengetahui tapi kami tidak mengamalkan". Bukankah banyak diantara kita yang belum memahami maksudnya?..
✅Kita telah mengetahui bahwa jika kita mengucapkan "subhanallah wa bihamdihi" seratus kali, maka dosa-dosa kita akan diampuni walau ia seluas samudera...
🚫(Lalu hari dan malampun berlalu namun kita tidak mengucapkannya)
✅Kita telah mengetahui bahwa dua raka'at shalat Dhuha, sama seperti 360 sedekah...
🚫(Lalu hari berganti hari pergi menjauh, namun kitapun tak pernah menegakkannya)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang berpuasa sunnah sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari jilatan api Neraka 70 tahun perjalanan.
🚫(Lalu tahun demi tahunpun berlalu namun kita lalai dari berpuasa sunnah di jalan Allah)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang menjenguk orang sakit, maka ia akan diikuti 70 ribu malaikat yang memohonkan ampun baginya kepada Allah.
🚫(Lalu kitapun belum menjenguk satupun orang sakit minggu ini)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa siapa yang shalat atas jenazah dan mengikuti ke makamnya sampai ia dikubur. Maka baginya dua "qirath" pahala seperti gunung Uhud.
🚫(Lalu minggu demi minggupun berlalu, namun kita tak sekalipun mengantar saudara seiman ke kuburan)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membangun masjid untuk Allah walau sebesar sarang burung, maka Allah akan membangun baginya rumah di Surga.
🚫(Lalu kitapun belum berkontribusi untuk membangun sebuah masjid walau dengan sepuluh Dinar)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membantu seorang janda dan anak-anaknya yang miskin, maka ia seperti orang yang berjihad di jalan Allah, dan seperti orang yang berpuasa di siang hari dan tidak berbuka, serta seperti orang yang bangun seluruh malam dan tidak tidur.
🚫(Lalu kitapun sampai sekarang belum berbuat untuk meringankan beban janda miskin dan anaknya)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membaca satu huruf al-qur'an, maka baginya satu hasanah, dan satu hasanah mendapat sepuluh kebaikan sepertinya.
🚫(Lalu kitapun lalai dan luput dari membaca al-qur'an setiap hari)
✅Kita telah mengetahui bahwa haji mabrur balasannya adalah surga, dan pahalanya adalah, ia kembali seperti dihari dimana ia dilahirkan "bersih dari dosa".
🚫(Lalu kitapun tak berusaha menyempurnakan ibadah haji, sementara kondisi dan situasi sangat dimudahkan untuk kita)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa kemuliaan seorang mu'min adalah "qiyamullail" dan bahwasanya Rasulullah beserta sahabatnya tidak pernah meremehkan urusan qiyamullail sepanjang umur mereka, walau di tengah kesibukan mencari sesuap penghidupan, serta dalam berjihad menyebarkan dienul Islam.
🚫(Sementara kita betapa besarnya kita meremehkan urusan qiyamullail)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa qiyamat akan tiba dan tidak ada keraguan di dalamnya, dan Allah akan membangkitakan semua dari kuburnya.
🚫(Lalu kitapun belum menyiapkan diri dan bekal untuk hari itu)
✅Kita telah banyak menguburkan mayit dan shalat atas mereka.
🚫(Namun kitapun belum bersungguh-sungguh untuk menyambut hari seperti ini, seakan ada garansi bahwa kita tak termaksud)
✅Kita Tahu Tapi Kita Tidak Mengamalkan🚫
Pesan singkat ini aslinya berbahasa Arab yang dikirimkan oleh salah seorang dosen saya dulu di S1. Pesan ini membuat saya banyak merenung, lalu berfikir untuk menerjemahkannya agar lebih bermanfaat.***
Ibnu Qayyim Rahimahullah pernah berkata:
(Diriwayatkan bahwa seorang budak wanita belia wafat karena wabah "tha'un". Lalu ayahnya melihatnya dalam mimpi..!!
Maka ia berkata kepadanya: wahai putriku... ceritakan kepada kami tentang akhirat.
Maka ia menjawab: wahai ayahandaku... sungguh kami telah datang di atas perkara yang sangat berat, dan sungguh dulu kami telah mengetahui tapi kami tidak mengamalkannya. demi Allah..! sungguh satu "tasbih" dan satu "raka'at" dalam lembaran amalku jauh lebih aku cintai dari dunia dan isinya).
Saudaraku...
Renungkan perkataan budak belia di atas, bukankah ia telah mengucapkan perkataan yang sangat dahsyat "kami telah mengetahui tapi kami tidak mengamalkan". Bukankah banyak diantara kita yang belum memahami maksudnya?..
✅Kita telah mengetahui bahwa jika kita mengucapkan "subhanallah wa bihamdihi" seratus kali, maka dosa-dosa kita akan diampuni walau ia seluas samudera...
🚫(Lalu hari dan malampun berlalu namun kita tidak mengucapkannya)
✅Kita telah mengetahui bahwa dua raka'at shalat Dhuha, sama seperti 360 sedekah...
🚫(Lalu hari berganti hari pergi menjauh, namun kitapun tak pernah menegakkannya)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang berpuasa sunnah sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari jilatan api Neraka 70 tahun perjalanan.
🚫(Lalu tahun demi tahunpun berlalu namun kita lalai dari berpuasa sunnah di jalan Allah)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang menjenguk orang sakit, maka ia akan diikuti 70 ribu malaikat yang memohonkan ampun baginya kepada Allah.
🚫(Lalu kitapun belum menjenguk satupun orang sakit minggu ini)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa siapa yang shalat atas jenazah dan mengikuti ke makamnya sampai ia dikubur. Maka baginya dua "qirath" pahala seperti gunung Uhud.
🚫(Lalu minggu demi minggupun berlalu, namun kita tak sekalipun mengantar saudara seiman ke kuburan)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membangun masjid untuk Allah walau sebesar sarang burung, maka Allah akan membangun baginya rumah di Surga.
🚫(Lalu kitapun belum berkontribusi untuk membangun sebuah masjid walau dengan sepuluh Dinar)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membantu seorang janda dan anak-anaknya yang miskin, maka ia seperti orang yang berjihad di jalan Allah, dan seperti orang yang berpuasa di siang hari dan tidak berbuka, serta seperti orang yang bangun seluruh malam dan tidak tidur.
🚫(Lalu kitapun sampai sekarang belum berbuat untuk meringankan beban janda miskin dan anaknya)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa barang siapa yang membaca satu huruf al-qur'an, maka baginya satu hasanah, dan satu hasanah mendapat sepuluh kebaikan sepertinya.
🚫(Lalu kitapun lalai dan luput dari membaca al-qur'an setiap hari)
✅Kita telah mengetahui bahwa haji mabrur balasannya adalah surga, dan pahalanya adalah, ia kembali seperti dihari dimana ia dilahirkan "bersih dari dosa".
🚫(Lalu kitapun tak berusaha menyempurnakan ibadah haji, sementara kondisi dan situasi sangat dimudahkan untuk kita)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa kemuliaan seorang mu'min adalah "qiyamullail" dan bahwasanya Rasulullah beserta sahabatnya tidak pernah meremehkan urusan qiyamullail sepanjang umur mereka, walau di tengah kesibukan mencari sesuap penghidupan, serta dalam berjihad menyebarkan dienul Islam.
🚫(Sementara kita betapa besarnya kita meremehkan urusan qiyamullail)
✅Dan kita telah mengetahui bahwa qiyamat akan tiba dan tidak ada keraguan di dalamnya, dan Allah akan membangkitakan semua dari kuburnya.
🚫(Lalu kitapun belum menyiapkan diri dan bekal untuk hari itu)
✅Kita telah banyak menguburkan mayit dan shalat atas mereka.
🚫(Namun kitapun belum bersungguh-sungguh untuk menyambut hari seperti ini, seakan ada garansi bahwa kita tak termaksud)
Friday, October 10, 2014
Tas Yang Membuat Menangis
Kisah Nyata "Tas Siswi SMA" Ini Membuat Menangis Siapa Saja yang Membacanya
Islamedia.co - Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan'a' yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..
Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..
Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!
Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..
Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..
Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya !
Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya. Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?!
Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk di periksa..
Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya !
Kini giliran di periksa, dan dari sinilah di mulai kisahnya...
"Buka tasmu wahai putriku.."
Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan..
"Berikan tasmu.."
Ia menoleh dan menjerit, "Tidak...tidak...tidak.."
Perdebatan pun terjadi sangat tajam..
"Berikan tasmu.." ... "Tidak.." ... "Berikan.." ... "Tidak.."
Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya ?!
Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa ?!
Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan !
Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin (bukan siswi yang amburadul), mereka terkejut melihat kejadian tersebut..
Tempat itu pun berubah menjadi hening..
Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut.... ??
Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..
Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan..
Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum !
Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..
Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, "Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?"
Disini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya !
Detik-detik yang menegangkan..
Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut ?
Coba tebak.. ?
Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada !
Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..
Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut !
Setelah mengorek informasi dari siswi tersebut seputar roti itu..
Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, "Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku sarapan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..
Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..
Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan.."
Saat itu juga semua yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di hadapan siswi yang mulia tersebut..
Maka tirai pun di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya..
Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka..
Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik..
Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat..
(Sumber Majalah Islam Internasional Qiblati)
Kutip dari Grup WA An-Nashihah
Islamedia.co - Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan'a' yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..
Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..
Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!
Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..
Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..
Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya !
Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya. Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?!
Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk di periksa..
Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya !
Kini giliran di periksa, dan dari sinilah di mulai kisahnya...
"Buka tasmu wahai putriku.."
Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan..
"Berikan tasmu.."
Ia menoleh dan menjerit, "Tidak...tidak...tidak.."
Perdebatan pun terjadi sangat tajam..
"Berikan tasmu.." ... "Tidak.." ... "Berikan.." ... "Tidak.."
Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya ?!
Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa ?!
Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan !
Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin (bukan siswi yang amburadul), mereka terkejut melihat kejadian tersebut..
Tempat itu pun berubah menjadi hening..
Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut.... ??
Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..
Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan..
Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum !
Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..
Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, "Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?"
Disini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya !
Detik-detik yang menegangkan..
Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut ?
Coba tebak.. ?
Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada !
Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..
Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut !
Setelah mengorek informasi dari siswi tersebut seputar roti itu..
Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, "Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku sarapan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..
Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..
Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan.."
Saat itu juga semua yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di hadapan siswi yang mulia tersebut..
Maka tirai pun di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya..
Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka..
Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik..
Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat..
(Sumber Majalah Islam Internasional Qiblati)
Kutip dari Grup WA An-Nashihah
Tuesday, September 30, 2014
Indikator Kebahagiaan
Just refresh...
Ibnu Abbas R.A. menjelaskan, ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan di dunia yaitu:
1). QOLBUN SYAKIRUN, atau hati yg selalu bersyukur, yg artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yg berlebihan, tidak ada stress, dan nikmat hati.
2). AL-AZWAJU SHALIHAH, yaitu pasangan hidup yang sholeh/sholihah yg akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula.
3). AL-AULADUL ABRAR, yaitu anak yg sholeh yg selalu mendo'akan kedua orang tuanya dijamin dikabulkan Allah swt.
4). AL-BIATU SHOLIHAH, yaitu lingkungan yg kondusif untuk iman kita. Rasulullah menganjurkan kita utk selalu bergaul dgn orang2 sholeh yg selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.
5). AL-MALUL HALAL, atau harta yang halal. Bukan banyaknya harta, tapi halalnya harta yg dimiliki. Harta yg halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dlm hidup.
6). TAFAQQUH FID-DIEN, atau semangat utk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah dan Rasulnya. Cinta inilah yg akan memberi cahaya bagi hatinya.
7). BAROKATUL UMUR. Artinya umur yg semakin tua semakin sholeh/shalihah, setiap detiknya diisi dgn amal ibadah. Berkah (selalu menjadi sumber kebaikan).
Mudah2han kita semua dipermudah olehNya untuk mendapatkannya..
Ibnu Abbas R.A. menjelaskan, ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan di dunia yaitu:
1). QOLBUN SYAKIRUN, atau hati yg selalu bersyukur, yg artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yg berlebihan, tidak ada stress, dan nikmat hati.
2). AL-AZWAJU SHALIHAH, yaitu pasangan hidup yang sholeh/sholihah yg akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula.
3). AL-AULADUL ABRAR, yaitu anak yg sholeh yg selalu mendo'akan kedua orang tuanya dijamin dikabulkan Allah swt.
4). AL-BIATU SHOLIHAH, yaitu lingkungan yg kondusif untuk iman kita. Rasulullah menganjurkan kita utk selalu bergaul dgn orang2 sholeh yg selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.
5). AL-MALUL HALAL, atau harta yang halal. Bukan banyaknya harta, tapi halalnya harta yg dimiliki. Harta yg halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dlm hidup.
6). TAFAQQUH FID-DIEN, atau semangat utk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah dan Rasulnya. Cinta inilah yg akan memberi cahaya bagi hatinya.
7). BAROKATUL UMUR. Artinya umur yg semakin tua semakin sholeh/shalihah, setiap detiknya diisi dgn amal ibadah. Berkah (selalu menjadi sumber kebaikan).
Mudah2han kita semua dipermudah olehNya untuk mendapatkannya..
Lebah & Lalat
Hidup adalah pilihan ==
🐝 LEBAH atau LALAT 🐾
Mengapa Lebah cepat menemukan bunga💐🌻🌸
, sedangkan Lalat cepat menemukan kotoran? 💨💨
Karena naluri lebah🐝 hanya untuk menemukan bunga🌸,
sedangkan naluri lalat 🐾hanya untuk menemukan kotoran💨💨.
Lebah tidak tertarik pada kotoran. Sebaliknya, Lalat tidak tertarik pada harum & keindahan bunga.
Alhasil, lebah kaya akan madu, sedangkan lalat kaya kuman penyakit.
Mengapa sebagian orang menjadi jahat,dan sebagian orang menjadi baik?
Karena orang jahat tidak tertarik pada hal² yang baik,
sedangkan.... bila ada hal² yg buruk, menyakitkan, gosip, bohong, permusuhan, mereka menjadi begitu bersemangat untuk menyebarkannya, mereka orang² yang mudah diprovokasi tanpa pikir panjang langsung bereaksi.
Orang baik ialah orang yang tidak tertarik dan tak mau merespon akan hal² buruk, menyakiti, isu yang tak jelas, semua hal yang berbau kejahatan yang sekalipun dilapisi isu agama.
Apa yg dilihat akan menghasilkan apa yang dipikirkan, dan apa yang dipikirkan akan menghasilkan apa yang diperoleh dan diperbuat.
Hidup ini sangat tergantung dengan hati dan pikiran. Jika hati dan pikiran selalu negatif maka apa saja yang dilihat akan selalu negatif, dan hasilnya adalah penderitaan, sakit hati, kecewa, iri hati, sirik.
Ingin bahagia....? Mulailah dengan hati dan pikiran yang selalu positif, maka apa saja yang dilihat akan selalu positif, dan hasilnya adalah kebahagiaan.
Pilihan ada ditangan kita, mau jadi seperti LEBAH 🐝 atau LALAT 🐾
....🙏..... Selamat Memilih 💛💙💜
🐝 LEBAH atau LALAT 🐾
Mengapa Lebah cepat menemukan bunga💐🌻🌸
, sedangkan Lalat cepat menemukan kotoran? 💨💨
Karena naluri lebah🐝 hanya untuk menemukan bunga🌸,
sedangkan naluri lalat 🐾hanya untuk menemukan kotoran💨💨.
Lebah tidak tertarik pada kotoran. Sebaliknya, Lalat tidak tertarik pada harum & keindahan bunga.
Alhasil, lebah kaya akan madu, sedangkan lalat kaya kuman penyakit.
Mengapa sebagian orang menjadi jahat,dan sebagian orang menjadi baik?
Karena orang jahat tidak tertarik pada hal² yang baik,
sedangkan.... bila ada hal² yg buruk, menyakitkan, gosip, bohong, permusuhan, mereka menjadi begitu bersemangat untuk menyebarkannya, mereka orang² yang mudah diprovokasi tanpa pikir panjang langsung bereaksi.
Orang baik ialah orang yang tidak tertarik dan tak mau merespon akan hal² buruk, menyakiti, isu yang tak jelas, semua hal yang berbau kejahatan yang sekalipun dilapisi isu agama.
Apa yg dilihat akan menghasilkan apa yang dipikirkan, dan apa yang dipikirkan akan menghasilkan apa yang diperoleh dan diperbuat.
Hidup ini sangat tergantung dengan hati dan pikiran. Jika hati dan pikiran selalu negatif maka apa saja yang dilihat akan selalu negatif, dan hasilnya adalah penderitaan, sakit hati, kecewa, iri hati, sirik.
Ingin bahagia....? Mulailah dengan hati dan pikiran yang selalu positif, maka apa saja yang dilihat akan selalu positif, dan hasilnya adalah kebahagiaan.
Pilihan ada ditangan kita, mau jadi seperti LEBAH 🐝 atau LALAT 🐾
....🙏..... Selamat Memilih 💛💙💜
Tuesday, February 26, 2008
Belajar Mengelola Dinar dari Abdurrahman bin Auf
Selain dari diri Rasulullah yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga
bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran
Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf :
• Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat
awal, tercatat beliau orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah
Abu Bakar.
• Beliau termasuk salah satu dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar
bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.
• Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk
berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.
• Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan
menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang
Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan disisi Rasulullah SAW ketika
tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan
peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya
dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak
jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga
Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga
merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan
cadel.
• Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum
muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf
menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar
Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini(saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbuny i “Semoga Allah
melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu
berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu
tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar
terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf
berikutnya.
• Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang
mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah
yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya
dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin
Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman
berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW
bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan
uang belanja untuk istrimu ?” , “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka
saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”.
“Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala
yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.
• Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas
menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para
istri Rasulullah SAW).
• Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang
dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah
padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut
oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu
juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan
sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham
(sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai
+/- Rp 48 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda,
dan 1,500 ekor unta
• Beliau juga menyantuni para veteran perang badar yang masih hidup
waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar (sekitar Rp 480 juta)
per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
• Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika
meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang
sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000
ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000
Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8
(istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu
seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang
ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar
atau sebesar Rp 3.072 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat !.
Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga
dijamin masuk surga ?, berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau :
• Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata.
• Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari
barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
• Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan
ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan
Allah.
• Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan
hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
• Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-
sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk
Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya.
Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari
hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada
mereka”.
• Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal,
sehingga Ustman bin Affan RA. yang sudah sangat kayapun bersedia
menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi
setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan
berkata, “ Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan
harta itu membawa selamat dan berkat”.
Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Wallahu A’lam.
from www.geraidinar.com
bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran
Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf :
• Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat
awal, tercatat beliau orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah
Abu Bakar.
• Beliau termasuk salah satu dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar
bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.
• Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk
berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.
• Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan
menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang
Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan disisi Rasulullah SAW ketika
tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan
peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya
dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak
jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga
Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga
merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan
cadel.
• Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum
muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf
menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar
Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini(saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbuny i “Semoga Allah
melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu
berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu
tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar
terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf
berikutnya.
• Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang
mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah
yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya
dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin
Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman
berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW
bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan
uang belanja untuk istrimu ?” , “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka
saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”.
“Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala
yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.
• Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas
menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para
istri Rasulullah SAW).
• Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang
dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah
padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut
oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu
juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan
sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham
(sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai
+/- Rp 48 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda,
dan 1,500 ekor unta
• Beliau juga menyantuni para veteran perang badar yang masih hidup
waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar (sekitar Rp 480 juta)
per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
• Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika
meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang
sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000
ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000
Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8
(istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu
seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang
ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar
atau sebesar Rp 3.072 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat !.
Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga
dijamin masuk surga ?, berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau :
• Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata.
• Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari
barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
• Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan
ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan
Allah.
• Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan
hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
• Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-
sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk
Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya.
Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari
hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada
mereka”.
• Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal,
sehingga Ustman bin Affan RA. yang sudah sangat kayapun bersedia
menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi
setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan
berkata, “ Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan
harta itu membawa selamat dan berkat”.
Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Wallahu A’lam.
from www.geraidinar.com
Dua Manusia Super
Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.
Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .
" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .
" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang "sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om, bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !". " eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya , "Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar ". " Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras
" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue
" Buat apa ?" saya terbengong
" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .
Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.
Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue. Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
MT (dari milis sebelah)
Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain.
"Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"
Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya
untuk lebih SUPER.
Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .
" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .
" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang "sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om, bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !". " eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya , "Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar ". " Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras
" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue
" Buat apa ?" saya terbengong
" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .
Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.
Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue. Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
MT (dari milis sebelah)
Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain.
"Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"
Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya
untuk lebih SUPER.
Friday, February 22, 2008
Hidup Cukup
Oleh: Radhar Panca Dahana (Buletin Rabbaniyyin)
Bang Uki telah lebih dari 20 tahun berdagang nasi uduk di pinggir Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Uduk yang sungguh enak. Tiap pagi puluhan orang antre untuk makan di tempat atau dibawa pulang. Paling lama dua jam saja seluruh dagangan Bang Uki-ada empal, telur, semur daging, tempe goreng-ludes habis. Begitu setiap hari, 20 tahun lebih.
Pertengahan 1980-an, ekonomi Orde Baru tengah menanjak ke puncak ketinggiannya. Bang Uki, dengan ritme stabil batang pohon cabai yang terus berproduksi, belanja pukul satu dini hari, masak mulai pukul dua, berangkat pukul empat, dan seusai subuh telah menggelar barang dagangnya. Tepat jam tujuh pagi, semua tuntas. Pukul sepuluh, ia sudah nongkrong di teras rumah, lengkap dengan kretek, gelaskopi, dan perkutut. "Tinggal nunggu lohor," tukasnya pendek.
Berulang kali pertanyaan bahkan desakan untuk membuka kios terbukanya hingga lebih siang sedikit ditolak Bang Uki. "Buat apa?" tukasnya. "Gua udah cukup. Anak udah lulus es te em. Berdua bini gua udah naik haji. Apalagi?" Pernah sekali penulis jumpai ia sedang memasak di rumahnya. Langit di luar masih gelap. Kedua mata Bang Uki terpejam. Tangan- nya lincah mengiris bawang merah. Saya menegur. Tak ada reaksi. "Abah masih tidur," istrinya balas menegur.
Kini, 15 tahun kemudian, Bang Uki sudah pensiun. Wajahnya penuh senyum. Hidupnya penuh, tak ada kehilangan. Kami yang kehilangan, masakan sedap khas Betawi. Kami sedikit tak rela. Bang Uki terlihat begitu ikhlasnya. Wajahnya terang saat ia dimandikan untuk kali terakhirnya. Dua jam berdagang, enam jam bekerja, telah mencukupkan hidupnya.
Dan Bang Uki tidak sendiri. Nyi Omah juga tukang uduk di Pasar Jumat, Pak Haji Edeng tukang soto Pondok Pinang, pun begitu. Tukang pecel di Solo, gudeg di Yogya, nasi jamblang di Cirebon, atau bubur kacang hijau di Bandung, juga demikian. Mereka yang bekerja dan berdagang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jika telah cukup, untuk apa bekerja lebih. Untuk apa hasil, harta atau uang berlebih? "Banyak mudaratnya," kilah Pak Haji Edeng.Mungkin. Apa yang kini jelas adalah perilaku bisnis dan ekonomi tradisional negeri ini ternyata mengajarkan satu moralitas: hidup wajib dicukupi, tetapi haram dilebih-lebihkan. Berkah Tuhan dan kekayaan alam bukan untuk kita keruk seorang. Manusia adalah makhluk sosial. Siapa pun mesti menenggang siapa pun.
Alternatif kapitalismeMoralitas berdagang "Bang Uki" tentu bertentangan dengan apa yang kinimenjadi moral dasar perekonomian material- kapitalistik. Di mana prinsiplaissez faire atau free will dan free market digunakan tak hanya untuk memberi izin bahkan mendesak setiap orang untuk "mendapatkan sebanyak-banyaknya dengan ongkos sesedikit mungkin". Satu spirit yang nyaris jadi kebenaran universal dan hampir tak ada daya tolak atau daya koreksinya.Dan siapa pun mafhum dengan segera, prinsip dan moralitas ekonomi modern itu bukan hanya melahirkan orang-orang yang sangat kaya, bahkan keterlaluan kayanya (semacam pembeli Ferrari seharga Rp 5 miliar yang mubazir di Jakarta yang macet), tetapi juga sejumlah besar orang yang hingga kini tak bisa menjamin apakah ia dapat makan atau tidak hari ini.
Moralitas kapitalistik hanya menyediakan satu jalur sosial berupa filantrofisme, yang umumnya hanya berupa "pengorbanan" material yang hampir tiada artinya dibanding kekayaan bersih yang dimilikinya. George Soros, misalnya, dengan kekayaan 11 miliar dollar AS (hampir sepertiga APBN Indonesia), mengeluarkan 400 juta dollar (hanya sekitar 4 persen atau setara dengan bunga deposito) untuk berderma dan menerima simpati global di sekian puluh negara.Dan siapa peduli, bagaimana seorang Bill Gates, Rupert Murdoch, Liem Sioe Liong atau Probosutedjo menjadi begitu kayanya.
Moralitas dasar kapitalisme di atas adalah dasar "legal" untuk meng-amini kekayaan itu. Betapapun, boleh jadi, harta yang amat berlebih itu diperoleh dari cara-cara kasar, telengas, ilegal bahkan atau-langsung dan tak langsung-dari merebut jatah rezeki orang lain.Dan siapa mampu mencegah atau menghentikannya? Pertanyaan lebih praktisnya adalah: Siapa berani? Tak seorang pun. Hingga sensus mutakhir menyatakan adanya peningkatan jumlah harta orang- orang kaya dunia sebanding dengan peningkatan jumlah orang yang papa. Belahan kekayaan ini sudah seperti palung gempa yang begitudalamnya.
Lalu di mana Bang Uki? Ia tak ada di belahan mana pun yang tersedia. Ia ada dan memiliki dunianya sendiri. Yang mungkin aneh, alienatif, marginal, tersingkir, luput, apa pun. Namun sesungguhnya, ia adalah sebuah alternatif. Bukan musuh, lawan, atau pendamping kapitalisme. Ia adalah sebuah tawaran yang membuka kemungkinan di tengah kejumudan (tepatnya ketidakadilan) tata ekonomi dunia saat ini.Ekonomi cukupPrinsip "hidup yang cukup" Bang Uki adalah landasan bagi sebuah "ekonomi cukup", di mana manusia tidak lagi mengeksploitasi diri (nafsu)-nya sendiri, juga lingkungan hidup sekitarnya. Ia mengeksplorasi potensi terbaiknya untuk memenuhi keperluan manusia, sebatas Tuhan-yang mereka percaya-menganjurkan atau membatasinya.
Bagaimana "cukup" itu didefinisi atau dibatasi, tak ada-bahkan tak perlu- ukuran dan standar. Seorang pengusaha dan profesional dapat mengukurnya sendiri dengan jujur: batas "cukup" bagi dirinya. Jika bagi dia dengan keluarga beranak dua, pembantu dua, tukang kebun, satpam atau lainnya, merasa cukup dengan sebuah rumah indah, dua kendaraan kelas menengah, mengapa ia harus meraih lebih? Mengapa ia harus melipatgandakannya? Apalagi jika usaha tersebut harus melanggar prinsip hidup, nilai agama, tradisi dan hal-hal lain yang semula ia junjung tinggi? Andaikan, sesungguhnya ia mampu menghasilkan puluhan miliar tabungan, sekian rumah mewah peristirahatan bahkan jet pribadi, dapat dipastikan hal itu hanya akan menjadi beban. Bukan melulu saat ia berupaya meraih, tetapi juga saat mempertahankannya.Bila pengusaha tersebut berhasil men-"cukup"-kan dirinya, secara langsung ia telah mengikhlaskan kekayaan lebih yang tidak diperolehnya (walau ia mampu) untuk menjadi rezeki orang lain. Ini sudah sebuah tindak sosial. Dan tindak tersebut akan bernilai lebih jika "kemampuan lebihnya" itu ia daya gunakan untuk membantu usaha atau sukses orang lain. Sambil menularkan prinsip "ekonomi cukup", ia akan merasakan "sukses" atau kemenangan hidup yang bernuansa lain jika ia berhasil membantu sukses lain orang dan tak memungut serupiah pun uang jasa.
Maka, secara langsung satu proses pemerataan demi kesejahteraan bersama pun telah berlangsung. Palung atau sen-jang kekayaan pun menipis. Kesempatan meraih hidup yang baik dapat dirasakan semua pihak. Pemerintah dapat bekerja lebih efektif tanpa gangguan-gangguan luar biasa dari konflik-konflik yang muncul akibat ketidakadilan ekonomi.Dan seorang pejabat, hingga presiden sekalipun, dapat pula mendefinisikan "cukup" baginya: jika seluruh kebutuhan hidupku, hingga biaya listrik, gaji pembantu hingga pesiar telah ditanggung negara, buat apalagi gaji besar kuminta? Moralitas seperti ini adalah sebuah revolusi. Dan revolusi membutuhkan keberanian, kekuatan hati serta perjuangan tak henti.
Maka, "cukuplah cukup". Kita sederhanakan sebagai prinsip hidup/ekonomi yang "sederhana". Kian sederhana, maka kian cukup kian sejahteralah kita. Ukurannya? Yang paling sederhana, usul saya: semakin tinggi senjang jumlah konsumsi dibanding jumlah produksi kita sehari- hari, makin sederhana, makin cukup dan sejahteralah kita. Jika Anda mampu membeli Ferrari, mengapa tak mengonsumsi Mercedes seri E saja, atau Camry lebih baik, atau Kijang pun juga bisa. Dan dana lebih, bisa Anda gunakan untuk tindak-tindak sosial, untuk membuat harta Anda bersih, aman, dan hidup pun nyaman penuh senyuman.Beranikah Anda? Berani kita? Tak usah berlebih, kita cukupkan saja.
Bang Uki telah lebih dari 20 tahun berdagang nasi uduk di pinggir Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Uduk yang sungguh enak. Tiap pagi puluhan orang antre untuk makan di tempat atau dibawa pulang. Paling lama dua jam saja seluruh dagangan Bang Uki-ada empal, telur, semur daging, tempe goreng-ludes habis. Begitu setiap hari, 20 tahun lebih.
Pertengahan 1980-an, ekonomi Orde Baru tengah menanjak ke puncak ketinggiannya. Bang Uki, dengan ritme stabil batang pohon cabai yang terus berproduksi, belanja pukul satu dini hari, masak mulai pukul dua, berangkat pukul empat, dan seusai subuh telah menggelar barang dagangnya. Tepat jam tujuh pagi, semua tuntas. Pukul sepuluh, ia sudah nongkrong di teras rumah, lengkap dengan kretek, gelaskopi, dan perkutut. "Tinggal nunggu lohor," tukasnya pendek.
Berulang kali pertanyaan bahkan desakan untuk membuka kios terbukanya hingga lebih siang sedikit ditolak Bang Uki. "Buat apa?" tukasnya. "Gua udah cukup. Anak udah lulus es te em. Berdua bini gua udah naik haji. Apalagi?" Pernah sekali penulis jumpai ia sedang memasak di rumahnya. Langit di luar masih gelap. Kedua mata Bang Uki terpejam. Tangan- nya lincah mengiris bawang merah. Saya menegur. Tak ada reaksi. "Abah masih tidur," istrinya balas menegur.
Kini, 15 tahun kemudian, Bang Uki sudah pensiun. Wajahnya penuh senyum. Hidupnya penuh, tak ada kehilangan. Kami yang kehilangan, masakan sedap khas Betawi. Kami sedikit tak rela. Bang Uki terlihat begitu ikhlasnya. Wajahnya terang saat ia dimandikan untuk kali terakhirnya. Dua jam berdagang, enam jam bekerja, telah mencukupkan hidupnya.
Dan Bang Uki tidak sendiri. Nyi Omah juga tukang uduk di Pasar Jumat, Pak Haji Edeng tukang soto Pondok Pinang, pun begitu. Tukang pecel di Solo, gudeg di Yogya, nasi jamblang di Cirebon, atau bubur kacang hijau di Bandung, juga demikian. Mereka yang bekerja dan berdagang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jika telah cukup, untuk apa bekerja lebih. Untuk apa hasil, harta atau uang berlebih? "Banyak mudaratnya," kilah Pak Haji Edeng.Mungkin. Apa yang kini jelas adalah perilaku bisnis dan ekonomi tradisional negeri ini ternyata mengajarkan satu moralitas: hidup wajib dicukupi, tetapi haram dilebih-lebihkan. Berkah Tuhan dan kekayaan alam bukan untuk kita keruk seorang. Manusia adalah makhluk sosial. Siapa pun mesti menenggang siapa pun.
Alternatif kapitalismeMoralitas berdagang "Bang Uki" tentu bertentangan dengan apa yang kinimenjadi moral dasar perekonomian material- kapitalistik. Di mana prinsiplaissez faire atau free will dan free market digunakan tak hanya untuk memberi izin bahkan mendesak setiap orang untuk "mendapatkan sebanyak-banyaknya dengan ongkos sesedikit mungkin". Satu spirit yang nyaris jadi kebenaran universal dan hampir tak ada daya tolak atau daya koreksinya.Dan siapa pun mafhum dengan segera, prinsip dan moralitas ekonomi modern itu bukan hanya melahirkan orang-orang yang sangat kaya, bahkan keterlaluan kayanya (semacam pembeli Ferrari seharga Rp 5 miliar yang mubazir di Jakarta yang macet), tetapi juga sejumlah besar orang yang hingga kini tak bisa menjamin apakah ia dapat makan atau tidak hari ini.
Moralitas kapitalistik hanya menyediakan satu jalur sosial berupa filantrofisme, yang umumnya hanya berupa "pengorbanan" material yang hampir tiada artinya dibanding kekayaan bersih yang dimilikinya. George Soros, misalnya, dengan kekayaan 11 miliar dollar AS (hampir sepertiga APBN Indonesia), mengeluarkan 400 juta dollar (hanya sekitar 4 persen atau setara dengan bunga deposito) untuk berderma dan menerima simpati global di sekian puluh negara.Dan siapa peduli, bagaimana seorang Bill Gates, Rupert Murdoch, Liem Sioe Liong atau Probosutedjo menjadi begitu kayanya.
Moralitas dasar kapitalisme di atas adalah dasar "legal" untuk meng-amini kekayaan itu. Betapapun, boleh jadi, harta yang amat berlebih itu diperoleh dari cara-cara kasar, telengas, ilegal bahkan atau-langsung dan tak langsung-dari merebut jatah rezeki orang lain.Dan siapa mampu mencegah atau menghentikannya? Pertanyaan lebih praktisnya adalah: Siapa berani? Tak seorang pun. Hingga sensus mutakhir menyatakan adanya peningkatan jumlah harta orang- orang kaya dunia sebanding dengan peningkatan jumlah orang yang papa. Belahan kekayaan ini sudah seperti palung gempa yang begitudalamnya.
Lalu di mana Bang Uki? Ia tak ada di belahan mana pun yang tersedia. Ia ada dan memiliki dunianya sendiri. Yang mungkin aneh, alienatif, marginal, tersingkir, luput, apa pun. Namun sesungguhnya, ia adalah sebuah alternatif. Bukan musuh, lawan, atau pendamping kapitalisme. Ia adalah sebuah tawaran yang membuka kemungkinan di tengah kejumudan (tepatnya ketidakadilan) tata ekonomi dunia saat ini.Ekonomi cukupPrinsip "hidup yang cukup" Bang Uki adalah landasan bagi sebuah "ekonomi cukup", di mana manusia tidak lagi mengeksploitasi diri (nafsu)-nya sendiri, juga lingkungan hidup sekitarnya. Ia mengeksplorasi potensi terbaiknya untuk memenuhi keperluan manusia, sebatas Tuhan-yang mereka percaya-menganjurkan atau membatasinya.
Bagaimana "cukup" itu didefinisi atau dibatasi, tak ada-bahkan tak perlu- ukuran dan standar. Seorang pengusaha dan profesional dapat mengukurnya sendiri dengan jujur: batas "cukup" bagi dirinya. Jika bagi dia dengan keluarga beranak dua, pembantu dua, tukang kebun, satpam atau lainnya, merasa cukup dengan sebuah rumah indah, dua kendaraan kelas menengah, mengapa ia harus meraih lebih? Mengapa ia harus melipatgandakannya? Apalagi jika usaha tersebut harus melanggar prinsip hidup, nilai agama, tradisi dan hal-hal lain yang semula ia junjung tinggi? Andaikan, sesungguhnya ia mampu menghasilkan puluhan miliar tabungan, sekian rumah mewah peristirahatan bahkan jet pribadi, dapat dipastikan hal itu hanya akan menjadi beban. Bukan melulu saat ia berupaya meraih, tetapi juga saat mempertahankannya.Bila pengusaha tersebut berhasil men-"cukup"-kan dirinya, secara langsung ia telah mengikhlaskan kekayaan lebih yang tidak diperolehnya (walau ia mampu) untuk menjadi rezeki orang lain. Ini sudah sebuah tindak sosial. Dan tindak tersebut akan bernilai lebih jika "kemampuan lebihnya" itu ia daya gunakan untuk membantu usaha atau sukses orang lain. Sambil menularkan prinsip "ekonomi cukup", ia akan merasakan "sukses" atau kemenangan hidup yang bernuansa lain jika ia berhasil membantu sukses lain orang dan tak memungut serupiah pun uang jasa.
Maka, secara langsung satu proses pemerataan demi kesejahteraan bersama pun telah berlangsung. Palung atau sen-jang kekayaan pun menipis. Kesempatan meraih hidup yang baik dapat dirasakan semua pihak. Pemerintah dapat bekerja lebih efektif tanpa gangguan-gangguan luar biasa dari konflik-konflik yang muncul akibat ketidakadilan ekonomi.Dan seorang pejabat, hingga presiden sekalipun, dapat pula mendefinisikan "cukup" baginya: jika seluruh kebutuhan hidupku, hingga biaya listrik, gaji pembantu hingga pesiar telah ditanggung negara, buat apalagi gaji besar kuminta? Moralitas seperti ini adalah sebuah revolusi. Dan revolusi membutuhkan keberanian, kekuatan hati serta perjuangan tak henti.
Maka, "cukuplah cukup". Kita sederhanakan sebagai prinsip hidup/ekonomi yang "sederhana". Kian sederhana, maka kian cukup kian sejahteralah kita. Ukurannya? Yang paling sederhana, usul saya: semakin tinggi senjang jumlah konsumsi dibanding jumlah produksi kita sehari- hari, makin sederhana, makin cukup dan sejahteralah kita. Jika Anda mampu membeli Ferrari, mengapa tak mengonsumsi Mercedes seri E saja, atau Camry lebih baik, atau Kijang pun juga bisa. Dan dana lebih, bisa Anda gunakan untuk tindak-tindak sosial, untuk membuat harta Anda bersih, aman, dan hidup pun nyaman penuh senyuman.Beranikah Anda? Berani kita? Tak usah berlebih, kita cukupkan saja.
Thursday, March 09, 2006
17 KEUNGGULAN
17 KEUNGGULAN
BISNIS NETWORK MARKETING
DALAM DA’WAH TARBIYAH
Anda sebaiknya mempertimbangkan network marketing da’wah Tarbiyah sebagai da’wah perekrutan dan perekrutan da’wah yang menjanjikan. Ada tujuh belas alasan mengapa Anda perlu mempertimbangkan network marketing da’wah Tarbiyah untuk karir akhirat Anda
1.Bekerja menurut jam dan keinginan anda
Seorang pekerja Network Marketing Da’wah Tarbiyah (NMD) pernah mengatakan,”Kenapa saya ikut NMD ?, Karena, di mana lagi saya bisa dapat bonus pahala sebanyak dunia dengan segala isinya tanpa harus absent setiap pagi di kantor?”. Pernyataan tersebut tidak salah sama sekali, sebab anda memang anda dapat mengerjakan bisnis ini kapan saja dan dimana saja anda merasa perlu untuk bekerja mendapatkannya.
2.Modal minimal, tak perlu kantor maupun peralatan mahal
Apabila ingin memiliki sebuah mobil mewah dan istana sendiri, setidaknya anda perlu modal berupa dana yang cukup besar untuk membeli dan mendapatkannya secara langsung. Bahkan sebuah kerjasama bagi hasil yang paling sederhanapun akan membutuhkan investasi yang lumayan besar untuk memulainya.
3.Anda menentukan ‘penghasilan’ anda sendiri
Semua yang akan anda capai dan nikmati dikemudian hari tergantung dari kesungguhan atau komitmen anda, bukan berdasarkan jenis pekerjaan anda. Misalnya berapa gaji seorang manager dengan pengalaman 2 tahun di perusahaan asing? Dua juta? Tiga juta? Atau, mungkinkah seorang office boy mendapatkan ‘penghasilan’ seorang pengacara ? Dalam bisnis konvensional hal tersebut tidak akan terjadi, sebab mereka dibayar berdasarkan JENIS atau tingkatan pekerjaan mereka. Sedangkan dalam bisnis Network Marketing Da’wah Tarbiyah, ribuan orang dari berbagai latar belakang telah terbukti mampu mendapatkan ‘penghasilan’ jauh di atas kemampuannya dibandingkan dengan sahabat atau rekannya yang tidak atau belum mengikuti NMD ini. Apakah anda bisa mempercayai bahwa seorang ibu rumah tangga biasa atau supir truk sampah bisa menghasilkan ‘bonus’ sebesar bumi dengan segala isinya atau setara dengan kendaraan termewah saat ini dalam sekali tugasnya ? Itulah bukti dan kesempatan yang tersedia lewat bisnis Network Marketing Da’wah Tarbiyah.
4.Bekerja untuk anda sendiri, tapi tidak sendirian
Dalam menjalankan bisnis ini anda akan mendapatkan dukungan dan konsultasi dari para ‘up line’ (baca: murobbi/ah) dan pihak ‘atas’ (baca: Allah dengan pasukan-Nya) yang siap memberikan bantuan kapan saja dan dimana saja, bahkan memberikan pembelaan dan ketenangan kepada pribadi anda dan jaringan anda. Oleh sebab itu anda membutuhkan jajaran ‘up line’ yang kredibel dan mampu mengajarkan kepada anda bagaimana mencapai sukses hidup di dunia dan akhirat dengan selamat.
5.Mendapatkan penghasilan yang sifatnya residual dan berkembang secara eksponensial.
Contohnya lihat tabel berikut ini:
Hidup Pada Umumnya
Bekerja Berpenghasilan
Januari Januari
Februari Februari
Maret Maret
Network Marketing Da’wah Tarbiyah
Bekerja ‘Berpenghasilan’
Januari Januari + tak terhingga
Februari Januari + Februari + tak terhingga
Maret Januari + Februari + Maret + tak terhingga
(terakumulatif dengan banyaknya perekrutan NMD yang didapat tanpa mengurangi ‘penghasilan’ ‘downline’)
Penghasilan mana yang lebih anda sukai?
Dengan mengembangkan organisasi/jaringan Network Marketing Da’wah Tarbiyah, hasil kerja anda di masa lampau tidak hilang, bahkan apabila anda mengerjakannya dengan benar, hasil-hasil tersebut terus terakumulasi jauh lebih besar dari apa yang anda bayangkan tanpa meotong sedikitpun nilai ‘penghasilan’ ‘downline’ anda.
6.Tidak perlu membayar franchise-fee atau honorarium
Pada saat bergabung dengan sebuah kerja da’wah yang benar, investasi anda paling-paling adalah komitmen, keikhlasan dan keistiqomahan dalam bekerja dan infaq yang nantinya akan dikembalikan dalam jumlah 700 kali lipat bahkan lebih, baik saat ini maupun di ‘masa depan’. Mungkin anda membutuhkan beberapa materi untuk memulai kerja da’wah anda, tapi jangan menumpuk materi lebih daripada yang bisa anda sampaikan. Bisa jadi karatan atau kopral macet. Sharing itulah kuncinya.
7.Anda sukses dengan membantu orang lain untuk sukses
Suatu keuntungan bagi semua pihak, sedangkan di bisnis konvensional terkadang anda dapat naik posisi apabila teman-teman anda tetap di ‘bawah’. Misalnya, direktur di perusahaan anda memasuki masa pensiun dan anda beserta 5 teman anda adalah calon penggantinya. Maka agar anda terpilih sebagai direktur yang baru, anda harus menjadi lebih tinggi dari teman-teman anda. Dengan kata lain, anda dapat ‘naik’ bila teman-teman anda ‘tetap di bawah’. Dalam Network Marketing Da’wah Tarbiyah justru sebaliknya: anda dapat mencapai ‘sukses’ bila anda bisa membantu banyak orang mencapai ‘sukses’. Struktur bisnis konvensional adalah struktur piramida yang sebenarnya.
8.Tidak perlu mengerjakan akunting dan masalah pembukuan lainnya
Pihak ‘atas’ dan ‘up line’ telah menyediakan semua sistem bagi anda, mulai dari materi, penghitungan sistem bonus, lahan da’wah, training setiap pekan, program ‘promosi’ (biasanya dikenal dengan kenaikan kelas atau level), dll. Jadi fokus anda hanyalah bagaimana mengembangkan da’wah dan menikmati kelezatan iman yang didapat disetiap usaha anda, tanpa anda harus pusing dengan masalah administrasi dan peraturan pemerintah lainnya. Kesemuanya itu akan mengalir dalam pertemuan pekanan yang disepakati.
9.Bekerja dari kenyamanan rumah anda sendiri atau dari manapun anda berada
Inginkah anda dapat bekerja sambil berwisata? Kenapa tidak? Da'i sukses Network Marketing Da'wah tidak tergantung pada suatu tempat untuk mengembangkan dakwahnya, mereka bahkan seringkali mampu menikmati liburan sambil berda'wah.
10.Bisnis keluarga harmonis
Seringkali dalam perusahaan Network Marketing Da’wah Tarbiyah mengadakan promosi tambahan untuk umroh atau haji keluarga, misalnya. Nah, kini target tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh keluarga untuk mempromosikan dan mengembangkan bisnis Network Marketing Da’wah Tarbiyah tersebut. Dengan kata lain, kini seluruh anggota keluarga dapat bekerja sama sebagai suatu tim dengan tujuan yang sama, sehingga hubungan keluarga semakin harmonis.
11.Tidak ada wilayah yang dibatasi
Anda bahkan didukung oleh pihak jaringan perusahaan (baca: jama’ah) yang ada untuk mengembangkan da’wah hingga ke luar negeri, sehingga anda bisa mendapatkan ‘ nilai penghasilan’ dari seluruh penjuru dunia tanpa harus pernah ke tempat tersebut dan dari orang-orang yang tidak pernah anda kenal.
12.Tidak perlu memasang iklan
Salah satu kelebihan Network Marketing Da’wah Tarbiyah adalah presentasi langsung kepada ‘konsumen’ (baca: mad’u / objek da’wah) sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Apabila anda membeli suatu produk di supermarket, apakah ada yang dapat memberikan penjelasan dan jaminan kepada anda tentang produk tersebut? Kebanyakan hanya akan terbuai oleh para selebriti yang menjadi bintang iklan produk tersebut, padahal belum tentu selebriti tersebut telah merasakan manfaat produknya. Informasi inilah yang harus anda berikan kepada ‘konsumen’ anda dan sebagai imbalannya anda mendapatkan ‘bonus’ dari ‘Pihak Atas’, ‘menggantikan’ selebriti yangg seharusnya mengiklankan produk tersebut.
13.Pengembalian modal dalam jangka pendek
Network Marketing Da’wah Tarbiyah adalah suatu bisnis yang bisa anda mulai dengan modal beberapa rupiah atau beberapa juta rupiah atau bahkan pada kondisi tertentu nol rupiah. Dengan keikhlasan, etika dan etos kerja (baca: itqon dgn fiqh da’wah) yang benar, anda akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang telah anda keluarkan. Bayangkan bukan hanya BEP yang akan anda dapatkan. Bandingkan dengan bisnis lain yang umumnya membutuhkan investasi ratusan juta bahkan milyaran dan berapa lama serta berapa besar resikonya sebelum anda mampu mencapai break even point?
14.Berkumpul dengan orang-orang yang positif dan bermotivasi
Sikap positif dan motivasi tinggi adalah modal utama untuk mencapai sukses di bisnis apapun. Dalam bisnis ini anda akan menemukan banyak teman yang dapat saling memotivasi pada saat kita membutuhkannya. Bahkan pihak ‘upline’ dapat mengajarkan kepada anda bagaimana anda dapat memberikan motivasi dan membangkitkan semangat kepada orang lain. Network Marketing Da’wah Tarbiyah adalah suatu bisnis yang penuh dengan kesempatan bagi kita untuk mengembangkan kepribadian dan menjadi lebih baik.
15.Tidak perlu pengalaman
Semua program pelatihan telah dirancang dan para pelatihnya (para murobbi/ah) telah disediakan oleh perusahaan (baca: jama’ah) yang bersangkutan. Bahkan anda bisa mendapatkan penghasilan selagi mengikuti masa pelatihan. Bandingkan dengan bisnis konvensional yangg seringkali kita harus memiliki suatu keahlian tertentu yang masa belajarnya bertahun-tahun sebelum dapat mulai bekerja, apalagi mendapatkan penghasilan yang besar.
16.Timing atau pilihan waktu yang prima
Industri Network Marketing Da’wah Tarbiyah saat ini sebesar lebih dari 500 ribu pegiat inti dan terus berkembang sekitar 2 juta pegiat inti sampai akhir 2009. Bahkan sampai tahun terakhir ini akan semakin banyak populasi lebih dari 50 Negara menyadari potensi Network Marketing Da’wah Tarbiyah dan akan segera ikut memanfaatkan tren tersebut. Jadi hal ini merupakan kesempatan bagi anda menjadi pelopor suatu industri raksasa yang akan memimpin peradaban umat manusia.
17.Sinergi usaha yang luar biasa
Mungkin ada beberapa bisnis yang memiliki kelebihan-kelebihan Network Marketing Da’wah Tarbiyah di atas, tapi adakah SATU peluang yang memiliki semuanya? Rasanya Network Marketing Da’wah Tarbiyah masih merupakan sistem wira usaha yang paling menjanjikan.
Bagaimana ? Tertarik ? Hubungi pengirim email ini segera dan jangan biarkan waktu berlalu tanpa ‘penghasilan’ yang bisa anda dapatkan untuk akhirat anda.
BISNIS NETWORK MARKETING
DALAM DA’WAH TARBIYAH
Anda sebaiknya mempertimbangkan network marketing da’wah Tarbiyah sebagai da’wah perekrutan dan perekrutan da’wah yang menjanjikan. Ada tujuh belas alasan mengapa Anda perlu mempertimbangkan network marketing da’wah Tarbiyah untuk karir akhirat Anda
1.Bekerja menurut jam dan keinginan anda
Seorang pekerja Network Marketing Da’wah Tarbiyah (NMD) pernah mengatakan,”Kenapa saya ikut NMD ?, Karena, di mana lagi saya bisa dapat bonus pahala sebanyak dunia dengan segala isinya tanpa harus absent setiap pagi di kantor?”. Pernyataan tersebut tidak salah sama sekali, sebab anda memang anda dapat mengerjakan bisnis ini kapan saja dan dimana saja anda merasa perlu untuk bekerja mendapatkannya.
2.Modal minimal, tak perlu kantor maupun peralatan mahal
Apabila ingin memiliki sebuah mobil mewah dan istana sendiri, setidaknya anda perlu modal berupa dana yang cukup besar untuk membeli dan mendapatkannya secara langsung. Bahkan sebuah kerjasama bagi hasil yang paling sederhanapun akan membutuhkan investasi yang lumayan besar untuk memulainya.
3.Anda menentukan ‘penghasilan’ anda sendiri
Semua yang akan anda capai dan nikmati dikemudian hari tergantung dari kesungguhan atau komitmen anda, bukan berdasarkan jenis pekerjaan anda. Misalnya berapa gaji seorang manager dengan pengalaman 2 tahun di perusahaan asing? Dua juta? Tiga juta? Atau, mungkinkah seorang office boy mendapatkan ‘penghasilan’ seorang pengacara ? Dalam bisnis konvensional hal tersebut tidak akan terjadi, sebab mereka dibayar berdasarkan JENIS atau tingkatan pekerjaan mereka. Sedangkan dalam bisnis Network Marketing Da’wah Tarbiyah, ribuan orang dari berbagai latar belakang telah terbukti mampu mendapatkan ‘penghasilan’ jauh di atas kemampuannya dibandingkan dengan sahabat atau rekannya yang tidak atau belum mengikuti NMD ini. Apakah anda bisa mempercayai bahwa seorang ibu rumah tangga biasa atau supir truk sampah bisa menghasilkan ‘bonus’ sebesar bumi dengan segala isinya atau setara dengan kendaraan termewah saat ini dalam sekali tugasnya ? Itulah bukti dan kesempatan yang tersedia lewat bisnis Network Marketing Da’wah Tarbiyah.
4.Bekerja untuk anda sendiri, tapi tidak sendirian
Dalam menjalankan bisnis ini anda akan mendapatkan dukungan dan konsultasi dari para ‘up line’ (baca: murobbi/ah) dan pihak ‘atas’ (baca: Allah dengan pasukan-Nya) yang siap memberikan bantuan kapan saja dan dimana saja, bahkan memberikan pembelaan dan ketenangan kepada pribadi anda dan jaringan anda. Oleh sebab itu anda membutuhkan jajaran ‘up line’ yang kredibel dan mampu mengajarkan kepada anda bagaimana mencapai sukses hidup di dunia dan akhirat dengan selamat.
5.Mendapatkan penghasilan yang sifatnya residual dan berkembang secara eksponensial.
Contohnya lihat tabel berikut ini:
Hidup Pada Umumnya
Bekerja Berpenghasilan
Januari Januari
Februari Februari
Maret Maret
Network Marketing Da’wah Tarbiyah
Bekerja ‘Berpenghasilan’
Januari Januari + tak terhingga
Februari Januari + Februari + tak terhingga
Maret Januari + Februari + Maret + tak terhingga
(terakumulatif dengan banyaknya perekrutan NMD yang didapat tanpa mengurangi ‘penghasilan’ ‘downline’)
Penghasilan mana yang lebih anda sukai?
Dengan mengembangkan organisasi/jaringan Network Marketing Da’wah Tarbiyah, hasil kerja anda di masa lampau tidak hilang, bahkan apabila anda mengerjakannya dengan benar, hasil-hasil tersebut terus terakumulasi jauh lebih besar dari apa yang anda bayangkan tanpa meotong sedikitpun nilai ‘penghasilan’ ‘downline’ anda.
6.Tidak perlu membayar franchise-fee atau honorarium
Pada saat bergabung dengan sebuah kerja da’wah yang benar, investasi anda paling-paling adalah komitmen, keikhlasan dan keistiqomahan dalam bekerja dan infaq yang nantinya akan dikembalikan dalam jumlah 700 kali lipat bahkan lebih, baik saat ini maupun di ‘masa depan’. Mungkin anda membutuhkan beberapa materi untuk memulai kerja da’wah anda, tapi jangan menumpuk materi lebih daripada yang bisa anda sampaikan. Bisa jadi karatan atau kopral macet. Sharing itulah kuncinya.
7.Anda sukses dengan membantu orang lain untuk sukses
Suatu keuntungan bagi semua pihak, sedangkan di bisnis konvensional terkadang anda dapat naik posisi apabila teman-teman anda tetap di ‘bawah’. Misalnya, direktur di perusahaan anda memasuki masa pensiun dan anda beserta 5 teman anda adalah calon penggantinya. Maka agar anda terpilih sebagai direktur yang baru, anda harus menjadi lebih tinggi dari teman-teman anda. Dengan kata lain, anda dapat ‘naik’ bila teman-teman anda ‘tetap di bawah’. Dalam Network Marketing Da’wah Tarbiyah justru sebaliknya: anda dapat mencapai ‘sukses’ bila anda bisa membantu banyak orang mencapai ‘sukses’. Struktur bisnis konvensional adalah struktur piramida yang sebenarnya.
8.Tidak perlu mengerjakan akunting dan masalah pembukuan lainnya
Pihak ‘atas’ dan ‘up line’ telah menyediakan semua sistem bagi anda, mulai dari materi, penghitungan sistem bonus, lahan da’wah, training setiap pekan, program ‘promosi’ (biasanya dikenal dengan kenaikan kelas atau level), dll. Jadi fokus anda hanyalah bagaimana mengembangkan da’wah dan menikmati kelezatan iman yang didapat disetiap usaha anda, tanpa anda harus pusing dengan masalah administrasi dan peraturan pemerintah lainnya. Kesemuanya itu akan mengalir dalam pertemuan pekanan yang disepakati.
9.Bekerja dari kenyamanan rumah anda sendiri atau dari manapun anda berada
Inginkah anda dapat bekerja sambil berwisata? Kenapa tidak? Da'i sukses Network Marketing Da'wah tidak tergantung pada suatu tempat untuk mengembangkan dakwahnya, mereka bahkan seringkali mampu menikmati liburan sambil berda'wah.
10.Bisnis keluarga harmonis
Seringkali dalam perusahaan Network Marketing Da’wah Tarbiyah mengadakan promosi tambahan untuk umroh atau haji keluarga, misalnya. Nah, kini target tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh keluarga untuk mempromosikan dan mengembangkan bisnis Network Marketing Da’wah Tarbiyah tersebut. Dengan kata lain, kini seluruh anggota keluarga dapat bekerja sama sebagai suatu tim dengan tujuan yang sama, sehingga hubungan keluarga semakin harmonis.
11.Tidak ada wilayah yang dibatasi
Anda bahkan didukung oleh pihak jaringan perusahaan (baca: jama’ah) yang ada untuk mengembangkan da’wah hingga ke luar negeri, sehingga anda bisa mendapatkan ‘ nilai penghasilan’ dari seluruh penjuru dunia tanpa harus pernah ke tempat tersebut dan dari orang-orang yang tidak pernah anda kenal.
12.Tidak perlu memasang iklan
Salah satu kelebihan Network Marketing Da’wah Tarbiyah adalah presentasi langsung kepada ‘konsumen’ (baca: mad’u / objek da’wah) sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Apabila anda membeli suatu produk di supermarket, apakah ada yang dapat memberikan penjelasan dan jaminan kepada anda tentang produk tersebut? Kebanyakan hanya akan terbuai oleh para selebriti yang menjadi bintang iklan produk tersebut, padahal belum tentu selebriti tersebut telah merasakan manfaat produknya. Informasi inilah yang harus anda berikan kepada ‘konsumen’ anda dan sebagai imbalannya anda mendapatkan ‘bonus’ dari ‘Pihak Atas’, ‘menggantikan’ selebriti yangg seharusnya mengiklankan produk tersebut.
13.Pengembalian modal dalam jangka pendek
Network Marketing Da’wah Tarbiyah adalah suatu bisnis yang bisa anda mulai dengan modal beberapa rupiah atau beberapa juta rupiah atau bahkan pada kondisi tertentu nol rupiah. Dengan keikhlasan, etika dan etos kerja (baca: itqon dgn fiqh da’wah) yang benar, anda akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang telah anda keluarkan. Bayangkan bukan hanya BEP yang akan anda dapatkan. Bandingkan dengan bisnis lain yang umumnya membutuhkan investasi ratusan juta bahkan milyaran dan berapa lama serta berapa besar resikonya sebelum anda mampu mencapai break even point?
14.Berkumpul dengan orang-orang yang positif dan bermotivasi
Sikap positif dan motivasi tinggi adalah modal utama untuk mencapai sukses di bisnis apapun. Dalam bisnis ini anda akan menemukan banyak teman yang dapat saling memotivasi pada saat kita membutuhkannya. Bahkan pihak ‘upline’ dapat mengajarkan kepada anda bagaimana anda dapat memberikan motivasi dan membangkitkan semangat kepada orang lain. Network Marketing Da’wah Tarbiyah adalah suatu bisnis yang penuh dengan kesempatan bagi kita untuk mengembangkan kepribadian dan menjadi lebih baik.
15.Tidak perlu pengalaman
Semua program pelatihan telah dirancang dan para pelatihnya (para murobbi/ah) telah disediakan oleh perusahaan (baca: jama’ah) yang bersangkutan. Bahkan anda bisa mendapatkan penghasilan selagi mengikuti masa pelatihan. Bandingkan dengan bisnis konvensional yangg seringkali kita harus memiliki suatu keahlian tertentu yang masa belajarnya bertahun-tahun sebelum dapat mulai bekerja, apalagi mendapatkan penghasilan yang besar.
16.Timing atau pilihan waktu yang prima
Industri Network Marketing Da’wah Tarbiyah saat ini sebesar lebih dari 500 ribu pegiat inti dan terus berkembang sekitar 2 juta pegiat inti sampai akhir 2009. Bahkan sampai tahun terakhir ini akan semakin banyak populasi lebih dari 50 Negara menyadari potensi Network Marketing Da’wah Tarbiyah dan akan segera ikut memanfaatkan tren tersebut. Jadi hal ini merupakan kesempatan bagi anda menjadi pelopor suatu industri raksasa yang akan memimpin peradaban umat manusia.
17.Sinergi usaha yang luar biasa
Mungkin ada beberapa bisnis yang memiliki kelebihan-kelebihan Network Marketing Da’wah Tarbiyah di atas, tapi adakah SATU peluang yang memiliki semuanya? Rasanya Network Marketing Da’wah Tarbiyah masih merupakan sistem wira usaha yang paling menjanjikan.
Bagaimana ? Tertarik ? Hubungi pengirim email ini segera dan jangan biarkan waktu berlalu tanpa ‘penghasilan’ yang bisa anda dapatkan untuk akhirat anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)