Sudah lelahkah wahai kawan atas perjuangan ini..?
mungkin jadwal dakwah yang padat itu membuatmu lemah?
Atau tak pernah punya waktu istirahat di akhir pekan yang kau gusarkan, karena harus terus
BERGERAK berdakwah?
Atau pusingnya fikiranmu mempersiapkan acara2 dakwah yang membuatmu ingin terpejam?
Atau panasnya aspal jalanan saat kau melakukan aksi yang ingin membuatmu “rehat sejenak”?
Atau sulitnya mencari orang yang ingin kau ajak HIJRAH ini yang kau risaukan?
Atau karena seringnya kehidupan sekitar kita meminta infak2mu yang membuatmu ingin menjauh?
Dakwah kita hari ini hanya sebatas ‘itu’ saja kawan.
bukan ingin melemahkan tapi izinkan saya mengajakmu merenung sejenak….
Tahukah engkau wahai kawan, siapa Umar bin Abdul Azis??
Tubuhnya hancur dalam rangka 2
tahun masa memimpinnya...
2 tahun kawan, cuma 2 tahun memimpin tubuhnya yang perkasa bisa rontok, kemudian sakit lalu syahid... Sulit membayangkan sekeras apa sang khalifah bekerja…tapi salah satu pencapainya adalah;
saat itu umat kebingungan siapa yang harus diberi zakat…
tak ada lagi orang miskin yang layak diberi infaq…
Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta.
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu.
Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Tapi Syekh Musthafa Masyhur mengatakan
“Jalan dakwah ini adalah jalan yang panjang tapi adalah jalan yang paling aman untuk mencapai ridho-Nya.”
Ya kawan, jalan ini yang akan menuntun kita kepada ridho-Nya…
saat Allah ridho..
maka apalagi yang kita risaukan?
Saat Allah ridho…semuanya akan jauh lebih indah…karena surga akan mudah kita rasa..., in syaa Allah.
Rasulullah begitu berat dakwahnya..
harus bertentangan dengan banyak kabilah dari keluarga besarnya..
Mush'ab bin Umair harus rela meninggalkan ibunya...
Suhaib harus rela meninggalkan seluruh yang dia kumpulkan di Mekkah untuk hijrah…
Asma' binti Abu Bakar rela menaiki tebing yang terjal dalam kondisi hamil untuk mengantarkan makanan kepada ayahnya dan Rasulullah
Hanzholah segera menyambut seruan jihad saat bermalam pertama dengan istrinya,
Ka'ab bin Malik menolak dengan tegas suaka Raja Ghassan saat ia dikucilkan…
Bilal, Ammar, keluarga Yasir... mereka kenyang dengan siksaan dari para kafir,
Abu Dzar habis dipukuli karena meneriakkan kalimat tauhid di pasar,
Ali mampu berlari 400 KM guna berhijrah di gurun hanya sendirian,
Utsman rela menginfakkan 3000 unta penuh makanan untuk perang Tabuk,
Abu Bakar meninggalkan keluarganya untuk Allah dan Rasul-Nya
Umar nekat berhijrah secara terang terangan,
Huzaifah berani mengambil tantangan untuk menjadi intel di kandang musuh,
Thalhah siap menjadi pagar hidup Rasul di Uhud, hingga 70 tombak mengenai tubuhnya,
Al Khansa' merelakan anak2nya yang masih muda untuk berjihad,
Nusaibah yang walaupun dia wanita tapi tak takut turun ke medan perang,
Khadijah sang cintanya rasul siap memberikan seluruh harta dan jiwanya untuk islam, siap menenangkan sang suami di kala susah.. benar2 model istri shalihah
Atau mari kita bicara tentang :
๐Musa…mulutnya gagap tapi dakwahnya tak pernah pudar…
ummatnya seburuk-buruknya ummat, tapi proses menyeru tak pernah berhenti…
๐Nuh, 950 tahun menyeru hanya mendapat pengikut beberapa orang saja..bahkan
anaknya tak mengimaninya…
๐Ibrahim yang dibakar Namrud,
๐ Ayub yang menderita sakit berkepanjangan tapi tetap
menyeru…
๐ Yunus, berdakwah selama 33th, hanya 2 org yg menyambut seruannya
๐ Yahya alayhis salam, yg dibunuh dg cara disembelih oleh kaumnya
๐ Zakaria juga digergaji tubuhnya....
๐Ismail yang rela disembelih ayahnya karena ini perintah Allah…
Deretan sejarah di atas adalah SEBAIK-BAIKnya guru dalam kehidupan kita...
Sekarang beranikah kita masih menyombongkan diri bersama jalan dakwah yang kita lakukan saat
ini,
mengatakan lelah padahal belum banyak melakukan apa apa…bahkan terkadang… kita datang menyeru dengan keterpaksaan, berat hati kita, terkadang menolak amanah (untuk menjadi TELADAN).
Tuesday, November 24, 2015
Kisah Pohon Kurma PEMENANG KEHIDUPAN
"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma,.."
Mengapa dikatakan orang benar akan bertunas seperti pohon korma ?
Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dashyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup. Pohon korma dianggap sebagai pohon yang tahan banting.
Mengapa bisa demikian kuat di tengah situasi yang sangat tidak bersahabat ?
Kekuatan pohon korma ada di akarnya. Petani menanam biji korma ke dalam pasir, lalu ditutup dengan batu.
Mengapa biji itu harus ditutup batu ? Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, maka hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, bahkan sampai menembus lapisan tanah yang berair di gurun tandus, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.
Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah. Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa ?
Demikian juga Tuhan kerap mengijinkan tekanan hidup datang dalam hidup kita. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Tuhan mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat.
Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang mengakar kuat itu akan menjebol "Batu Masalah" yang selama ini menekan kita.
Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Hidup seperti pohon korma, kuat menghadapi tekanan, menang dalam kehidupan dan terus berbuah lebat, bahkan pada masa tua sekalipun.
Tekanan hidup apapun yang anda alami saat ini, ingatlah bahwa anda didesain Tuhan menjadi seperti pohon korma.
Sebab itu, jadilah orang yang tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan.
Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa
melemahkan, tapi justru akan membuat kita menjadi Pemenang Kehidupan.
Mengapa dikatakan orang benar akan bertunas seperti pohon korma ?
Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dashyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup. Pohon korma dianggap sebagai pohon yang tahan banting.
Mengapa bisa demikian kuat di tengah situasi yang sangat tidak bersahabat ?
Kekuatan pohon korma ada di akarnya. Petani menanam biji korma ke dalam pasir, lalu ditutup dengan batu.
Mengapa biji itu harus ditutup batu ? Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, maka hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, bahkan sampai menembus lapisan tanah yang berair di gurun tandus, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.
Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah. Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa ?
Demikian juga Tuhan kerap mengijinkan tekanan hidup datang dalam hidup kita. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Tuhan mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat.
Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang mengakar kuat itu akan menjebol "Batu Masalah" yang selama ini menekan kita.
Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Hidup seperti pohon korma, kuat menghadapi tekanan, menang dalam kehidupan dan terus berbuah lebat, bahkan pada masa tua sekalipun.
Tekanan hidup apapun yang anda alami saat ini, ingatlah bahwa anda didesain Tuhan menjadi seperti pohon korma.
Sebab itu, jadilah orang yang tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan.
Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa
melemahkan, tapi justru akan membuat kita menjadi Pemenang Kehidupan.
Monday, November 23, 2015
KEMBALI DENGAN CINTA
( Oleh : Ust. Hatta Syamsuddin)
Hari ini mendapat berita yang unik sekaligus mengharukan. Seorang politikus, anggota dewan sebuah partai nasionalis meninggal dan dimakamkan dengan diantar mobil layanan PKS. Unik, karena partai tempat sang politikus beraktifitas selama ini juga dikenal mempunyai beberapa mobil layanan sejenis, mengapa tidak digunakan untuk mengantarkan salah satu kader terbaiknya ?. Mengharukan, karena ternyata almarhum berwasiat khusus sebelum meninggal, agar dimakamkan dengan diantar mobil layanan PKS, bukan yang lainnya.
Tentu hal ini menjadikan sebagian pelayat yang hadir mengernyitkan dahi dan bertanya-tanya. Mengingat sejarahnya partai nasionalis tersebut hampir selalu menjadi “lawan politik” PKS dibeberapa kesempatan, dari pemilu, pilpres hingga pilkada. Perbedaan ideologis yang diusung kedua partai tersebut pun kerap menjadikan massa akar rumputnya seolah selalu berhadap-hadapan, baik di dunia nyata, apalagi di dunia maya.
Ternyata kejadian mengharukan diatas bukanlah hal sederhana, kita bisa menjadikannya sebagai inspirasi sekaligus mengambil pelajaran. Kejadian yang bermula dari ‘wasiat’ di atas mengantarkan saya pada kenangan sosok Buya Hamka. Politisi, ulama sekaligus sastrawan muslim ini ternyata beberapa kali juga mendapatkan wasiat yang serupa dari musuh-musuh politiknya.
Yang pertama adalah Bung Karno, yang saat itu memaksakan ideologi nasakomnya, Buya Hamka turut menjadi korban. Beliau dipenjarakan oleh pemerintahan orde lama sepanjang 2 tahun 4 bulan dengan tuduhan subversif. Bukan itu saja, bahkan karya-karyanya juga ditarik dari peredaran. Buya Hamka menggunakan waktunya di tahanan untuk menyelesaikan kitab Tafsir Al Azhar yang monumental.
Roda zaman berputar. Hamka bebas dari penjara sementara Bung Karno kehilangan kekuasaannya, mulai diasingkan dan jatuh sakit-sakitan. Lama tak ada komunikasi antara keduanya. Hingga pada Juni 1970 Bung Karno menyampaikan pesan ke Buya Hamka melalui Mayjen Soeryo sang ajudan, yang berbunyi “Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku..”. Pesan itu diterima Buya Hamka bersamaan dengan wafatnya Bung Karno. Maka ia segera berangkat untuk melihat jenazah Bung Karno dan kemudian menjadi imam sholat jenazahnya. Beberapa pelayat yang hadir tak kuasa menahan air mata menyaksikan momentum mengharukan tersebut. Permusuhan dan kebencian ada batasnya.
Sosok lain yang tak kalah keras pertentangannya dengan Buya Hamka adalah Muhammad Yamin. Meskipun sama-sama berasal dari Sumatera Barat, namun diantara keduanya terjadi pertentangan dalam masalah ideologi perjuangan. Pertentangan ini kerap muncul dan meledak dalam sidang-sidang Majlis Konstutiante. Buya Hamka yang berasal dari Masyumi kokoh dan teguh memperjuangkan Islam sebagai dasar bernegara, sementara Muhammad Yamin dari PNI adalah seorang nasionalis yang cenderung sekuler. Kebenciannya kepada Buya Hamka begitu terasa dan diketahui banyak orang karena diulang-ulang oleh Muhammad Yamin dalam berbagai kesempatan berbicara dan berpidato.
Tapi kebencian dan permusuhan itu ada batasnya. Tahun 1962 Muhammad Yamin jatuh sakit dan dirawat di RSPAD selama beberapa hari terus bertambah parah, hingga kemudian menyuruh Chairul Shaleh untuk menyampaikan pesannya kepada Buya Hamka. Pesan itu berisi “"Bila saya wafat, tolong Hamka bersedia menemani di saat-saat akhir hidupku dan ikut mengantar jenazahku ke kampung halamanku di Talawi" . Chaerul Saleh juga menambahkan bahwa, Yamin khawatir, masyarakat Talawi, Sumatera Barat, tempatnya berasal, tidak berkenan menerima jenazahnya
Mendengar hal tersebut, Hamka segera menemui Yamin yang tergolek lemah. Takdir Allah indah menggoreskan Hamka menemani Yamin disaat-saat akhirnya, dengan kedua tangan berjabat erat, bahkan Hamka masih sempat melantunkan Al Fatihah dan kalimat tauhid dengan lembut di telinga Yamin. Hamka pun menunaikan janji dengan mengantarkan Yamin ke tempat peristirahatannya terakhir di Talawi.
Dua kejadian di atas menggoreskan pertanyaan dalam hati ? Hal apakah yang kiranya menggerakkan hati yang lama berjauhan bahkan bermusuhan untuk bersatu mendekat penuh harap ? Saya tidak melihat kecuali keistiqomah, kejujuran dan ketulusan Buya Hamka dalam memperjuangkan dan mengamalkan syariat Islam – lah yang menjadikan hati-hati yang dulu begitu membenci, memusuhi dan menentang, dalam akhir hidupnya harus mengakui dengan jujur bahwa Hamka dengan ideologi Islamnya lah yang layak menjadi teman menuju peristirahan terakhir.
Hari-hari ini begitu banyak para pembenci dan penentang dakwah Islam, memusuhi tanpa henti siang dan malam, baik dengan tusukan jari jemari di dunia maya maupun lirikan sinis yang terpendam saat berpapasan. Jika para aktifis dakwah bisa mencontoh Buya Hamka yang terus istiqomah dengan ketulusan, kejujuran, dalam memperjuangkan apa yang diyakininya, maka insya Allah benih-benih permusuhan itu tidak akan abadi. Tanpa perlu harus menunggu di ujung usia, bisa jadi cinta akan menggantikan kebencian.
Sebagaimana Pramodya Ananta Toer yang sudah kenyang memusuhi Hamka pada masa "Prahara Budaya" di orde lama. Ternyata saat akan menikahkan putrinya dengan seorang pria tionghoa non muslim, ia meminta calon menantu untuk masuk Islam dan belajar Islam terlebih dahulu pada Buya Hamka. Ketika ditanya mengapa ia melakukan hal tersebut, dengan tegas Pramudya menyampaikan "Saya lebih mantap mengirim calon menantuku untuk diislamkan dan belajar agama pada Hamka, meski kami berbeda paham politik".
Sama dengan kisah Pramudya, saya sering mendengar testimoni tentang beberapa tokoh partai nasionalis di suatu daerah, dimana mereka dengan rela dan bangga berbondong-bondong menyekolahkan putra-putrinya di sekolah Islam yang dikelola oleh para aktifis dakwah. Dalam hal pendidikan terbaik, mereka mempercayakan tarbiyah Islam sebagai solusi.
Maka kebencian dan permusuhan itu pastilah akan tergerus dengan keistiqomahan dan ketulusan para aktifis dakwah, dan berganti dengan cinta. Sebuah cinta terhadap ajaran yang fitrah, yang jika tidak saat ini maka diujung masa akan banyak jiwa-jiwa yang kembali mendekat.
Sayup-sayup terdengar senandung di masa lalu :
“ Cinta kan membawamu … kembali di sini . menuai rindu, membasuh perih”
( Oleh : Ust. Hatta Syamsuddin)
Hari ini mendapat berita yang unik sekaligus mengharukan. Seorang politikus, anggota dewan sebuah partai nasionalis meninggal dan dimakamkan dengan diantar mobil layanan PKS. Unik, karena partai tempat sang politikus beraktifitas selama ini juga dikenal mempunyai beberapa mobil layanan sejenis, mengapa tidak digunakan untuk mengantarkan salah satu kader terbaiknya ?. Mengharukan, karena ternyata almarhum berwasiat khusus sebelum meninggal, agar dimakamkan dengan diantar mobil layanan PKS, bukan yang lainnya.
Tentu hal ini menjadikan sebagian pelayat yang hadir mengernyitkan dahi dan bertanya-tanya. Mengingat sejarahnya partai nasionalis tersebut hampir selalu menjadi “lawan politik” PKS dibeberapa kesempatan, dari pemilu, pilpres hingga pilkada. Perbedaan ideologis yang diusung kedua partai tersebut pun kerap menjadikan massa akar rumputnya seolah selalu berhadap-hadapan, baik di dunia nyata, apalagi di dunia maya.
Ternyata kejadian mengharukan diatas bukanlah hal sederhana, kita bisa menjadikannya sebagai inspirasi sekaligus mengambil pelajaran. Kejadian yang bermula dari ‘wasiat’ di atas mengantarkan saya pada kenangan sosok Buya Hamka. Politisi, ulama sekaligus sastrawan muslim ini ternyata beberapa kali juga mendapatkan wasiat yang serupa dari musuh-musuh politiknya.
Yang pertama adalah Bung Karno, yang saat itu memaksakan ideologi nasakomnya, Buya Hamka turut menjadi korban. Beliau dipenjarakan oleh pemerintahan orde lama sepanjang 2 tahun 4 bulan dengan tuduhan subversif. Bukan itu saja, bahkan karya-karyanya juga ditarik dari peredaran. Buya Hamka menggunakan waktunya di tahanan untuk menyelesaikan kitab Tafsir Al Azhar yang monumental.
Roda zaman berputar. Hamka bebas dari penjara sementara Bung Karno kehilangan kekuasaannya, mulai diasingkan dan jatuh sakit-sakitan. Lama tak ada komunikasi antara keduanya. Hingga pada Juni 1970 Bung Karno menyampaikan pesan ke Buya Hamka melalui Mayjen Soeryo sang ajudan, yang berbunyi “Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku..”. Pesan itu diterima Buya Hamka bersamaan dengan wafatnya Bung Karno. Maka ia segera berangkat untuk melihat jenazah Bung Karno dan kemudian menjadi imam sholat jenazahnya. Beberapa pelayat yang hadir tak kuasa menahan air mata menyaksikan momentum mengharukan tersebut. Permusuhan dan kebencian ada batasnya.
Sosok lain yang tak kalah keras pertentangannya dengan Buya Hamka adalah Muhammad Yamin. Meskipun sama-sama berasal dari Sumatera Barat, namun diantara keduanya terjadi pertentangan dalam masalah ideologi perjuangan. Pertentangan ini kerap muncul dan meledak dalam sidang-sidang Majlis Konstutiante. Buya Hamka yang berasal dari Masyumi kokoh dan teguh memperjuangkan Islam sebagai dasar bernegara, sementara Muhammad Yamin dari PNI adalah seorang nasionalis yang cenderung sekuler. Kebenciannya kepada Buya Hamka begitu terasa dan diketahui banyak orang karena diulang-ulang oleh Muhammad Yamin dalam berbagai kesempatan berbicara dan berpidato.
Tapi kebencian dan permusuhan itu ada batasnya. Tahun 1962 Muhammad Yamin jatuh sakit dan dirawat di RSPAD selama beberapa hari terus bertambah parah, hingga kemudian menyuruh Chairul Shaleh untuk menyampaikan pesannya kepada Buya Hamka. Pesan itu berisi “"Bila saya wafat, tolong Hamka bersedia menemani di saat-saat akhir hidupku dan ikut mengantar jenazahku ke kampung halamanku di Talawi" . Chaerul Saleh juga menambahkan bahwa, Yamin khawatir, masyarakat Talawi, Sumatera Barat, tempatnya berasal, tidak berkenan menerima jenazahnya
Mendengar hal tersebut, Hamka segera menemui Yamin yang tergolek lemah. Takdir Allah indah menggoreskan Hamka menemani Yamin disaat-saat akhirnya, dengan kedua tangan berjabat erat, bahkan Hamka masih sempat melantunkan Al Fatihah dan kalimat tauhid dengan lembut di telinga Yamin. Hamka pun menunaikan janji dengan mengantarkan Yamin ke tempat peristirahatannya terakhir di Talawi.
Dua kejadian di atas menggoreskan pertanyaan dalam hati ? Hal apakah yang kiranya menggerakkan hati yang lama berjauhan bahkan bermusuhan untuk bersatu mendekat penuh harap ? Saya tidak melihat kecuali keistiqomah, kejujuran dan ketulusan Buya Hamka dalam memperjuangkan dan mengamalkan syariat Islam – lah yang menjadikan hati-hati yang dulu begitu membenci, memusuhi dan menentang, dalam akhir hidupnya harus mengakui dengan jujur bahwa Hamka dengan ideologi Islamnya lah yang layak menjadi teman menuju peristirahan terakhir.
Hari-hari ini begitu banyak para pembenci dan penentang dakwah Islam, memusuhi tanpa henti siang dan malam, baik dengan tusukan jari jemari di dunia maya maupun lirikan sinis yang terpendam saat berpapasan. Jika para aktifis dakwah bisa mencontoh Buya Hamka yang terus istiqomah dengan ketulusan, kejujuran, dalam memperjuangkan apa yang diyakininya, maka insya Allah benih-benih permusuhan itu tidak akan abadi. Tanpa perlu harus menunggu di ujung usia, bisa jadi cinta akan menggantikan kebencian.
Sebagaimana Pramodya Ananta Toer yang sudah kenyang memusuhi Hamka pada masa "Prahara Budaya" di orde lama. Ternyata saat akan menikahkan putrinya dengan seorang pria tionghoa non muslim, ia meminta calon menantu untuk masuk Islam dan belajar Islam terlebih dahulu pada Buya Hamka. Ketika ditanya mengapa ia melakukan hal tersebut, dengan tegas Pramudya menyampaikan "Saya lebih mantap mengirim calon menantuku untuk diislamkan dan belajar agama pada Hamka, meski kami berbeda paham politik".
Sama dengan kisah Pramudya, saya sering mendengar testimoni tentang beberapa tokoh partai nasionalis di suatu daerah, dimana mereka dengan rela dan bangga berbondong-bondong menyekolahkan putra-putrinya di sekolah Islam yang dikelola oleh para aktifis dakwah. Dalam hal pendidikan terbaik, mereka mempercayakan tarbiyah Islam sebagai solusi.
Maka kebencian dan permusuhan itu pastilah akan tergerus dengan keistiqomahan dan ketulusan para aktifis dakwah, dan berganti dengan cinta. Sebuah cinta terhadap ajaran yang fitrah, yang jika tidak saat ini maka diujung masa akan banyak jiwa-jiwa yang kembali mendekat.
Sayup-sayup terdengar senandung di masa lalu :
“ Cinta kan membawamu … kembali di sini . menuai rindu, membasuh perih”
Tuesday, November 17, 2015
๐ Ingin istrimu awet muda?
By: Ust Cahyadi Takariawan
Suatu pagi, tiga orang
perempuan, Dewi, Nia dan Dina, tengah berbincang di ruang imajiner saya.
Dewi : “Wah, kamu tampak
awet muda dan ceria, Nia. Apa rahasianya?”
Nia : “Biasa sih. Aku rajin ke
salon kecantikan dan melakukan perawatan tubuh di sana. Itu sebabnya aku selalu tampak awet muda”.
Dewi : “Kalau kamu. Dina? Apa rahasia kamu selalu tampak awet muda?”
Dina : “Gampang kok. Tiap hari aku dipeluk suamiku 12 kali. Ini yang membuatku awet muda”.
Ya. Ada Banyak Cara Awet Muda.
Sejak dari yang membayar mahal sampai yang murah.
Pelukan suami kepada isteri, dan sebaliknya, tidak bisa digantikan oleh apapun dan oleh
siapapun. Benar-benar spesial, dan tak tergantikan oleh kecanggihan teknologi.
Dan hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sah.
Saling memeluk menimbulkan perasaan
nyaman, karena yang memeluk adalah pasangan yang sah.
Jika berpelukan dengan selingkuhan akan menimbulkan perasaan
tidak nyaman karena takut
ketahuan. Juga menimbulkan perasaan bersalah serta berdosa
karena mengkhianati pasangan.
๐Bagaimana Pelukan Mampu Membuat Awet Muda?
Saat berpelukan, tubuh
melepaskan hormon oxytocin yang berkaitan dengan rasa damai dan cinta. Hormon ini
membuat jantung dan pikiran menjadi tenang dan sehat.
Itulah sebabnya, pelukan diyakini dapat menambah angka harapan hidup pasangan anda.
Satu pelukan, bisa meningkatkan angka harapan hidup satu hari
bagi pasangan anda.
Setiap kali anda memeluk
pasangan dengan penuh
ketulusan dan kasih sayang, bertambahlah angka harapan hidupnya, karena bertambah rasa bahagia dan kesehatan
jiwanya. Penambahan angka harapan hidup ini akan tampak pada penampilannya yang awet
muda. Semakin sering dipeluk, semakin tambah awet muda.
Jadi kalau ada istri yang tampak lelah dan tampak cepat tua, lebih tua dari usia sebenarnya, mungkin karena jarang dipeluk
suaminya.
Jika suami jarang memeluk istri, suasana jiwa istri
menjadi ‘lapar perasaan’. Ada tuntutan jiwa yang ingin dipeluk, dibelai dan dielus, namun tidak terpenuhi. Tidak ada hormon oxytocin yang diproduksi dalam tubuh istri sehingga merasa kurang perhatian dan kurang bahagia.
Para Suami Sering Seringlah Memeluk Istrimu.
Pelukan itu bukan saja gratis, namun juga berpahala dan sangat menyenangkan hati istri.
Itulah yang membuat istri awet muda secara gratis.
๐๐๐๐❤๐๐
Suatu pagi, tiga orang
perempuan, Dewi, Nia dan Dina, tengah berbincang di ruang imajiner saya.
Dewi : “Wah, kamu tampak
awet muda dan ceria, Nia. Apa rahasianya?”
Nia : “Biasa sih. Aku rajin ke
salon kecantikan dan melakukan perawatan tubuh di sana. Itu sebabnya aku selalu tampak awet muda”.
Dewi : “Kalau kamu. Dina? Apa rahasia kamu selalu tampak awet muda?”
Dina : “Gampang kok. Tiap hari aku dipeluk suamiku 12 kali. Ini yang membuatku awet muda”.
Ya. Ada Banyak Cara Awet Muda.
Sejak dari yang membayar mahal sampai yang murah.
Pelukan suami kepada isteri, dan sebaliknya, tidak bisa digantikan oleh apapun dan oleh
siapapun. Benar-benar spesial, dan tak tergantikan oleh kecanggihan teknologi.
Dan hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sah.
Saling memeluk menimbulkan perasaan
nyaman, karena yang memeluk adalah pasangan yang sah.
Jika berpelukan dengan selingkuhan akan menimbulkan perasaan
tidak nyaman karena takut
ketahuan. Juga menimbulkan perasaan bersalah serta berdosa
karena mengkhianati pasangan.
๐Bagaimana Pelukan Mampu Membuat Awet Muda?
Saat berpelukan, tubuh
melepaskan hormon oxytocin yang berkaitan dengan rasa damai dan cinta. Hormon ini
membuat jantung dan pikiran menjadi tenang dan sehat.
Itulah sebabnya, pelukan diyakini dapat menambah angka harapan hidup pasangan anda.
Satu pelukan, bisa meningkatkan angka harapan hidup satu hari
bagi pasangan anda.
Setiap kali anda memeluk
pasangan dengan penuh
ketulusan dan kasih sayang, bertambahlah angka harapan hidupnya, karena bertambah rasa bahagia dan kesehatan
jiwanya. Penambahan angka harapan hidup ini akan tampak pada penampilannya yang awet
muda. Semakin sering dipeluk, semakin tambah awet muda.
Jadi kalau ada istri yang tampak lelah dan tampak cepat tua, lebih tua dari usia sebenarnya, mungkin karena jarang dipeluk
suaminya.
Jika suami jarang memeluk istri, suasana jiwa istri
menjadi ‘lapar perasaan’. Ada tuntutan jiwa yang ingin dipeluk, dibelai dan dielus, namun tidak terpenuhi. Tidak ada hormon oxytocin yang diproduksi dalam tubuh istri sehingga merasa kurang perhatian dan kurang bahagia.
Para Suami Sering Seringlah Memeluk Istrimu.
Pelukan itu bukan saja gratis, namun juga berpahala dan sangat menyenangkan hati istri.
Itulah yang membuat istri awet muda secara gratis.
๐๐๐๐❤๐๐
Tuesday, November 10, 2015
Ayah.... Aku Lelah - Islampos -
“AYAH, ayah” kata Sang Anak.
“Ada apa?” tanya Sang Ayah.
“Aku lelah, sangat lelah. Aku lelah karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedangkan temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek, aku mau menyontek saja! Aku lelah, sangat lelah.
Aku lelah karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku lelah, sangat lelah.
Aku lelah karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung, aku ingin jajan terus!
Aku lelah karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.
Aku lelah karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedangkan teman-temanku seenaknya saja bersikap kepada ku.
Aku lelah Ayah, aku lelah menahan diri. Aku ingin seperti mereka. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah !!” sang anak mulai menangis.
Sang Ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ”Anakku ayo ikut Ayah, Ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak.
Mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang. Sang anak mulai mengeluh ”Ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang, aku benci jalan ini ayah” sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang.
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah,” ayah mulai brtanya.
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?,” tanya sang anak.
” Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu,” sang ayah menjelaskan.
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya?,”
”Nah, akhirnya kau mengerti”
”Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi. Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga, dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah. Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ” rengek sang anak.
” Ayah tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi, ingatlah anakku, ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri, jadilah seorang yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena tahu ada Allah di sampingnya. Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang. Kau tau akhirnya kan?” jelas sang ayah lagi.
” Ya ayah, aku tau, aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini. Sekarang aku mengerti. Terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar. ”
Sang ayah tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya. [ns/islampos/fb]
“Ada apa?” tanya Sang Ayah.
“Aku lelah, sangat lelah. Aku lelah karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedangkan temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek, aku mau menyontek saja! Aku lelah, sangat lelah.
Aku lelah karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku lelah, sangat lelah.
Aku lelah karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung, aku ingin jajan terus!
Aku lelah karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.
Aku lelah karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedangkan teman-temanku seenaknya saja bersikap kepada ku.
Aku lelah Ayah, aku lelah menahan diri. Aku ingin seperti mereka. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah !!” sang anak mulai menangis.
Sang Ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ”Anakku ayo ikut Ayah, Ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak.
Mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang. Sang anak mulai mengeluh ”Ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang, aku benci jalan ini ayah” sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang.
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah,” ayah mulai brtanya.
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?,” tanya sang anak.
” Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu,” sang ayah menjelaskan.
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya?,”
”Nah, akhirnya kau mengerti”
”Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi. Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga, dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah. Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ” rengek sang anak.
” Ayah tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi, ingatlah anakku, ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri, jadilah seorang yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena tahu ada Allah di sampingnya. Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang. Kau tau akhirnya kan?” jelas sang ayah lagi.
” Ya ayah, aku tau, aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini. Sekarang aku mengerti. Terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar. ”
Sang ayah tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya. [ns/islampos/fb]
Tuesday, October 13, 2015
Hidup Satu Setengah Jam
Ternyata cuma 1,5 jam saja kita hidup di dunia ini
⏰⌚⏰⌚⏰⌚⏰
Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber
kebenaran absolut.
⌚
1 hari akhirat = 1000 tahun .. (QS. Al-Hajj:47)
24 jam akhirat = 1000 tahun ..
3 jam akhirat = 125 tahun .....
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun ..
⏰⌚⏰⌚⏰⌚⏰
Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.
Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka.
(QS. Fathir:15, An-Nisa:170)
Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah. (QS. Al-Muddaththir:7, At-Thur:48, Az-Zumar:10)
Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS. Yusuf:53, Al-Ahzab:38)
"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS.At-Tawbah:72, Al-Bayyinah:8, An-Nisa:114)
Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti. (QS. Al-Hashr:18, Ash-Shura:20, Ali-Imron:148, Al-Qashas:77)
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (QS. Al-Mu'minuun:114)
⏰⌚⏰⌚⏰⌚⏰
Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber
kebenaran absolut.
⌚
1 hari akhirat = 1000 tahun .. (QS. Al-Hajj:47)
24 jam akhirat = 1000 tahun ..
3 jam akhirat = 125 tahun .....
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun ..
⏰⌚⏰⌚⏰⌚⏰
Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.
Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka.
(QS. Fathir:15, An-Nisa:170)
Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah. (QS. Al-Muddaththir:7, At-Thur:48, Az-Zumar:10)
Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS. Yusuf:53, Al-Ahzab:38)
"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS.At-Tawbah:72, Al-Bayyinah:8, An-Nisa:114)
Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti. (QS. Al-Hashr:18, Ash-Shura:20, Ali-Imron:148, Al-Qashas:77)
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (QS. Al-Mu'minuun:114)
Monday, October 12, 2015
10 ALASAN MENGHAFAL TAK HAFAL-HAFAL TETAP MENYENANGKAN
1. Satu huruf Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda.
2. Al-Qur'an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah Anda menghafal untuk mencari kebaikan.
3. Ketika Anda menghafal Al-Qur'an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah saw menyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma'unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?
4. Menghafal Al-Qur'an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu. Terseyumlah.
5. Ketika Anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.
6. Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.
7. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.
8. Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikengenin ayat.
9. Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.
10. Menghafal tak hafal-hafal, tandanya Anda di pintu hidayah. Berat tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.
Deden Muhammad Makhyaruddin
@DedenMM
1. Satu huruf Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda.
2. Al-Qur'an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah Anda menghafal untuk mencari kebaikan.
3. Ketika Anda menghafal Al-Qur'an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah saw menyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma'unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?
4. Menghafal Al-Qur'an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu. Terseyumlah.
5. Ketika Anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.
6. Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.
7. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.
8. Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikengenin ayat.
9. Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.
10. Menghafal tak hafal-hafal, tandanya Anda di pintu hidayah. Berat tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.
Deden Muhammad Makhyaruddin
@DedenMM
Sunday, October 11, 2015
Cara Menghafal Nama-nama Surat Al-Quran
/// Ini bukan karangan saya, tapi tmn saya dapat dari grup Tahsin di HP.
Bagi yang membuatnya, jazaakumuLLAH ahsan, menginspirasi
# Salah Satu Cara Mempermudah Menghafal Nama-nama Surat dalam AlQuran:
Cobalah baca Cerita-cerita di bawah ini, dan perhatikan kata2 yg BERHURUF BESAR.
Kata2 tsb adalah nama2 surat dalam AlQuran. Hafalkan ceritanya, lalu tuliskan kata2 tsb secara berurut, maka akan kita dapatkan NAMA SURAT dan NOMOR URUTNYA.
Silahkan mencoba :
Cerita I; (Surah 1 – 10)
Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yg punya anak WANITA.
Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK.
Kemudian paman menuju TEMPAT2 YG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.
#NO.KRONOLOGI CERITA
1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.WANITA~AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT2 YG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS
Cerita II; (Surah 11 – 20)
HUD & YUSUF melihat ke langit yg penuh suara GURUH. Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR.
Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.
# NO.KRONOLOGI CERITA
11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA
Cerita III ; (Surah 21 – 30)
PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG2 BERIMAN. Mereka seperti CAHAYA.
Inilah yg menjadi PEMBEDA ANTARA YG BENAR & BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita ttg SEMUT. Cerita itu terangkum dalam buku KISAH2. Dalam buku itu juga diceritakan ttg LABA2 yg menyerang BANGSA ROMAWI.
#NO.KRONOLOGI CERITA
21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG2 BERIMAN-AL
MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YG BENAR & BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA2 – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM
Cerita IV ; (Surah 31 – 40)
LUKMAN tidak berSUJUD bersama GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERSEKUTU melawan Nabi dan tidak juga bersama kaum SABA’.
Sementara itu FATHIR & YASIN berdiri bersama orang YG BERSHAF-SHAF dan membentuk huruf SHOD. Mereka termasuk ROMBONGAN2 yg memohon ampunan kpd YG MAHA PENGAMPUN.
#NO.KRONOLOGI CERITA
31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB --> GOLONGAN-GOLONG
AN YANG BERSEKUTU
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YG BERSHAF2– ASH SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN2 – AZ ZUMAR
40.YG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR
Cerita V; (Surah 41 – 50)
YG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah ttg PERHIASAN.
Bukan ttg KABUT.
Sementara itu banyak orang YG BERLUTUT di BUKIT2 PASIR. Sa'at itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN.
Hal ini ditandai dg KAMAR2 bertuliskan huruf QOF.
#NO.KRONOLOGI CERITA
41.YG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF
Cerita VI ; (Surah 51 – 60)
ANGIN YG MENERBANGKAN membawa awan ke bukit THURSINA.
Ini terjadi sa'at BINTANG & BULAN bersinar.
Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YG DIUJI.
#NO.KRONOLOGI CERITA
51.ANGIN YG MENERBANGKAN –
ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YG DIUJI – AL
MUMTAHANAH
Cerita VII ; (Surah 61 – 70)
BARISAN orang beriman pd HARI JUM’AT berbeda dg ORANG2 MUNAFIK.
Demikian juga pd HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN2.
Ketika aku di-TALAK, aku MHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yg indah, PENA yg mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga.
Disinilah TEMPAT2 NAIK bagi amal sholih.
#NO.KRONOLOGI CERITA
61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG2 MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN2 – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT2 NAIK – AL MA ‘ARIJ
Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)
NUH diganggu JIN disa'at ORANG YG BERSELIMUT dan ORANG YG BRKEMUL tertidur pulas.
Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT.
Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dg MALAIKAT YG
DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR ttg kematian, MALAIKAT2 YG MENCABUT nyawa sedang melihat IA BERMUKA MASAM.
#NO.KRONOLOGI CERITA
71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74.ORANG YG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YG DIUTUS – AL MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA
Cerita IX ; (Surah 81 – 90)
Ombak MGGULUNG, bumi TRBELAH, ORANG2 YG
CURANG pun ikut TERBELAH.
Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YG PALING TINGGI.
Pada HARI PBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.
#NO.KRONOLOGI CERITA
81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG2 YG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD
Cerita X; (Surah 91 – 100)
MATAHARI tenggelam sa'at MALAM tiba.
Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki & menumbuhkan BUAH TIN.
Sementara itu manusia yg berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YG BERLARI KENCANG pun mati.
NO.KRONOLOGI CERITA
91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YG BERLARI KENCANG – AL`ADIYAT
Cerita XI ; (Surah 101 – 110)
HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH.
Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dg pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR.
Saat itu ORANG2 KAFIR tidak m'dapatkan PERTOLONGAN.
NO.KRONOLOGI CERITA
101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG2 KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR
Cerita XII (Surah 111-114)
Insya Allah 4 surat terakhir ini semua dari kita sudah m'hafalnya.
NO.SURAT
111.AL LAHAB
112.AL IKHLASH
113.AL FALAQi
114.AN NAAS
Semoga bermanfaat
๐
Bagi yang membuatnya, jazaakumuLLAH ahsan, menginspirasi
# Salah Satu Cara Mempermudah Menghafal Nama-nama Surat dalam AlQuran:
Cobalah baca Cerita-cerita di bawah ini, dan perhatikan kata2 yg BERHURUF BESAR.
Kata2 tsb adalah nama2 surat dalam AlQuran. Hafalkan ceritanya, lalu tuliskan kata2 tsb secara berurut, maka akan kita dapatkan NAMA SURAT dan NOMOR URUTNYA.
Silahkan mencoba :
Cerita I; (Surah 1 – 10)
Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yg punya anak WANITA.
Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK.
Kemudian paman menuju TEMPAT2 YG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.
#NO.KRONOLOGI CERITA
1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.WANITA~AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT2 YG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS
Cerita II; (Surah 11 – 20)
HUD & YUSUF melihat ke langit yg penuh suara GURUH. Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR.
Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.
# NO.KRONOLOGI CERITA
11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA
Cerita III ; (Surah 21 – 30)
PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG2 BERIMAN. Mereka seperti CAHAYA.
Inilah yg menjadi PEMBEDA ANTARA YG BENAR & BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita ttg SEMUT. Cerita itu terangkum dalam buku KISAH2. Dalam buku itu juga diceritakan ttg LABA2 yg menyerang BANGSA ROMAWI.
#NO.KRONOLOGI CERITA
21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG2 BERIMAN-AL
MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YG BENAR & BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA2 – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM
Cerita IV ; (Surah 31 – 40)
LUKMAN tidak berSUJUD bersama GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERSEKUTU melawan Nabi dan tidak juga bersama kaum SABA’.
Sementara itu FATHIR & YASIN berdiri bersama orang YG BERSHAF-SHAF dan membentuk huruf SHOD. Mereka termasuk ROMBONGAN2 yg memohon ampunan kpd YG MAHA PENGAMPUN.
#NO.KRONOLOGI CERITA
31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB --> GOLONGAN-GOLONG
AN YANG BERSEKUTU
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YG BERSHAF2– ASH SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN2 – AZ ZUMAR
40.YG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR
Cerita V; (Surah 41 – 50)
YG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah ttg PERHIASAN.
Bukan ttg KABUT.
Sementara itu banyak orang YG BERLUTUT di BUKIT2 PASIR. Sa'at itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN.
Hal ini ditandai dg KAMAR2 bertuliskan huruf QOF.
#NO.KRONOLOGI CERITA
41.YG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF
Cerita VI ; (Surah 51 – 60)
ANGIN YG MENERBANGKAN membawa awan ke bukit THURSINA.
Ini terjadi sa'at BINTANG & BULAN bersinar.
Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YG DIUJI.
#NO.KRONOLOGI CERITA
51.ANGIN YG MENERBANGKAN –
ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YG DIUJI – AL
MUMTAHANAH
Cerita VII ; (Surah 61 – 70)
BARISAN orang beriman pd HARI JUM’AT berbeda dg ORANG2 MUNAFIK.
Demikian juga pd HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN2.
Ketika aku di-TALAK, aku MHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yg indah, PENA yg mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga.
Disinilah TEMPAT2 NAIK bagi amal sholih.
#NO.KRONOLOGI CERITA
61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG2 MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN2 – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT2 NAIK – AL MA ‘ARIJ
Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)
NUH diganggu JIN disa'at ORANG YG BERSELIMUT dan ORANG YG BRKEMUL tertidur pulas.
Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT.
Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dg MALAIKAT YG
DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR ttg kematian, MALAIKAT2 YG MENCABUT nyawa sedang melihat IA BERMUKA MASAM.
#NO.KRONOLOGI CERITA
71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74.ORANG YG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YG DIUTUS – AL MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA
Cerita IX ; (Surah 81 – 90)
Ombak MGGULUNG, bumi TRBELAH, ORANG2 YG
CURANG pun ikut TERBELAH.
Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YG PALING TINGGI.
Pada HARI PBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.
#NO.KRONOLOGI CERITA
81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG2 YG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD
Cerita X; (Surah 91 – 100)
MATAHARI tenggelam sa'at MALAM tiba.
Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki & menumbuhkan BUAH TIN.
Sementara itu manusia yg berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YG BERLARI KENCANG pun mati.
NO.KRONOLOGI CERITA
91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YG BERLARI KENCANG – AL`ADIYAT
Cerita XI ; (Surah 101 – 110)
HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH.
Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dg pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR.
Saat itu ORANG2 KAFIR tidak m'dapatkan PERTOLONGAN.
NO.KRONOLOGI CERITA
101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG2 KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR
Cerita XII (Surah 111-114)
Insya Allah 4 surat terakhir ini semua dari kita sudah m'hafalnya.
NO.SURAT
111.AL LAHAB
112.AL IKHLASH
113.AL FALAQi
114.AN NAAS
Semoga bermanfaat
๐
๐ Kunci Sukses Bisnis Rasulullah SAW๐
Nih Ane Kasih wawasan baru, Setelah Membaca- baca Buku dapat ide untuk menulis Artikel Ini. Bertujuan untuk mengembalikan Akhlak Berbisnis di Indonesia yang sedang Sakit di Zaman ini. Dari ulah Kaum Kapitalisme Barat sehingga kita lupa akan Tuhan :sip:
Ini adalah Kisah RasulAllah Muhammad SAW yang selama masa Hidupnya pernah mengalami masa kejayaan dan beliau adalah Seorang pebisnis Sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.
Apa saja Nilai warisan yang bisa kita Tiru dari Rasul yang bisa kita ikuti sebagai pengikutnya, Khususnya untuk seorang Hambanya yang menjadi Pengusaha sebagai Orang yang mencari Nafkah. :sip:
Semasa Mudanya RasulAllah ini Sudah
berkenalan dengan Bisnis dari Usia Dini, Dimulai dari menggembala Kambing. Lalu Bisnisnya ke-Level yang lebih tinggi, Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannya Abu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut. Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang (Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).
Mau, tau Kunci-kunci Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Hebat Itu. Hingga sekarang Masih di Gunakan dengan Prinsip-prinsip Bisnis Modern di Dunia saat ini. Dan juga mengajarkan kita sebagai Umat Muslim untuk menjadi seorang Enterprenur Sejati dan Berakhlak Sebagai Makhluk Allah SWT. Dan menjauhkan Bisnis Kita hanya dari Keuntungan Semata (KAPITALISME).…
Ini Adalah Rahasia-rahasia berbisnis Ala Nabi Muhammad SAW :
๐กCara Berpikir dan BerEtika di dalam Bisnisnya :
1. Jujur di dalam Bisnisnya, Kejujuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang dilakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.
2. Berprinsip pada nilai Illahi, Bisnis yang dilakukan tidak terlepas dari pengawasan ALLAH. Dan menyadarkan manusia sebagai makhluk Illahiyah (berTuhan).
3. Prinsip kebebasan Individu yang bertanggungjawab, Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.
4. Bertanggungjawab, Bertanggungjawab moral kepada ALLAH atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.
5. Keadilan dan Keseimbangan, Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu didalam bisnisnya (Win-Win-Solution)
6. Tidak hanya mengejar keuntungan, dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.
7. Berniat baik di Bisnisnya, berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.
8. Berani mewujudkan Mimpi, RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.
9. Branding/Menjaga nama baik, RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini, Tirulah… :sip:
๐กCara Merintis Bisnis:
1. Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu kesatunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya…
2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas
3. Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.
4. Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merah tidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
5. Berusaha Menjadi Trend Center
6. Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi High Quality.
7. Memahami kondisi dan analisa Pasar
8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
9. Belajar menguasai pasar, Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua. Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar. Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada. ๐
10. Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
11. Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
12. Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya
๐กCara Menjalankan Bisnisnya:
1. Bekerja Sama (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”
2. Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner
3. Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution (Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)
4. Bekerja dengan Prioritas
5. Tidak melakukan Monopoli
6. Selalu berusaha dan Tawakal
7. Tepat Waktu
8. Berani ambil Resiko
9. Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnis dan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).
10. Profesional di bisnis yang dikelolanya
11. Selalu Bersyukur di Segala Kondisi
12. Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal
13. Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis
14. Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).
15. Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)
16. Rajin Bersedekah
๐กCara memasarkan Produk:
1. Memasarkan Produk yang Halal dan Suci
2. Tidak melakukan Sumpah Palsu,
3. Tidak berpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik
4. Melakukan timbangan dengan benar
5. Tidak menjelekkan bisnis Orang lain, Beliau bersabda ”Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR. Muttafaq ‘alaih)
6. Pintar beriklan/Promosi, Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.
7. Transparansi (keterbukaan), Beliau bersabda “Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. Al-Quzuwaini)
8. Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)
9. Networking (Jejaring) di wilayah lain
10. Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)
11. Tidak mengambil Untung yang berlebihan
12. Mengutamakan penawar pertama
13. Menawar dengan harga yang diinginkan
14. Melakukan perniagaan sepagi mungkin, RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka” (HR.Shahr Al Ghamidi)
15. Menjaga Kepercayaan pelanggan
16. Mewujudkan Win-Win Solution
17. Barang Niaga harus bermutu, Murah,
Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas
18. Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan
19. Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal)
๐กCara berhubungan dengan Karyawan:
1. Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak memilih-milih karyawan Istimewa semua sama.
2. Bermitra Bisnis, Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan seperti Tuan dan Budak.
3. Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya
4. Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering
5. Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya
6. Karyawan diWajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya
7. Sering memberikan Bonus-bonus tambahan diluar gaji pokok
Contoh di Atas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat Suri tauladan Rasul Allah Muhammad SAW yang bisa kita Contoh dalam membangun Kerajaan Bisnis Kita, jauh lebih Sukses, berakhlak dan membantu terhadap sesamanya.
Wah Ane dah… capek nih nulisnya… tapi Semangat… Mudah-mudahan bermanfaat.
Semoga kita semua bisa menjadi Entrepreneur Sejati yang SUKSES, layaknya Rasul kita Nabi Muhammad SAW, sukses di dunia & akhirat, Aamiin ya Mujibas sailin.
Nih Ane Kasih wawasan baru, Setelah Membaca- baca Buku dapat ide untuk menulis Artikel Ini. Bertujuan untuk mengembalikan Akhlak Berbisnis di Indonesia yang sedang Sakit di Zaman ini. Dari ulah Kaum Kapitalisme Barat sehingga kita lupa akan Tuhan :sip:
Ini adalah Kisah RasulAllah Muhammad SAW yang selama masa Hidupnya pernah mengalami masa kejayaan dan beliau adalah Seorang pebisnis Sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.
Apa saja Nilai warisan yang bisa kita Tiru dari Rasul yang bisa kita ikuti sebagai pengikutnya, Khususnya untuk seorang Hambanya yang menjadi Pengusaha sebagai Orang yang mencari Nafkah. :sip:
Semasa Mudanya RasulAllah ini Sudah
berkenalan dengan Bisnis dari Usia Dini, Dimulai dari menggembala Kambing. Lalu Bisnisnya ke-Level yang lebih tinggi, Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannya Abu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut. Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang (Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).
Mau, tau Kunci-kunci Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Hebat Itu. Hingga sekarang Masih di Gunakan dengan Prinsip-prinsip Bisnis Modern di Dunia saat ini. Dan juga mengajarkan kita sebagai Umat Muslim untuk menjadi seorang Enterprenur Sejati dan Berakhlak Sebagai Makhluk Allah SWT. Dan menjauhkan Bisnis Kita hanya dari Keuntungan Semata (KAPITALISME).…
Ini Adalah Rahasia-rahasia berbisnis Ala Nabi Muhammad SAW :
๐กCara Berpikir dan BerEtika di dalam Bisnisnya :
1. Jujur di dalam Bisnisnya, Kejujuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang dilakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.
2. Berprinsip pada nilai Illahi, Bisnis yang dilakukan tidak terlepas dari pengawasan ALLAH. Dan menyadarkan manusia sebagai makhluk Illahiyah (berTuhan).
3. Prinsip kebebasan Individu yang bertanggungjawab, Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.
4. Bertanggungjawab, Bertanggungjawab moral kepada ALLAH atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.
5. Keadilan dan Keseimbangan, Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu didalam bisnisnya (Win-Win-Solution)
6. Tidak hanya mengejar keuntungan, dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.
7. Berniat baik di Bisnisnya, berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.
8. Berani mewujudkan Mimpi, RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.
9. Branding/Menjaga nama baik, RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini, Tirulah… :sip:
๐กCara Merintis Bisnis:
1. Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu kesatunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya…
2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas
3. Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.
4. Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merah tidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
5. Berusaha Menjadi Trend Center
6. Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi High Quality.
7. Memahami kondisi dan analisa Pasar
8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
9. Belajar menguasai pasar, Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua. Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar. Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada. ๐
10. Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
11. Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
12. Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya
๐กCara Menjalankan Bisnisnya:
1. Bekerja Sama (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”
2. Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner
3. Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution (Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)
4. Bekerja dengan Prioritas
5. Tidak melakukan Monopoli
6. Selalu berusaha dan Tawakal
7. Tepat Waktu
8. Berani ambil Resiko
9. Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnis dan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).
10. Profesional di bisnis yang dikelolanya
11. Selalu Bersyukur di Segala Kondisi
12. Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal
13. Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis
14. Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).
15. Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)
16. Rajin Bersedekah
๐กCara memasarkan Produk:
1. Memasarkan Produk yang Halal dan Suci
2. Tidak melakukan Sumpah Palsu,
3. Tidak berpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik
4. Melakukan timbangan dengan benar
5. Tidak menjelekkan bisnis Orang lain, Beliau bersabda ”Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR. Muttafaq ‘alaih)
6. Pintar beriklan/Promosi, Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.
7. Transparansi (keterbukaan), Beliau bersabda “Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. Al-Quzuwaini)
8. Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)
9. Networking (Jejaring) di wilayah lain
10. Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)
11. Tidak mengambil Untung yang berlebihan
12. Mengutamakan penawar pertama
13. Menawar dengan harga yang diinginkan
14. Melakukan perniagaan sepagi mungkin, RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka” (HR.Shahr Al Ghamidi)
15. Menjaga Kepercayaan pelanggan
16. Mewujudkan Win-Win Solution
17. Barang Niaga harus bermutu, Murah,
Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas
18. Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan
19. Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal)
๐กCara berhubungan dengan Karyawan:
1. Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak memilih-milih karyawan Istimewa semua sama.
2. Bermitra Bisnis, Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan seperti Tuan dan Budak.
3. Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya
4. Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering
5. Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya
6. Karyawan diWajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya
7. Sering memberikan Bonus-bonus tambahan diluar gaji pokok
Contoh di Atas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat Suri tauladan Rasul Allah Muhammad SAW yang bisa kita Contoh dalam membangun Kerajaan Bisnis Kita, jauh lebih Sukses, berakhlak dan membantu terhadap sesamanya.
Wah Ane dah… capek nih nulisnya… tapi Semangat… Mudah-mudahan bermanfaat.
Semoga kita semua bisa menjadi Entrepreneur Sejati yang SUKSES, layaknya Rasul kita Nabi Muhammad SAW, sukses di dunia & akhirat, Aamiin ya Mujibas sailin.
Friday, October 09, 2015
Kita Pakai WA sudah menikmati setiap Hari, menit dan Detik untuk Bercanda, Bersilahturahmi, dst.
Tp tau kah kamu siapa sesungguhnya penemu WA?
KISAH INSPIRATIF,
PENEMU PROGRAM WA
Ia lahir & besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Di usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang dikenal sebagai “American Dream”.
Pada usia ke-17, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah, nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih2 supermarket.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. Ia lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian memilih drop-out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, pemuda tsb diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo! Ia bekerja di sana selama 10 thn. Di situ, ia berteman akrab dengan Brian Acton. Keduanya membuat sebuah program aplikasi di tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!
Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak.
Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka karena setelah beberapa tahun, program aplikasi mereka justru resmi dibeli Facebook dengan harga fantastis USD 19Miliar (sekitar Rp 247 Triliun).
Pemuda itu bernama Jan Koum, pendiri "WhatsApp" yang fenomenal dan sedang kita nikmati saat ini.
Beberapa waktu lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu saat berumur 17 thn, setiap pagi antri untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang..
Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu. Ia pun mengenang ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.
***
Teruslah BERMIMPI,
Teruslah BELAJAR,
Teruslah BERUSAHA..
Teruslah BERDOA.
Sungguh kita tak pernah tahu warna dan rupa masa depan kita.
All we have to do just make sure that we'll keep tryin'....
KEEP SPIRIT..
NEVER GIVE UP๐๐๐
Tp tau kah kamu siapa sesungguhnya penemu WA?
KISAH INSPIRATIF,
PENEMU PROGRAM WA
Ia lahir & besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Di usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang dikenal sebagai “American Dream”.
Pada usia ke-17, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah, nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih2 supermarket.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. Ia lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian memilih drop-out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, pemuda tsb diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo! Ia bekerja di sana selama 10 thn. Di situ, ia berteman akrab dengan Brian Acton. Keduanya membuat sebuah program aplikasi di tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!
Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak.
Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka karena setelah beberapa tahun, program aplikasi mereka justru resmi dibeli Facebook dengan harga fantastis USD 19Miliar (sekitar Rp 247 Triliun).
Pemuda itu bernama Jan Koum, pendiri "WhatsApp" yang fenomenal dan sedang kita nikmati saat ini.
Beberapa waktu lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu saat berumur 17 thn, setiap pagi antri untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang..
Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu. Ia pun mengenang ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.
***
Teruslah BERMIMPI,
Teruslah BELAJAR,
Teruslah BERUSAHA..
Teruslah BERDOA.
Sungguh kita tak pernah tahu warna dan rupa masa depan kita.
All we have to do just make sure that we'll keep tryin'....
KEEP SPIRIT..
NEVER GIVE UP๐๐๐
Thursday, October 08, 2015
Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :
1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)
2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)
3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)
4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)
5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)
6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)
7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)
8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)
Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin
Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.
Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.
Lelah dalam Mencari Nafkah
Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Al
lah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhรฎb wa At-Tarhรฎb).
Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.
Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?
Kelelahan Mendidik Anak
Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.
Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”
Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.
Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.
Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”
1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)
2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)
3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)
4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)
5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)
6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)
7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)
8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)
Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin
Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.
Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.
Lelah dalam Mencari Nafkah
Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Al
lah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhรฎb wa At-Tarhรฎb).
Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.
Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?
Kelelahan Mendidik Anak
Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.
Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”
Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.
Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.
Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”
Tuesday, September 29, 2015
Seorang lelaki yg sedang dirundung kesedihan datang menemui Sayidina Ali bin Abi Tholib, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tdk mampu lagi menahan beban kesedihanku.”
Sayidina Ali menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah !”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”
“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Ali bin Abi Tholib
“Tentu tidak” jawabnya.
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya sy Ali bin Abi Tholib
“Tidak juga” jawabnya.
Lalu Sayidina Ali berkata,
“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tdk mengikutimu saat kau pergi?”
“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia..
Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan….
Tersenyumlah ! karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur….
Urusan dunia tdk layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yg Maha Hidup dan Maha Mengatur….”
Kemudian Sayidina Ali bin Abi tholib meneruskan ungkapannya,
“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia sadari.
Dibalik kemudahan ada rasa syukur.
Sementara Allah berfirman,
َูุณََูุฌْุฒِู ุงُّููู ุงูุดَّุงِูุฑَِูู -ูกูคูค-
“Allah akan Memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
(QS.Ali Imran: 144)
Dan dibalik kesulitan ada kesabaran. Allah berfirman,
ุฅَِّูู َุง ََُّูููู ุงูุตَّุงุจِุฑَُูู ุฃَุฌْุฑَُูู ุจِุบَْูุฑِ ุญِุณَุงุจٍ -ูกู -
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpan batas.”
(QS.Az-Zumar: 10)
Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Allah SWT. Lalu kenapa masih bersedih?
Jangan selalu mengeluh "Ohh masalahku begitu besar. Tapi katakan pada masalah itu, Sungguh aku punya Allah yang Maha Besar"
Sayidina Ali menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah !”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”
“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Ali bin Abi Tholib
“Tentu tidak” jawabnya.
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya sy Ali bin Abi Tholib
“Tidak juga” jawabnya.
Lalu Sayidina Ali berkata,
“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tdk mengikutimu saat kau pergi?”
“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia..
Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan….
Tersenyumlah ! karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur….
Urusan dunia tdk layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yg Maha Hidup dan Maha Mengatur….”
Kemudian Sayidina Ali bin Abi tholib meneruskan ungkapannya,
“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia sadari.
Dibalik kemudahan ada rasa syukur.
Sementara Allah berfirman,
َูุณََูุฌْุฒِู ุงُّููู ุงูุดَّุงِูุฑَِูู -ูกูคูค-
“Allah akan Memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
(QS.Ali Imran: 144)
Dan dibalik kesulitan ada kesabaran. Allah berfirman,
ุฅَِّูู َุง ََُّูููู ุงูุตَّุงุจِุฑَُูู ุฃَุฌْุฑَُูู ุจِุบَْูุฑِ ุญِุณَุงุจٍ -ูกู -
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpan batas.”
(QS.Az-Zumar: 10)
Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Allah SWT. Lalu kenapa masih bersedih?
Jangan selalu mengeluh "Ohh masalahku begitu besar. Tapi katakan pada masalah itu, Sungguh aku punya Allah yang Maha Besar"
Friday, September 18, 2015
"SAYA TAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA..."
Haji Usman, sebutlah begitu ,nama beliau. Mungkin orangtuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu ‘Anhu.
Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.
Inilah mungkin sosok nyata orang yang dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yang bersemangat mendatangi beliau.
“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan...hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan.”
“Wah,” sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”
“Lho?”...
“Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je.”
“Lho?”..
“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu. TITIP pada Masjid, TITIP pada anak yatim, TITIP pada madrasah, TITIP pada pesantren, TITIP pada pejuang fii sabilillah. Alhamdulillah ada yang berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali. Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI. Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat.☺☺
Haji Usman, sebutlah begitu ,nama beliau. Mungkin orangtuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu ‘Anhu.
Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.
Inilah mungkin sosok nyata orang yang dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yang bersemangat mendatangi beliau.
“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan...hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan.”
“Wah,” sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”
“Lho?”...
“Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je.”
“Lho?”..
“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu. TITIP pada Masjid, TITIP pada anak yatim, TITIP pada madrasah, TITIP pada pesantren, TITIP pada pejuang fii sabilillah. Alhamdulillah ada yang berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali. Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI. Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat.☺☺
Sunday, August 30, 2015
Kumpulan Mahfudzat (Pribahasa
Arab)
1. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บณَ๏บ๏บญَ ๏ปَ๏ป ๏ปฐَ ๏บ๏ป๏บชَّ๏บญْ๏บِ ๏ปญَ๏บปَ๏ปَ
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
2. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บَ๏บชَّ ๏ปญَ๏บَ๏บชَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.
3. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บปَ๏บَ๏บฎَ ๏ปَ๏ปِ๏บฎَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia.
4. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปَ๏ปَّ ๏บปِ๏บชْ๏ปُ๏ปชُ ๏ปَ๏ปَّ ๏บปَ๏บชِ๏ปณْ๏ปُ๏ปชُ
Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit
pulalah temannya.
5. ๏บَ๏บ๏ปِ๏บฒْ ๏บَ๏ปซْ๏ปَ ๏บ๏ป๏บผِّ๏บชْ๏ปِ ๏ปญَ๏บ๏ป๏ปฎَ๏ปَ๏บ๏บِ
Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
6. ๏ปฃَ๏ปฎَ๏บฉَّ๏บُ ๏บ๏ป๏บผَّ๏บชِ๏ปณْ๏ปِ ๏บَ๏ปْ๏ปฌَ๏บฎُ ๏ปญَ๏ปْ๏บَ ๏บ๏ป๏ปِّ๏ปดْ๏ปِ
Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu
kesempitan.
7. ๏ปญَ๏ปฃَ๏บ๏บ๏ป๏ป َّ๏บฌَّ๏บُ ๏บِ๏ปปَّ ๏บَ๏ปْ๏บชَ ๏บ๏ป๏บَّ๏ปَ๏บِ
Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
8. ๏บ๏ป๏บผَّ๏บْ๏บฎُ ๏ปณُ๏ปِ๏ปดْ๏ปฆُ ๏ปَ๏ป ๏ปฐَ ๏ปُ๏ปِّ ๏ปَ๏ปคَ๏ปٍ
Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.
9. ๏บَ๏บฎِّ๏บْ ๏ปญَ๏ปปَ๏บฃِ๏ปْ ๏บَ๏ปُ๏ปฆْ ๏ปَ๏บ๏บญِ๏ปً๏บ
Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang
tahu.
10. ๏บُ๏ปْ๏ป ُ๏บِ ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขَ ๏ปฃِ๏ปฆَ ๏บ๏ป๏ปคَ๏ปฌْ๏บชِ ๏บِ๏ป๏ปฐَ ๏บ๏ป๏ป َّ๏บคْ๏บชِ
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.
11. ๏บَ๏ปดْ๏ปَ๏บُ ๏บ๏ป๏ปดَ๏ปฎْ๏ปกِ ๏บงَ๏ปดْ๏บฎٌ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏บฉَ๏บَ๏บ๏บَ๏บِ ๏บ๏ป๏ปَ๏บชِ
Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
12. ๏บ๏ป๏ปฎَ๏ปْ๏บُ ๏บَ๏บْ๏ปคَ๏ปฆُ ๏ปฃِ๏ปฆَ ๏บ๏ป๏บฌَّ๏ปซَ๏บِ
Waktu itu lebih mahal daripada emas.
13. ๏บ๏ป๏ปَ๏ปْ๏ปُ ๏บ๏ป๏บดَّ๏ป ِ๏ปดْ๏ปขُ ๏ป๏ปฒِ ๏บ๏ป๏บ ِ๏บดِْ๏ปข ๏บ๏ป๏บดَّ๏ป ِ๏ปดْ๏ปขِ
. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.
14. ๏บงَ๏ปดْ๏บฎُ ๏บَ๏ป ِ๏ปดْ๏บฒٍ ๏ป๏ปฒِ ๏บ๏ป๏บฐَّ๏ปฃَ๏บ๏ปฅِ ๏ปِ๏บَ๏บ๏บٌ
Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.
15. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปณَ๏บฐْ๏บญَ๏ปْ ๏ปณَ๏บคْ๏บผُ๏บชْ
Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).
16. ๏บงَ๏ปดْ๏บฎُ ๏บ๏ปทَ๏บปْ๏บคَ๏บ๏บِ ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปณَ๏บชُ๏ปُّ๏ปَ ๏ปَ๏ป ๏ปฐَ ๏บ๏ป๏บจَ๏ปดْ๏บฎِ
Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu
kepada kebaikan.
17. ๏ปَ๏ปฎْ๏ปปَ ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขُ ๏ปَ๏ปَ๏บ๏ปฅَ ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บ๏บฑُ ๏ปَ๏บ๏ป๏บَ๏ปฌَ๏บ๏บِ๏ปขِ
Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti
binatang.
18. ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขُ ๏ป๏ปฒِ ๏บ๏ป๏บผِّ๏ปَ๏บฎِ ๏ปَ๏บ๏ป๏ปจَّ๏ปْ๏บถِ ๏ปَ๏ป ๏ปฐَ ๏บ๏ป๏บคَ๏บ َ๏บฎِ
Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di
atas batu.
19. ๏ปَ๏ปฆْ ๏บَ๏บฎْ๏บِ๏ปَ ๏บ๏ปทَ๏ปณ๏บَّ๏ปกُ ๏บ๏ปَّ๏บ๏ปฒِ ๏ปฃَ๏ปَ๏บْ
Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
20. ๏บَ๏ปَ๏ป َّ๏ปคَ๏ปฆْ ๏บปَ๏ปِ๏ปดْ๏บฎً๏บ ๏ปญَ๏บ๏ปْ๏ปคَ๏ปْ ๏บِ๏ปชِ ๏ปَ๏บِ๏ปดْ๏บฎً๏บ
Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.
21. ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขُ ๏บِ๏ปผَ ๏ปَ๏ปคَ๏ปٍ ๏ปَ๏บ๏ป๏บธَّ๏บ َ๏บฎِ ๏บِ๏ปผَ ๏บَ๏ปคَ๏บฎ
Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.
22. ๏บ๏ปป๏บِّ๏บคَ๏บ๏บฉُ ๏บَ๏บณَ๏บ๏บฑُ ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บ َ๏บ๏บกِ
Bersatu adalah pangkal keberhasilan.
23. ๏ปปَ ๏บَ๏บคْ๏บَ๏ปِ๏บฎْ ๏ปฃِ๏บดْ๏ปِ๏ปดْ๏ปจً๏บ ๏ปญَ๏ปُ๏ปฆْ ๏ปَ๏ปชُ ๏ปฃُ๏ปِ๏ปดْ๏ปจ๏บً
. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah
penolong baginya.
24. ๏บ๏ป๏บธَّ๏บฎَ๏ปُ ๏บِ๏บ๏ปทَ๏บฉَ๏บِ ๏ปปَ ๏บِ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บดَ๏บِ
Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti)
bukan dengan keturunan.
25. ๏บณَ๏ปผَ๏ปฃَ๏บُ ๏บ๏ปนِ๏ปงْ๏บดَ๏บ๏ปฅِ ๏ป๏ปฒِ ๏บฃِ๏ปْ๏ปِ ๏บ๏ป๏ป ِّ๏บดَ๏บ๏ปฅِ
. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya
(perkataannya).
26. ๏บ๏บฉَ๏บ๏บُ ๏บ๏ป๏ปคَ๏บฎْ๏บِ ๏บงَ๏ปดْ๏บฎٌ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏บซَ๏ปซَ๏บِ๏ปชِ
Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada
emasnya.
27. ๏บณُ๏ปฎْ๏บُ ๏บ๏ป๏บจُ๏ป ُ๏ปِ ๏ปณُ๏ปْ๏บชِ๏ปฑ
Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.
28. ๏บ๏ปَ๏บُ ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขِ ๏บ๏ป๏ปจِّ๏บดْ๏ปด๏บَ๏ปฅُ
Bencana ilmu itu adalah lupa.
29. ๏บِ๏บซَ๏บ ๏บปَ๏บชَ๏ปَ ๏บ๏ป๏ปَ๏บฐْ๏ปกُ ๏ปญَ๏บฟَ๏บขَ ๏บ๏ป๏บดَّ๏บِ๏ปดْ๏ปُ
Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.
30. ๏ปปَ ๏บَ๏บคْ๏บَ๏ปِ๏บฎْ ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บฉُ๏ปญْ๏ปงَ๏ปَ ๏ปَ๏ป ِ๏ปُ๏ปِّ ๏บทَ๏ปดْ๏บٍ ๏ปฃَ๏บฐِ๏ปณَّ๏บٌ
Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada
kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.
31. ๏บَ๏บปْ๏ป ِ๏บขْ ๏ปงَ๏ปْ๏บดَ๏ปَ ๏ปณَ๏บผْ๏ป ُ๏บขْ ๏ปَ๏ปَ ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บ๏บฑُ
. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan
baik padamu.
32. ๏ปَ๏ปِّ๏บฎْ ๏ปَ๏บْ๏ปَ ๏บَ๏ปฅْ ๏บَ๏ปْ๏บฐِ๏ปกَ
Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan
(merencanakan).
33. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปَ๏บฎَ๏ปَ ๏บُ๏ปْ๏บชَ ๏บ๏ป๏บดَّ๏ปَ๏บฎِ ๏บِ๏บณْ๏บَ๏ปَ๏บชَّ
Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.
34. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บฃَ๏ปَ๏บฎَ ๏บฃُ๏ปْ๏บฎَ๏บً ๏ปญَ๏ปَ๏ปَ ๏ปِ๏ปดْ๏ปฌَ๏บ
Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di
dalamnya.
35. ๏ปَ๏บชُ๏ปญٌّ ๏ปَ๏บ๏ปِ๏ปٌ ๏บงَ๏ปดْ๏บฎٌ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏บปَ๏บชِ๏ปณْ๏ปٍ ๏บَ๏บ๏ปซِ๏ปٍ
. Musuh yang pandai, lebih baik daripada
Teman yg bodoh
36. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปَ๏บُ๏บฎَ ๏บِ๏บฃْ๏บดَ๏บ๏ปงُ๏ปชُ ๏ปَ๏บُ๏บฎَ ๏บِ๏บงْ๏ปฎَ๏บ๏ปงُ๏ปชُ
Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah
temannya.
37. ๏บِ๏บْ๏ปฌَ๏บชْ ๏ปญَ๏ปปَ ๏บَ๏ปْ๏บดَ๏ปْ ๏ปญَ๏ปปَ ๏บَ๏ปُ ๏ปَ๏บ๏ปِ๏ปผً ๏ปَ๏ปจَ๏บชَ๏บ๏ปฃَ๏บُ ๏บ๏ป๏ปُ๏ปْ๏บ๏ปฐَ ๏ปِ๏ปคَ๏ปฆْ ๏ปณَ๏บَ๏ป๏บَ๏บณَ๏ปُ
Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan
jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang
bermalas-malas.
38. ๏ปปَ ๏บُ๏บَ๏บงِّ๏บฎْ ๏ปَ๏ปคَ๏ป َ๏ปَ ๏บِ๏ป๏ปฐَ ๏บ๏ป๏ปَ๏บชِ ๏ปฃَ๏บ ๏บَ๏ปْ๏บชِ๏บญُ ๏บَ๏ปฅْ ๏บَ๏ปْ๏ปคَ๏ป َ๏ปชُ ๏บ๏ป๏ปดَ๏ปฎْ๏ปกَ
Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari,
yang kamu dapat mengejakannya hari ini.
39. ๏บُ๏บْ๏บฎُ๏ปِ ๏บ๏ป๏บธَّ๏บฎَّ ๏ปณَ๏บْ๏บฎُ๏ปْ๏ปَ
Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan
meninggalkanmu.
40. ๏บงَ๏ปดْ๏บฎُ ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บ๏บฑِ ๏บَ๏บฃْ๏บดَ๏ปจُ๏ปฌُ๏ปขْ ๏บงُ๏ป ُ๏ป๏บً ๏ปญَ๏บَ๏ปงْ๏ปَ๏ปُ๏ปฌُ๏ปขْ ๏ปِ๏ป ๏ปจَّ๏บ๏บฑِ
Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi
pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.
41. ِูู ุงูุชَّุฃَِّูู ุงูุณَّูุงَู َุฉُ َِููู ุงูุนَุฌََูุฉِ ุงَّููุฏَุงู َุฉُ
41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.
42. ุซَู ْุฑَุฉُ ุงูุชَّْูุฑِْูุทِ ุงَّููุฏَุงู َุฉُ َูุซَู ْุฑَุฉُ ุงูุญَุฒْู ِ ุงูุณَّูุงَู َุฉُ
42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.
43. ุงูุฑُِّْูู ุจِุงูุถَّุนِِْูู ู ِْู ุฎُُِูู ุงูุดَّุฑِِْูู
43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).
44. َูุฌَุฒَุงุกُ ุณَِّูุฆَุฉٍ ุณَِّูุฆَุฉٌ ู ِุซَُْููุง
44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.
45. ุชَุฑُْู ุงูุฌََูุงุจِ ุนََูู ุงูุฌَุงِِูู ุฌََูุงุจٌ
45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.
46. ู َْู ุนَุฐُุจَ ِูุณَุงُُูู َูุซُุฑَ ุฅِุฎَْูุงُُูู
46. Barang siapa manis tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.
47. ุฅِุฐَุง ุชَู َّ ุงูุนَُْูู ََّูู ุงَูููุงَู ُ
47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.
48. ู َْู ุทََูุจَ ุฃَุฎًุง ุจِูุงَ ุนَْูุจٍ ุจََِูู ุจَูุงَ ุฃَุฎٍ
48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak punya teman.
49. ُِูู ุงูุญََّู ََْููู َูุงَู ู ُุฑًّุง
49. Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.
50. ุฎَْูุฑُ ู َุงَِูู ู َุง ََููุนََู
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.
51. ุฎَْูุฑُ ุงูุฃُู ُْูุฑِ ุฃَْูุณَุงุทَُูุง
51. Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).
52. ُِِّููู ู ََูุงู ٍ ู ََูุงٌู َُِِّูููู ู ََูุงٍู ู ََูุงู ٌ
52. Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.
53. ุฅِุฐุงَ ูู َ ْ ุชَุณْุชَุญِْู َูุงุตَْูุนْ ู َุง ุดِุฆْุชَ
53. Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).
54. َْููุณَ ุงูุนَْูุจُ ِูู َْู َูุงَู َِْูููุฑًุง ุจَِู ุงูุนَْูุจُ ِูู َْู َูุงَู ุจَุฎِْููุงً
54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.
55. َْููุณَ ุงَููุชِْูู ُ ุงَّูุฐِู َูุฏْ ู َุงุชَ َูุงِูุฏُُู ุจَِู ุงَููุชِْูู ُ َูุชِْูู ُ ุงูุนِْูู ِ َูุงูุฃَุฏَุจِ
55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.
56. ُِِّููู ุนَู ٍَู ุซََูุงุจٌ َُِِّูููู َููุงَู ٍ ุฌََูุงุจٌ
56. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.
57. َูุนَุงู ِِู ุงَّููุงุณَ ุจِู َุง ุชُุญِุจُّ ู ُِْูู ุฏَุงุฆِู ุงً
57. Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.
58. َََููู ุงู ْุฑُุคٌ َูู ْ َูุนْุฑِْู َูุฏْุฑَُู
58. Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.
59. ุฑَุฃْุณُ ุงูุฐُُّْููุจِ ุงَููุฐِุจُ
59.Pokok dosa itu, adalah kebohongan.
60. ู َْู ุธََูู َ ุธُِูู َ
60. Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.
61. َْููุณَ ุงูุฌَู َุงُู ุจِุฃَุซَْูุงุจٍ ุชُุฒَُُِّูููุง ุฅَِّู ุงูุฌَู َุงَู ุฌู َุงَُู ุงูุนِْูู ِ َูุงูุฃَุฏَุจِ
61. Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.
62. ูุงَ ุชَُْูู ุฑَุทْุจุงً َูุชُุนْุตَุฑَ َููุงَ َูุงุจِุณًุง َูุชَُูุณَّุฑَ
62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.
63. ู َْู ุฃَุนุงَََูู ุนََูู ุงูุดَّุฑِّ ุธََูู ََู
63. Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.
Lanjutan...
Bagi yg mau mendokumentasikan bisa diedit sndiri ya...
64. ุฃَุฎِู َْูู ุชََูุงَู ุงูุนِْูู َ ุฅِูุงَّ ุจِุณِุชَّุฉٍ ุณَุฃُْูุจَِْูู ุนَْู ุชَْูุตَِِْูููุง ุจِุจََูุงٍู: ุฐََูุงุกٌ َูุญِุฑْุตٌ َูุงุฌْุชَِูุงุฏٌ َูุฏِุฑَْูู ٌ َูุตُุญْุจَุฉُ ุฃُุณْุชَุงุฐٍ َูุทُُْูู ุฒَู َุงٍู
64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
1). Kecerdasan
2). Kethoma'an (terhadap ilmu)
3). Kesungguhan
4). Harta benda (bekal)
5). Mempergauli guru
6). Waktu yang panjang.
65. ุงูุนَู َُู َูุฌْุนَُู ุงูุตَّุนْุจَ ุณَْููุงً
65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.
66. ู َْู ุชَุฃََّูู َูุงَู ู َุง ุชَู ََّูู
66. Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.
67. ุงُุทُْูุจِ ุงูุนِْูู َ ََْููู ุจِุงูุตَِّْูู
67. Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.
68. ุงَّููุธَุงَูุฉُ ู َِู ุงูุฅِْูู َุงِู
68. Kebersihan itu sebagian dari iman.
69. ุฅِุฐَุง َูุจُุฑَ ุงูู َุทُْْููุจُ ََّูู ุงูู ُุณَุงุนِุฏُ
69. Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.
70. ูุงَ ุฎَْูุฑَ ِูู َูุฐَّุฉٍ ุชَุนِْูุจُ َูุฏَู ุงً
70. Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.
71. ุชَْูุธِْูู ُ ุงูุนَู َِู َُِّูููุฑُ ِูุตَْู ุงَْูููุชِ
71. Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.
72. ุฑُุจَّ ุฃَุฎٍ َูู ْ ุชَِูุฏُْู َูุงِูุฏَุฉٌ
72. Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.
73. ุฏَุงُْููุง ุงูุบَุถَุจَ ุจِุงูุตُّู ْุชِ
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.
74. ุงَูููุงَู ُ َُْูููุฐُ ู َุงูุงَ ุชَُْููุฐُُู ุงูุฅِุจَุฑُ
74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.
75. َْููุณَ ُُّูู ู َุง َْููู َุนُ ุฐََูุจุงً
75. Bukan setiap yang mengkilat itu emas.
76. ุณِْูุฑَุฉُ ุงูู َุฑْุกِ ุชُْูุจِุฆُ ุนَْู ุณَุฑِْูุฑَุชِِู
76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.
77. ِْููู ِุฉُ ุงูู َุฑْุกِ ุจَِูุฏْุฑِ ู َุง ُูุญْุณُُِูู
77. Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.
78. ุตَุฏَُِْููู ู َْู ุฃَุจَْูุงَู ูุงَ ู َْู ุฃَุถْุญَََูู
78. Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.
79. ุนَุซْุฑَุฉُ ุงَููุฏَู ِ ุฃَุณَْูู ُ ู ِْู ุนَุซْุฑَุฉِ ุงِّููุณَุงِู
79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.
80. ุฎَْูุฑُ ุงَูููุงَู ِ ู َุง ََّูู َูุฏََّู
80. Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.
81. ُُّูู ุดَْูุฆٍ ุฅِุฐَุง َูุซُุฑَ ุฑَุฎُุตَ ุฅِูุงَّ ุงูุฃَุฏَุจَ
Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.
82. ุฃََُّูู ุงูุบَุถَุจِ ุฌٌُُْููู َูุขุฎِุฑُُู َูุฏَู ٌ
Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.
83. ุงูุนَุจْุฏُ ُูุถْุฑَุจُ ุจِุงูุนَุตَุง َูุงูุญُุฑُّ ุชَِِْْูููู ุจِุงูุฅِุดَุงุฑَุฉِ
Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.
84. ุงُْูุธُุฑْ ู َุง َูุงَู َููุงَ ุชَْูุธُุฑْ ู َْู َูุงَู
Perhatikanlah apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan.
85. ุงูุญَุณُْูุฏُ ูุงَ َูุณُْูุฏُ
Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.
86. ุงูุฃَุนْู َุงُู ุจِุฎََูุงุชِู َِูุง
Tiap-tiap pekerjaan itu (dinilai) dengan penyelesaiannya.
Arab)
1. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บณَ๏บ๏บญَ ๏ปَ๏ป ๏ปฐَ ๏บ๏ป๏บชَّ๏บญْ๏บِ ๏ปญَ๏บปَ๏ปَ
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
2. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บَ๏บชَّ ๏ปญَ๏บَ๏บชَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.
3. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บปَ๏บَ๏บฎَ ๏ปَ๏ปِ๏บฎَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia.
4. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปَ๏ปَّ ๏บปِ๏บชْ๏ปُ๏ปชُ ๏ปَ๏ปَّ ๏บปَ๏บชِ๏ปณْ๏ปُ๏ปชُ
Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit
pulalah temannya.
5. ๏บَ๏บ๏ปِ๏บฒْ ๏บَ๏ปซْ๏ปَ ๏บ๏ป๏บผِّ๏บชْ๏ปِ ๏ปญَ๏บ๏ป๏ปฎَ๏ปَ๏บ๏บِ
Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
6. ๏ปฃَ๏ปฎَ๏บฉَّ๏บُ ๏บ๏ป๏บผَّ๏บชِ๏ปณْ๏ปِ ๏บَ๏ปْ๏ปฌَ๏บฎُ ๏ปญَ๏ปْ๏บَ ๏บ๏ป๏ปِّ๏ปดْ๏ปِ
Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu
kesempitan.
7. ๏ปญَ๏ปฃَ๏บ๏บ๏ป๏ป َّ๏บฌَّ๏บُ ๏บِ๏ปปَّ ๏บَ๏ปْ๏บชَ ๏บ๏ป๏บَّ๏ปَ๏บِ
Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
8. ๏บ๏ป๏บผَّ๏บْ๏บฎُ ๏ปณُ๏ปِ๏ปดْ๏ปฆُ ๏ปَ๏ป ๏ปฐَ ๏ปُ๏ปِّ ๏ปَ๏ปคَ๏ปٍ
Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.
9. ๏บَ๏บฎِّ๏บْ ๏ปญَ๏ปปَ๏บฃِ๏ปْ ๏บَ๏ปُ๏ปฆْ ๏ปَ๏บ๏บญِ๏ปً๏บ
Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang
tahu.
10. ๏บُ๏ปْ๏ป ُ๏บِ ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขَ ๏ปฃِ๏ปฆَ ๏บ๏ป๏ปคَ๏ปฌْ๏บชِ ๏บِ๏ป๏ปฐَ ๏บ๏ป๏ป َّ๏บคْ๏บชِ
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.
11. ๏บَ๏ปดْ๏ปَ๏บُ ๏บ๏ป๏ปดَ๏ปฎْ๏ปกِ ๏บงَ๏ปดْ๏บฎٌ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏บฉَ๏บَ๏บ๏บَ๏บِ ๏บ๏ป๏ปَ๏บชِ
Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
12. ๏บ๏ป๏ปฎَ๏ปْ๏บُ ๏บَ๏บْ๏ปคَ๏ปฆُ ๏ปฃِ๏ปฆَ ๏บ๏ป๏บฌَّ๏ปซَ๏บِ
Waktu itu lebih mahal daripada emas.
13. ๏บ๏ป๏ปَ๏ปْ๏ปُ ๏บ๏ป๏บดَّ๏ป ِ๏ปดْ๏ปขُ ๏ป๏ปฒِ ๏บ๏ป๏บ ِ๏บดِْ๏ปข ๏บ๏ป๏บดَّ๏ป ِ๏ปดْ๏ปขِ
. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.
14. ๏บงَ๏ปดْ๏บฎُ ๏บَ๏ป ِ๏ปดْ๏บฒٍ ๏ป๏ปฒِ ๏บ๏ป๏บฐَّ๏ปฃَ๏บ๏ปฅِ ๏ปِ๏บَ๏บ๏บٌ
Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.
15. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปณَ๏บฐْ๏บญَ๏ปْ ๏ปณَ๏บคْ๏บผُ๏บชْ
Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).
16. ๏บงَ๏ปดْ๏บฎُ ๏บ๏ปทَ๏บปْ๏บคَ๏บ๏บِ ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปณَ๏บชُ๏ปُّ๏ปَ ๏ปَ๏ป ๏ปฐَ ๏บ๏ป๏บจَ๏ปดْ๏บฎِ
Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu
kepada kebaikan.
17. ๏ปَ๏ปฎْ๏ปปَ ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขُ ๏ปَ๏ปَ๏บ๏ปฅَ ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บ๏บฑُ ๏ปَ๏บ๏ป๏บَ๏ปฌَ๏บ๏บِ๏ปขِ
Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti
binatang.
18. ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขُ ๏ป๏ปฒِ ๏บ๏ป๏บผِّ๏ปَ๏บฎِ ๏ปَ๏บ๏ป๏ปจَّ๏ปْ๏บถِ ๏ปَ๏ป ๏ปฐَ ๏บ๏ป๏บคَ๏บ َ๏บฎِ
Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di
atas batu.
19. ๏ปَ๏ปฆْ ๏บَ๏บฎْ๏บِ๏ปَ ๏บ๏ปทَ๏ปณ๏บَّ๏ปกُ ๏บ๏ปَّ๏บ๏ปฒِ ๏ปฃَ๏ปَ๏บْ
Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
20. ๏บَ๏ปَ๏ป َّ๏ปคَ๏ปฆْ ๏บปَ๏ปِ๏ปดْ๏บฎً๏บ ๏ปญَ๏บ๏ปْ๏ปคَ๏ปْ ๏บِ๏ปชِ ๏ปَ๏บِ๏ปดْ๏บฎً๏บ
Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.
21. ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขُ ๏บِ๏ปผَ ๏ปَ๏ปคَ๏ปٍ ๏ปَ๏บ๏ป๏บธَّ๏บ َ๏บฎِ ๏บِ๏ปผَ ๏บَ๏ปคَ๏บฎ
Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.
22. ๏บ๏ปป๏บِّ๏บคَ๏บ๏บฉُ ๏บَ๏บณَ๏บ๏บฑُ ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บ َ๏บ๏บกِ
Bersatu adalah pangkal keberhasilan.
23. ๏ปปَ ๏บَ๏บคْ๏บَ๏ปِ๏บฎْ ๏ปฃِ๏บดْ๏ปِ๏ปดْ๏ปจً๏บ ๏ปญَ๏ปُ๏ปฆْ ๏ปَ๏ปชُ ๏ปฃُ๏ปِ๏ปดْ๏ปจ๏บً
. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah
penolong baginya.
24. ๏บ๏ป๏บธَّ๏บฎَ๏ปُ ๏บِ๏บ๏ปทَ๏บฉَ๏บِ ๏ปปَ ๏บِ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บดَ๏บِ
Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti)
bukan dengan keturunan.
25. ๏บณَ๏ปผَ๏ปฃَ๏บُ ๏บ๏ปนِ๏ปงْ๏บดَ๏บ๏ปฅِ ๏ป๏ปฒِ ๏บฃِ๏ปْ๏ปِ ๏บ๏ป๏ป ِّ๏บดَ๏บ๏ปฅِ
. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya
(perkataannya).
26. ๏บ๏บฉَ๏บ๏บُ ๏บ๏ป๏ปคَ๏บฎْ๏บِ ๏บงَ๏ปดْ๏บฎٌ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏บซَ๏ปซَ๏บِ๏ปชِ
Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada
emasnya.
27. ๏บณُ๏ปฎْ๏บُ ๏บ๏ป๏บจُ๏ป ُ๏ปِ ๏ปณُ๏ปْ๏บชِ๏ปฑ
Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.
28. ๏บ๏ปَ๏บُ ๏บ๏ป๏ปِ๏ป ْ๏ปขِ ๏บ๏ป๏ปจِّ๏บดْ๏ปด๏บَ๏ปฅُ
Bencana ilmu itu adalah lupa.
29. ๏บِ๏บซَ๏บ ๏บปَ๏บชَ๏ปَ ๏บ๏ป๏ปَ๏บฐْ๏ปกُ ๏ปญَ๏บฟَ๏บขَ ๏บ๏ป๏บดَّ๏บِ๏ปดْ๏ปُ
Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.
30. ๏ปปَ ๏บَ๏บคْ๏บَ๏ปِ๏บฎْ ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บฉُ๏ปญْ๏ปงَ๏ปَ ๏ปَ๏ป ِ๏ปُ๏ปِّ ๏บทَ๏ปดْ๏บٍ ๏ปฃَ๏บฐِ๏ปณَّ๏บٌ
Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada
kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.
31. ๏บَ๏บปْ๏ป ِ๏บขْ ๏ปงَ๏ปْ๏บดَ๏ปَ ๏ปณَ๏บผْ๏ป ُ๏บขْ ๏ปَ๏ปَ ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บ๏บฑُ
. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan
baik padamu.
32. ๏ปَ๏ปِّ๏บฎْ ๏ปَ๏บْ๏ปَ ๏บَ๏ปฅْ ๏บَ๏ปْ๏บฐِ๏ปกَ
Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan
(merencanakan).
33. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปَ๏บฎَ๏ปَ ๏บُ๏ปْ๏บชَ ๏บ๏ป๏บดَّ๏ปَ๏บฎِ ๏บِ๏บณْ๏บَ๏ปَ๏บชَّ
Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.
34. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏บฃَ๏ปَ๏บฎَ ๏บฃُ๏ปْ๏บฎَ๏บً ๏ปญَ๏ปَ๏ปَ ๏ปِ๏ปดْ๏ปฌَ๏บ
Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di
dalamnya.
35. ๏ปَ๏บชُ๏ปญٌّ ๏ปَ๏บ๏ปِ๏ปٌ ๏บงَ๏ปดْ๏บฎٌ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏บปَ๏บชِ๏ปณْ๏ปٍ ๏บَ๏บ๏ปซِ๏ปٍ
. Musuh yang pandai, lebih baik daripada
Teman yg bodoh
36. ๏ปฃَ๏ปฆْ ๏ปَ๏บُ๏บฎَ ๏บِ๏บฃْ๏บดَ๏บ๏ปงُ๏ปชُ ๏ปَ๏บُ๏บฎَ ๏บِ๏บงْ๏ปฎَ๏บ๏ปงُ๏ปชُ
Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah
temannya.
37. ๏บِ๏บْ๏ปฌَ๏บชْ ๏ปญَ๏ปปَ ๏บَ๏ปْ๏บดَ๏ปْ ๏ปญَ๏ปปَ ๏บَ๏ปُ ๏ปَ๏บ๏ปِ๏ปผً ๏ปَ๏ปจَ๏บชَ๏บ๏ปฃَ๏บُ ๏บ๏ป๏ปُ๏ปْ๏บ๏ปฐَ ๏ปِ๏ปคَ๏ปฆْ ๏ปณَ๏บَ๏ป๏บَ๏บณَ๏ปُ
Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan
jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang
bermalas-malas.
38. ๏ปปَ ๏บُ๏บَ๏บงِّ๏บฎْ ๏ปَ๏ปคَ๏ป َ๏ปَ ๏บِ๏ป๏ปฐَ ๏บ๏ป๏ปَ๏บชِ ๏ปฃَ๏บ ๏บَ๏ปْ๏บชِ๏บญُ ๏บَ๏ปฅْ ๏บَ๏ปْ๏ปคَ๏ป َ๏ปชُ ๏บ๏ป๏ปดَ๏ปฎْ๏ปกَ
Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari,
yang kamu dapat mengejakannya hari ini.
39. ๏บُ๏บْ๏บฎُ๏ปِ ๏บ๏ป๏บธَّ๏บฎَّ ๏ปณَ๏บْ๏บฎُ๏ปْ๏ปَ
Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan
meninggalkanmu.
40. ๏บงَ๏ปดْ๏บฎُ ๏บ๏ป๏ปจَّ๏บ๏บฑِ ๏บَ๏บฃْ๏บดَ๏ปจُ๏ปฌُ๏ปขْ ๏บงُ๏ป ُ๏ป๏บً ๏ปญَ๏บَ๏ปงْ๏ปَ๏ปُ๏ปฌُ๏ปขْ ๏ปِ๏ป ๏ปจَّ๏บ๏บฑِ
Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi
pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.
41. ِูู ุงูุชَّุฃَِّูู ุงูุณَّูุงَู َุฉُ َِููู ุงูุนَุฌََูุฉِ ุงَّููุฏَุงู َุฉُ
41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.
42. ุซَู ْุฑَุฉُ ุงูุชَّْูุฑِْูุทِ ุงَّููุฏَุงู َุฉُ َูุซَู ْุฑَุฉُ ุงูุญَุฒْู ِ ุงูุณَّูุงَู َุฉُ
42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.
43. ุงูุฑُِّْูู ุจِุงูุถَّุนِِْูู ู ِْู ุฎُُِูู ุงูุดَّุฑِِْูู
43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).
44. َูุฌَุฒَุงุกُ ุณَِّูุฆَุฉٍ ุณَِّูุฆَุฉٌ ู ِุซَُْููุง
44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.
45. ุชَุฑُْู ุงูุฌََูุงุจِ ุนََูู ุงูุฌَุงِِูู ุฌََูุงุจٌ
45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.
46. ู َْู ุนَุฐُุจَ ِูุณَุงُُูู َูุซُุฑَ ุฅِุฎَْูุงُُูู
46. Barang siapa manis tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.
47. ุฅِุฐَุง ุชَู َّ ุงูุนَُْูู ََّูู ุงَูููุงَู ُ
47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.
48. ู َْู ุทََูุจَ ุฃَุฎًุง ุจِูุงَ ุนَْูุจٍ ุจََِูู ุจَูุงَ ุฃَุฎٍ
48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak punya teman.
49. ُِูู ุงูุญََّู ََْููู َูุงَู ู ُุฑًّุง
49. Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.
50. ุฎَْูุฑُ ู َุงَِูู ู َุง ََููุนََู
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.
51. ุฎَْูุฑُ ุงูุฃُู ُْูุฑِ ุฃَْูุณَุงุทَُูุง
51. Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).
52. ُِِّููู ู ََูุงู ٍ ู ََูุงٌู َُِِّูููู ู ََูุงٍู ู ََูุงู ٌ
52. Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.
53. ุฅِุฐุงَ ูู َ ْ ุชَุณْุชَุญِْู َูุงุตَْูุนْ ู َุง ุดِุฆْุชَ
53. Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).
54. َْููุณَ ุงูุนَْูุจُ ِูู َْู َูุงَู َِْูููุฑًุง ุจَِู ุงูุนَْูุจُ ِูู َْู َูุงَู ุจَุฎِْููุงً
54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.
55. َْููุณَ ุงَููุชِْูู ُ ุงَّูุฐِู َูุฏْ ู َุงุชَ َูุงِูุฏُُู ุจَِู ุงَููุชِْูู ُ َูุชِْูู ُ ุงูุนِْูู ِ َูุงูุฃَุฏَุจِ
55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.
56. ُِِّููู ุนَู ٍَู ุซََูุงุจٌ َُِِّูููู َููุงَู ٍ ุฌََูุงุจٌ
56. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.
57. َูุนَุงู ِِู ุงَّููุงุณَ ุจِู َุง ุชُุญِุจُّ ู ُِْูู ุฏَุงุฆِู ุงً
57. Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.
58. َََููู ุงู ْุฑُุคٌ َูู ْ َูุนْุฑِْู َูุฏْุฑَُู
58. Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.
59. ุฑَุฃْุณُ ุงูุฐُُّْููุจِ ุงَููุฐِุจُ
59.Pokok dosa itu, adalah kebohongan.
60. ู َْู ุธََูู َ ุธُِูู َ
60. Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.
61. َْููุณَ ุงูุฌَู َุงُู ุจِุฃَุซَْูุงุจٍ ุชُุฒَُُِّูููุง ุฅَِّู ุงูุฌَู َุงَู ุฌู َุงَُู ุงูุนِْูู ِ َูุงูุฃَุฏَุจِ
61. Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.
62. ูุงَ ุชَُْูู ุฑَุทْุจุงً َูุชُุนْุตَุฑَ َููุงَ َูุงุจِุณًุง َูุชَُูุณَّุฑَ
62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.
63. ู َْู ุฃَุนุงَََูู ุนََูู ุงูุดَّุฑِّ ุธََูู ََู
63. Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.
Lanjutan...
Bagi yg mau mendokumentasikan bisa diedit sndiri ya...
64. ุฃَุฎِู َْูู ุชََูุงَู ุงูุนِْูู َ ุฅِูุงَّ ุจِุณِุชَّุฉٍ ุณَุฃُْูุจَِْูู ุนَْู ุชَْูุตَِِْูููุง ุจِุจََูุงٍู: ุฐََูุงุกٌ َูุญِุฑْุตٌ َูุงุฌْุชَِูุงุฏٌ َูุฏِุฑَْูู ٌ َูุตُุญْุจَุฉُ ุฃُุณْุชَุงุฐٍ َูุทُُْูู ุฒَู َุงٍู
64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
1). Kecerdasan
2). Kethoma'an (terhadap ilmu)
3). Kesungguhan
4). Harta benda (bekal)
5). Mempergauli guru
6). Waktu yang panjang.
65. ุงูุนَู َُู َูุฌْุนَُู ุงูุตَّุนْุจَ ุณَْููุงً
65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.
66. ู َْู ุชَุฃََّูู َูุงَู ู َุง ุชَู ََّูู
66. Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.
67. ุงُุทُْูุจِ ุงูุนِْูู َ ََْููู ุจِุงูุตَِّْูู
67. Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.
68. ุงَّููุธَุงَูุฉُ ู َِู ุงูุฅِْูู َุงِู
68. Kebersihan itu sebagian dari iman.
69. ุฅِุฐَุง َูุจُุฑَ ุงูู َุทُْْููุจُ ََّูู ุงูู ُุณَุงุนِุฏُ
69. Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.
70. ูุงَ ุฎَْูุฑَ ِูู َูุฐَّุฉٍ ุชَุนِْูุจُ َูุฏَู ุงً
70. Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.
71. ุชَْูุธِْูู ُ ุงูุนَู َِู َُِّูููุฑُ ِูุตَْู ุงَْูููุชِ
71. Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.
72. ุฑُุจَّ ุฃَุฎٍ َูู ْ ุชَِูุฏُْู َูุงِูุฏَุฉٌ
72. Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.
73. ุฏَุงُْููุง ุงูุบَุถَุจَ ุจِุงูุตُّู ْุชِ
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.
74. ุงَูููุงَู ُ َُْูููุฐُ ู َุงูุงَ ุชَُْููุฐُُู ุงูุฅِุจَุฑُ
74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.
75. َْููุณَ ُُّูู ู َุง َْููู َุนُ ุฐََูุจุงً
75. Bukan setiap yang mengkilat itu emas.
76. ุณِْูุฑَุฉُ ุงูู َุฑْุกِ ุชُْูุจِุฆُ ุนَْู ุณَุฑِْูุฑَุชِِู
76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.
77. ِْููู ِุฉُ ุงูู َุฑْุกِ ุจَِูุฏْุฑِ ู َุง ُูุญْุณُُِูู
77. Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.
78. ุตَุฏَُِْููู ู َْู ุฃَุจَْูุงَู ูุงَ ู َْู ุฃَุถْุญَََูู
78. Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.
79. ุนَุซْุฑَุฉُ ุงَููุฏَู ِ ุฃَุณَْูู ُ ู ِْู ุนَุซْุฑَุฉِ ุงِّููุณَุงِู
79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.
80. ุฎَْูุฑُ ุงَูููุงَู ِ ู َุง ََّูู َูุฏََّู
80. Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.
81. ُُّูู ุดَْูุฆٍ ุฅِุฐَุง َูุซُุฑَ ุฑَุฎُุตَ ุฅِูุงَّ ุงูุฃَุฏَุจَ
Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.
82. ุฃََُّูู ุงูุบَุถَุจِ ุฌٌُُْููู َูุขุฎِุฑُُู َูุฏَู ٌ
Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.
83. ุงูุนَุจْุฏُ ُูุถْุฑَุจُ ุจِุงูุนَุตَุง َูุงูุญُุฑُّ ุชَِِْْูููู ุจِุงูุฅِุดَุงุฑَุฉِ
Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.
84. ุงُْูุธُุฑْ ู َุง َูุงَู َููุงَ ุชَْูุธُุฑْ ู َْู َูุงَู
Perhatikanlah apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan.
85. ุงูุญَุณُْูุฏُ ูุงَ َูุณُْูุฏُ
Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.
86. ุงูุฃَุนْู َุงُู ุจِุฎََูุงุชِู َِูุง
Tiap-tiap pekerjaan itu (dinilai) dengan penyelesaiannya.
Thursday, August 20, 2015
APA DAN SIAPA KITA
APA DAN SIAPA KITA
(Darsono, Solo)
Waktu itu saya dalam perjalanan dari Jogya ke Jakarta naik pesawat.
Karena keberangkatan pesawat ditunda 1 jam saya menunggu di kafetaria bandara Adisucipto sekedar minum kopi. Didepan saya duduk seorang ibu sudah agak tua, memakai pakaian Jawa tradisional kain batik dan kebaya, wajahnya tampak tenang dan keibuan.
Sekedar mengisi waktu, saya mengajaknya bercakap-cakap.
"Badhe tindak Jakarta, Bu?"
"Inggih nak, namung transit ing Cengkareng lajeng dhateng Singapura."
"Menawi kepareng nyuwun pirsa, kagungan perlu menapa ibu tindak Singapura..?"
"Tuwi anak kula ingkang nomer kalih Nak. Semahipun nglairaken wonten mrika lajeng kula dipun kintuni tiket lan dipun urusaken paspor langkung Biro Perjalanan. Dados kula kantun budhal boten sisah repot ngurus menapa-menapa".
"Ingkang putra ngasta wonten pundi Bu?"
"Anak kula punika Insinyur Perminyakan, nyambut damel wonten Perusahaan Minyak Asing, sak punika dados Kepala Kantor Cabang Singapura."
"Putra sedaya pinten, Bu?"
"Anak kula sekawan Nak, jaler tiga, estri setunggal. Punika wau anak kula nomer kalih.
Ingkang nomer tiga ugi jaler, Dosen Fakultas Ekonomi UGM, sak punika saweg mendhet Program Doktor wonten ing Amerika.
Ingkang ragil estri, dados dokter spesialis
Anak, semahipun ugi dokter Ahli Bedah lan dosen wonten ing Fakultas Kedokteran Airlangga Surabaya."
"Menawi putra mbajeng?"
"Piyambakipun tani, Nak. Manggen wonten ing Godean nggarap sabin tilaranipun swargi bapakipun".
Saya tertegun sejenak.
Lalu dengan hati-hati saya bertanya,
"Temtunipun Ibu kuciwa kaliyan putra mbajeng nggih Bu? Kok boten sarjana kados rayi-rayinipun."
"Wah, babar pisan boten,Nak. Kita sedaya malah ngurmati piyambakipun. Kanthi kasil saking sawahipun, piyambakipun ngragadi gesang kita sakulawarga lan nyekolahaken rayi-rayinipun sedaya ngantos rampung sarjana".
Saya merenung...
Ternyata yang penting bukan Apa atau Siapa kita, tetapi apa yang telah kita perbuat.
Allah tidak akan menilai apa dan siapa kita tetapi apa amal-ibadah kita.
Tanpa terasa air mata mengalir di pipiku...
Catatan :
Mohon maaf untuk yang tidak mengerti bahasa Jawa, dialog dalam kisah di atas saya tulis apa adanya.
Darsono, Solo.
(Darsono, Solo)
Waktu itu saya dalam perjalanan dari Jogya ke Jakarta naik pesawat.
Karena keberangkatan pesawat ditunda 1 jam saya menunggu di kafetaria bandara Adisucipto sekedar minum kopi. Didepan saya duduk seorang ibu sudah agak tua, memakai pakaian Jawa tradisional kain batik dan kebaya, wajahnya tampak tenang dan keibuan.
Sekedar mengisi waktu, saya mengajaknya bercakap-cakap.
"Badhe tindak Jakarta, Bu?"
"Inggih nak, namung transit ing Cengkareng lajeng dhateng Singapura."
"Menawi kepareng nyuwun pirsa, kagungan perlu menapa ibu tindak Singapura..?"
"Tuwi anak kula ingkang nomer kalih Nak. Semahipun nglairaken wonten mrika lajeng kula dipun kintuni tiket lan dipun urusaken paspor langkung Biro Perjalanan. Dados kula kantun budhal boten sisah repot ngurus menapa-menapa".
"Ingkang putra ngasta wonten pundi Bu?"
"Anak kula punika Insinyur Perminyakan, nyambut damel wonten Perusahaan Minyak Asing, sak punika dados Kepala Kantor Cabang Singapura."
"Putra sedaya pinten, Bu?"
"Anak kula sekawan Nak, jaler tiga, estri setunggal. Punika wau anak kula nomer kalih.
Ingkang nomer tiga ugi jaler, Dosen Fakultas Ekonomi UGM, sak punika saweg mendhet Program Doktor wonten ing Amerika.
Ingkang ragil estri, dados dokter spesialis
Anak, semahipun ugi dokter Ahli Bedah lan dosen wonten ing Fakultas Kedokteran Airlangga Surabaya."
"Menawi putra mbajeng?"
"Piyambakipun tani, Nak. Manggen wonten ing Godean nggarap sabin tilaranipun swargi bapakipun".
Saya tertegun sejenak.
Lalu dengan hati-hati saya bertanya,
"Temtunipun Ibu kuciwa kaliyan putra mbajeng nggih Bu? Kok boten sarjana kados rayi-rayinipun."
"Wah, babar pisan boten,Nak. Kita sedaya malah ngurmati piyambakipun. Kanthi kasil saking sawahipun, piyambakipun ngragadi gesang kita sakulawarga lan nyekolahaken rayi-rayinipun sedaya ngantos rampung sarjana".
Saya merenung...
Ternyata yang penting bukan Apa atau Siapa kita, tetapi apa yang telah kita perbuat.
Allah tidak akan menilai apa dan siapa kita tetapi apa amal-ibadah kita.
Tanpa terasa air mata mengalir di pipiku...
Catatan :
Mohon maaf untuk yang tidak mengerti bahasa Jawa, dialog dalam kisah di atas saya tulis apa adanya.
Darsono, Solo.
Wednesday, August 19, 2015
Pengusaha Tambang
“Kisah nyata yg diceritakan Ustadz Yusuf Mansur di UI beberapa bulan lalu.
Dengan gaya khas beliau cerita
“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi pengusaha tambang. Lantas sejak anak itu masuk SMA,kawan saya ini udah giatin ibadah. Tahajud oke,dzikir dan witir oke, sedekah pun oke. Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi ahli tambang. Hingga pada saat ini anak kelas 12, Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.
Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga. Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari pertambangan dan metalurgi. Sebab udah jadi cita-cita dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN . Masih lega sebab ada cadangan mandiri. Dan eng iii eng.. Mandiri ITB pun gak lolos. Si bapak bingung, kok Allah gak ngabulin impiannya sih? Dia kepengen anaknya jadi ahli tambang. Biar punya manfaat buat umat.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel ini itu perlu banyak biaya. Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja. Gak jadi tukang tambang tapi jadi supir.
Jauh sekali dari yang diharapkan. Si anak tawakal, pasrah sepasrah-pasrahnya ama Allah. Sambil yakin “pasti Allah baek ama gue”.
Nah… Kebetulan si anak ini jadi supir boss besi di Surabaya. Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengepul besi bekas di daerah Jawa. Dari Banten sampe ke Jatim udah didatengin buat ketemu klien. Si boss ngajarin ini anak gimana besi yg bagus,dimana beli besi bagus,dan kemana harus dijual.
Bersambung
Singkat cerita, 2 tahun sudah ini anak kerja jadi supir si boss besi. Si boss besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya “anak ini amanah,biar dia aja yg pegang usaha kita!”. Jrenggggg hati anak ini bergetar. Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya. Ia sekarang jadi pengusaha tambang besi! Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITB masih kuliah, dia yg gak lolos udah jadi pengusaha. Lucunya, ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat cv kalo si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumam dalam hati “ehmmm saingan gue dulu nih.”. Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss. Heran? Gak usah heran! Ini cara Allah.
Ente bisa punya mimpi jadi dokter. Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, kegagalan bukan penghalang. Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan. Yusuf Mansur 3 kali ditolak IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak UI, tapi sekarang… Alhamdulillah, Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI. Yang waktu itu lolos? Belum tentu.”
Semoga memotivasi!
Semangat menginspirasi!”
Dengan gaya khas beliau cerita
“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi pengusaha tambang. Lantas sejak anak itu masuk SMA,kawan saya ini udah giatin ibadah. Tahajud oke,dzikir dan witir oke, sedekah pun oke. Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi ahli tambang. Hingga pada saat ini anak kelas 12, Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.
Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga. Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari pertambangan dan metalurgi. Sebab udah jadi cita-cita dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN . Masih lega sebab ada cadangan mandiri. Dan eng iii eng.. Mandiri ITB pun gak lolos. Si bapak bingung, kok Allah gak ngabulin impiannya sih? Dia kepengen anaknya jadi ahli tambang. Biar punya manfaat buat umat.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel ini itu perlu banyak biaya. Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja. Gak jadi tukang tambang tapi jadi supir.
Jauh sekali dari yang diharapkan. Si anak tawakal, pasrah sepasrah-pasrahnya ama Allah. Sambil yakin “pasti Allah baek ama gue”.
Nah… Kebetulan si anak ini jadi supir boss besi di Surabaya. Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengepul besi bekas di daerah Jawa. Dari Banten sampe ke Jatim udah didatengin buat ketemu klien. Si boss ngajarin ini anak gimana besi yg bagus,dimana beli besi bagus,dan kemana harus dijual.
Bersambung
Singkat cerita, 2 tahun sudah ini anak kerja jadi supir si boss besi. Si boss besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya “anak ini amanah,biar dia aja yg pegang usaha kita!”. Jrenggggg hati anak ini bergetar. Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya. Ia sekarang jadi pengusaha tambang besi! Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITB masih kuliah, dia yg gak lolos udah jadi pengusaha. Lucunya, ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat cv kalo si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumam dalam hati “ehmmm saingan gue dulu nih.”. Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss. Heran? Gak usah heran! Ini cara Allah.
Ente bisa punya mimpi jadi dokter. Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, kegagalan bukan penghalang. Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan. Yusuf Mansur 3 kali ditolak IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak UI, tapi sekarang… Alhamdulillah, Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI. Yang waktu itu lolos? Belum tentu.”
Semoga memotivasi!
Semangat menginspirasi!”
Sharing edisi HUT Kemerdekaan RI.
MENGUNGKAP RAHASIA.....
"TERNYATA JENDERAL SUDIRMAN PAKAI 'JIMAT' !!"
(Jenderal Sudirman BELUM PERNAH Ditangkap Penjajah Belanda & PKI Karena Pakai 'Jimat')
Pemerhati Komunisme, KH Muh Jazir mengungkapkan bahwa diantara para pejuang dan pahlawan nasional yang belum pernah ditangkap oleh penjajah Belanda, Inggris dan juga PKI atau kelompok Komunis pada zaman revolusioner adalah Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Bahkan beberapa kali para pettinggi penjajah Belanda, Inggris dan juga PKI mengeluarkan keputusan dan mengerahkan pasukan untuk menangkap Jenderal Sudirman hingga terkepung, mereka tidak juga bisa menangkap Jenderal Sudirman.
Hal ini dikatakan KH Jazir saat menjadi pemateri dalam tabligh akbar “Mencerdaskan Umat dari Bahaya Komunis” di Masjid Jami’ Wedi Klaten pada Ahad (31/5/2015) malam.
Dengan fenomena tersebut, orang-orang yang memanggul Jenderal Sudirman, seperti Suparjo Rustam, Tjokro Pranolo sampai kaget dan terheran-heran. Sebab, pada saat itu Jenderal Sudirman sedang dalam kondisi sakit.
“Bahkan pada waktu Jenderal Sudirman dikepung oleh tentara Inggris di sekitar Jambu (Temanggung –red) dan Ambarawa (Magelang –red), di situ kan ada sebuah pegunungan dan Jenderal Sudirman beserta pasukannya ada di tengah-tengah, tapi nyatanya Jenderal Sudirman bisa lolos dari pengepungan,” ungkap KH Jazir.
Aktivis senior di Kota Yogyakarta (Jogja) ini menambahkan, hingga pada suatu saat, para pejuang yang setia mendampingi Jenderal Sudirman dan yang memanggung pria yang disebut oleh pasukannya dengan nama “Mas Kyai” itu bertanya, “jimat” apa yang dipakai oleh Jenderal Sudirman.
“Bahkan sampai herannya, Suparjo Roestam dan yang lainnya yang memanggul Jenderal Sudirman ini bertanya, "Sebenarnya jimat apa yang dipakai Mas Kyai ini sehingga selalu lolos dan tidak bisa ditangkap oleh Belanda dan PKI?"
Lalu dengan senyum kecil, Jenderal Sudirman menjawab, iya, saya memang pakai jimat,” ujarnya.
“Dan jimat saya yang pertama adalah, SAYA BERPERANG SELALU DALAM KONDISI BERWUDHU".
Jadi yang pertama Jenderal Sudirman itu selalu bersuci sebelum memulai peperangan. Makanya, kalau kita menyusuri jejak perjuangan dan pemberhentian pasukan Jenderal Sudirman, di situ kita akan mendapati adanya sebuah
PADASAN (semacam gentong atau tempat air yang terbuat dari tanah liat –red), dan padasan itu fungsinya adalah untuk berwudhu Jenderal Sudirman,” jelas KH Jazir.
“Kemudian yang kedua, jimatku adalah SELALU SHALAT DI AWAL WAKTU".
"Jadi dalam kondisi apapun, meskipun sedang pecah perang, Jenderal Sudirman tidak pernah meninggalkan sholat wajib diawal waktu,” imbuhnya.
Dan yang ketiga, jimatku adalah "AKU MENCINTAI RAKYATKU SEPENUH HATIKU".
"Bahkan jika Jenderal Sudirman membawa perbekalan makanan disaat perang, lalu singgah di suatu tempat, maka para pasukannya itu disuruh memberikan makanan itu kepada warga terlebih dahulu,” ucapnya.
Itulah 'jimat' Panglima Besar Jendral Sudirman. Tokoh yg tawadhu' (rendah hati), gigih & pantang menyerah dalam menjaga NKRI.
(1). Selalu dalam keadaan berwudhu, (2). Shalat di awal waktu dan (3). Mencintai rakyat tanpa pamrih sepenuh hati.
Maa Syaa Allah...
Semoga bermanfa'at..
Ref. Copas dari Epril, alumni PMS - ITB
MENGUNGKAP RAHASIA.....
"TERNYATA JENDERAL SUDIRMAN PAKAI 'JIMAT' !!"
(Jenderal Sudirman BELUM PERNAH Ditangkap Penjajah Belanda & PKI Karena Pakai 'Jimat')
Pemerhati Komunisme, KH Muh Jazir mengungkapkan bahwa diantara para pejuang dan pahlawan nasional yang belum pernah ditangkap oleh penjajah Belanda, Inggris dan juga PKI atau kelompok Komunis pada zaman revolusioner adalah Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Bahkan beberapa kali para pettinggi penjajah Belanda, Inggris dan juga PKI mengeluarkan keputusan dan mengerahkan pasukan untuk menangkap Jenderal Sudirman hingga terkepung, mereka tidak juga bisa menangkap Jenderal Sudirman.
Hal ini dikatakan KH Jazir saat menjadi pemateri dalam tabligh akbar “Mencerdaskan Umat dari Bahaya Komunis” di Masjid Jami’ Wedi Klaten pada Ahad (31/5/2015) malam.
Dengan fenomena tersebut, orang-orang yang memanggul Jenderal Sudirman, seperti Suparjo Rustam, Tjokro Pranolo sampai kaget dan terheran-heran. Sebab, pada saat itu Jenderal Sudirman sedang dalam kondisi sakit.
“Bahkan pada waktu Jenderal Sudirman dikepung oleh tentara Inggris di sekitar Jambu (Temanggung –red) dan Ambarawa (Magelang –red), di situ kan ada sebuah pegunungan dan Jenderal Sudirman beserta pasukannya ada di tengah-tengah, tapi nyatanya Jenderal Sudirman bisa lolos dari pengepungan,” ungkap KH Jazir.
Aktivis senior di Kota Yogyakarta (Jogja) ini menambahkan, hingga pada suatu saat, para pejuang yang setia mendampingi Jenderal Sudirman dan yang memanggung pria yang disebut oleh pasukannya dengan nama “Mas Kyai” itu bertanya, “jimat” apa yang dipakai oleh Jenderal Sudirman.
“Bahkan sampai herannya, Suparjo Roestam dan yang lainnya yang memanggul Jenderal Sudirman ini bertanya, "Sebenarnya jimat apa yang dipakai Mas Kyai ini sehingga selalu lolos dan tidak bisa ditangkap oleh Belanda dan PKI?"
Lalu dengan senyum kecil, Jenderal Sudirman menjawab, iya, saya memang pakai jimat,” ujarnya.
“Dan jimat saya yang pertama adalah, SAYA BERPERANG SELALU DALAM KONDISI BERWUDHU".
Jadi yang pertama Jenderal Sudirman itu selalu bersuci sebelum memulai peperangan. Makanya, kalau kita menyusuri jejak perjuangan dan pemberhentian pasukan Jenderal Sudirman, di situ kita akan mendapati adanya sebuah
PADASAN (semacam gentong atau tempat air yang terbuat dari tanah liat –red), dan padasan itu fungsinya adalah untuk berwudhu Jenderal Sudirman,” jelas KH Jazir.
“Kemudian yang kedua, jimatku adalah SELALU SHALAT DI AWAL WAKTU".
"Jadi dalam kondisi apapun, meskipun sedang pecah perang, Jenderal Sudirman tidak pernah meninggalkan sholat wajib diawal waktu,” imbuhnya.
Dan yang ketiga, jimatku adalah "AKU MENCINTAI RAKYATKU SEPENUH HATIKU".
"Bahkan jika Jenderal Sudirman membawa perbekalan makanan disaat perang, lalu singgah di suatu tempat, maka para pasukannya itu disuruh memberikan makanan itu kepada warga terlebih dahulu,” ucapnya.
Itulah 'jimat' Panglima Besar Jendral Sudirman. Tokoh yg tawadhu' (rendah hati), gigih & pantang menyerah dalam menjaga NKRI.
(1). Selalu dalam keadaan berwudhu, (2). Shalat di awal waktu dan (3). Mencintai rakyat tanpa pamrih sepenuh hati.
Maa Syaa Allah...
Semoga bermanfa'at..
Ref. Copas dari Epril, alumni PMS - ITB
Friday, August 07, 2015
Ensiklopedia ulama
:::::::::::::::::::::::::::::::::
✔ PARA SAHABAT & TABI'IN:
1⃣ Khalifah ar-Rasyidin :
•• Abu Bakr Ash-Shiddiq
•• Umar bin Al-Khaththab
•• Utsman bin Affan
•• Ali bin Abi Thalib
2⃣ Al-Abadillah : Para Sahabat
•• Ibnu Umar
•• Ibnu Abbas
•• Ibnu Az-Zubair
•• Ibnu Amr
•• Ibnu Mas’ud
•• Aisyah binti Abubakar
•• Ummu Salamah
•• Zainab bint Jahsy
•• Anas bin Malik
•• Zaid bin Tsabit
•• Abu Hurairah
•• Jabir bin Abdillah
•• Abu Sa’id Al-Khudri
•• Mu’adz bin Jabal
•• Abu Dzarr al-Ghifari
•• Sa’ad bin Abi Waqqash
•• Abu Darda’
3⃣ Para Tabi’in :
•• Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H
•• Urwah bin Zubair wafat 99 H
•• Sa’id bin Jubair wafat 95 H
•• Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
•• Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
•• Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H
•• Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
•• Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq
•• Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
•• Muhammad bin Sirin wafat 110 H
•• Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
•• Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H
•• Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H
•• Ikrimah wafat 105 H
•• Asy Sya’by wafat 104 H
•• Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H
•• Aqamah wafat 62 H
4⃣ Para Tabi’ut tabi’in :
•• Malik bin Anas wafat 179 H
•• Al-Auza’i wafat 157 H
•• Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
•• Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
•• Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H
•• Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H
•• Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H
5⃣ Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in:
•• Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H
•• Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H
•• Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H
•• Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H
•• Imam Syafi’i wafat 204 H
6⃣ Murid-Murid atba’ Tabi’it Tabi’in :
•• Ahmad bin Hambal wafat 241 H
•• Yahya bin Ma’in wafat 233 H
•• Ali bin Al-Madini wafat 234 H
•• Abu Bakar bin Abi Syaibah Wafat 235 H
•• Ibnu Rahawaih Wafat 238 H
•• Ibnu Qutaibah Wafat 236 H
7⃣ Kemudian murid-muridnya seperti:
•• Al-Bukhari wafat 256 H
•• Muslim wafat 271 H
•• Ibnu Majah wafat 273 H
•• Abu Hatim wafat 277 H
•• Abu Zur’ah wafat 264 H
•• Abu Dawud : wafat 275 H
•• At-Tirmidzi wafat 279 H
•• An Nasa’i wafat 234 H
8⃣ Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah:
•• Ibnu Jarir ath Thabary wafat 310 H
•• Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
•• Muhammad Ibn Sa’ad wafat 230 H
•• Ad-Daruquthni wafat 385 H•• Ath-Thahawi wafat 321 H
•• Al-Ajurri wafat 360 H
•• Ibnu Hibban wafat 342 H
•• Ath Thabarany wafat 360 H
•• Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H•• Al-Lalika’i wafat 416 H
•• Al-Baihaqi wafat 458 H
•• Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
•• Ibnu Qudamah Al Maqdisi wafat 620 H
9⃣ Murid-Murid Mereka :
•• Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 H
•• Ibnu Taimiyah wafat 728 H
•• Al-Mizzi wafat 742 H
•• Imam Adz-Dzahabi wafat 748 H
•• Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah wafat 751 H
•• Ibnu Katsir wafat 774 H
•• Asy-Syathibi wafat 790 H
•• Ibnu Rajab wafat 795 H
๐ Ulama Generasi Akhir :
•• Ash-Shan’ani wafat 1182 H
•• Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
•• Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
•• Al-Mubarakfuri wafat 1427 H
•• Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H
•• Ahmad Syakir wafat 1377 H
•• Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
•• Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
•• Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420H
•• Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
•• Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
•• Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
•• Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
•• Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
•• Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H
•• Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhahullah
•• Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah
•• Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah.
Semoga bermanfaat & silahkan di sebarkan untuk pemahaman sirah islam.
Barakallah fiikum.
~~~
:::::::::::::::::::::::::::::::::
✔ PARA SAHABAT & TABI'IN:
1⃣ Khalifah ar-Rasyidin :
•• Abu Bakr Ash-Shiddiq
•• Umar bin Al-Khaththab
•• Utsman bin Affan
•• Ali bin Abi Thalib
2⃣ Al-Abadillah : Para Sahabat
•• Ibnu Umar
•• Ibnu Abbas
•• Ibnu Az-Zubair
•• Ibnu Amr
•• Ibnu Mas’ud
•• Aisyah binti Abubakar
•• Ummu Salamah
•• Zainab bint Jahsy
•• Anas bin Malik
•• Zaid bin Tsabit
•• Abu Hurairah
•• Jabir bin Abdillah
•• Abu Sa’id Al-Khudri
•• Mu’adz bin Jabal
•• Abu Dzarr al-Ghifari
•• Sa’ad bin Abi Waqqash
•• Abu Darda’
3⃣ Para Tabi’in :
•• Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H
•• Urwah bin Zubair wafat 99 H
•• Sa’id bin Jubair wafat 95 H
•• Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
•• Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
•• Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H
•• Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
•• Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq
•• Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
•• Muhammad bin Sirin wafat 110 H
•• Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
•• Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H
•• Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H
•• Ikrimah wafat 105 H
•• Asy Sya’by wafat 104 H
•• Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H
•• Aqamah wafat 62 H
4⃣ Para Tabi’ut tabi’in :
•• Malik bin Anas wafat 179 H
•• Al-Auza’i wafat 157 H
•• Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
•• Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
•• Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H
•• Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H
•• Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H
5⃣ Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in:
•• Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H
•• Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H
•• Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H
•• Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H
•• Imam Syafi’i wafat 204 H
6⃣ Murid-Murid atba’ Tabi’it Tabi’in :
•• Ahmad bin Hambal wafat 241 H
•• Yahya bin Ma’in wafat 233 H
•• Ali bin Al-Madini wafat 234 H
•• Abu Bakar bin Abi Syaibah Wafat 235 H
•• Ibnu Rahawaih Wafat 238 H
•• Ibnu Qutaibah Wafat 236 H
7⃣ Kemudian murid-muridnya seperti:
•• Al-Bukhari wafat 256 H
•• Muslim wafat 271 H
•• Ibnu Majah wafat 273 H
•• Abu Hatim wafat 277 H
•• Abu Zur’ah wafat 264 H
•• Abu Dawud : wafat 275 H
•• At-Tirmidzi wafat 279 H
•• An Nasa’i wafat 234 H
8⃣ Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah:
•• Ibnu Jarir ath Thabary wafat 310 H
•• Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
•• Muhammad Ibn Sa’ad wafat 230 H
•• Ad-Daruquthni wafat 385 H•• Ath-Thahawi wafat 321 H
•• Al-Ajurri wafat 360 H
•• Ibnu Hibban wafat 342 H
•• Ath Thabarany wafat 360 H
•• Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H•• Al-Lalika’i wafat 416 H
•• Al-Baihaqi wafat 458 H
•• Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
•• Ibnu Qudamah Al Maqdisi wafat 620 H
9⃣ Murid-Murid Mereka :
•• Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 H
•• Ibnu Taimiyah wafat 728 H
•• Al-Mizzi wafat 742 H
•• Imam Adz-Dzahabi wafat 748 H
•• Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah wafat 751 H
•• Ibnu Katsir wafat 774 H
•• Asy-Syathibi wafat 790 H
•• Ibnu Rajab wafat 795 H
๐ Ulama Generasi Akhir :
•• Ash-Shan’ani wafat 1182 H
•• Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
•• Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
•• Al-Mubarakfuri wafat 1427 H
•• Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H
•• Ahmad Syakir wafat 1377 H
•• Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
•• Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
•• Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420H
•• Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
•• Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
•• Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
•• Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
•• Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
•• Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H
•• Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhahullah
•• Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah
•• Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah.
Semoga bermanfaat & silahkan di sebarkan untuk pemahaman sirah islam.
Barakallah fiikum.
~~~
Jum'at yg penuh Barokah
Sepenggal Nasihat Ust.Rahmat Abdullah untuk aktifis dakwah (DAKWAH ADALAH CINTA)
Cobalah sekali lagi kita baca tausiyah Ustadz Rahmat Abdullah ini. Rasanya tidak pernah bosan untuk mengulangi membacanya. Kita menjadi lebih mengerti makna pesan beliau ini kala satu persatu aktivis dakwah ini gugur menghadap Allah SWT saat sedang menjalani tugas-tugas dakwahnya:
"Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik?
Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.
Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.
Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… kita untuk terus berlari…
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
Sepenggal Nasihat Ust.Rahmat Abdullah untuk aktifis dakwah (DAKWAH ADALAH CINTA)
Cobalah sekali lagi kita baca tausiyah Ustadz Rahmat Abdullah ini. Rasanya tidak pernah bosan untuk mengulangi membacanya. Kita menjadi lebih mengerti makna pesan beliau ini kala satu persatu aktivis dakwah ini gugur menghadap Allah SWT saat sedang menjalani tugas-tugas dakwahnya:
"Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik?
Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.
Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.
Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… kita untuk terus berlari…
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
Hasan Al Basri seorang ulama yang mendalam ilmunya & menjalani kehidupannya seperti yang diajarkan rosulullah saw,memahami hakekat kehidupan suatu saat menuliskan surat berisi nasehat kepada amirul mukminin di masa itu Umar bin Abdul Aziz seperti yg dinukilkan Ibnu Qoyyim al Jauzy dalam sebuah buku yg dituliskannya Ighotsat al Lahfan
"Yaa amirul mukminin
Sesungguhnya dunia adalah negri persinggahan yg akan ditinggalkan, bukan negri yg akan ditinggali selamanya. Nabi Adam as tinggal di dunia karena hukuman akan kesalahannya di surga. Maka berhati hatilah terhadap dunia wahai amirul mukminin. Cara mengambil bekal terbaik dari dunia adalah dengan meninggalkannya, dan cara menjadi kaya di dunia adalah dg tidak memilikinya. Pada setiap waktu banyak orang yg binasa oleh dunia . Dunia menghinakan orang yg memuliakannya & membuat fakir orang yg senang mengumpulkannya dikarenakan merasa kurang terus menerus. Dia menjadi racun yg dimakan oleh orang yg tidak mengerti sehingga menjadi sebab kebinasaannya. Jadikan dunia seperti orang yg sedang mengobati luka, merasakan panas sedikit supaya sakitnya tidak berkepanjangan & sanggup menahan pahitnya obat supaya sakitnya sembuh . Berhati hatilah terhadap dunia yg sangat mempesona tapi menipu. Berhias dg tipu muslihatnya yg membuat manusia berkhayal dengan cita cita & angan angannya. Banyak mata yg tertipu akan keindahannya, banyak hati yg mengangankannya,banyak jiwa yg selalu merindukannya. Padahal sebenarnya dunialah yg membinasakannya. Mereka yg mencitakan dunia akan mendapatkannya apa yg diinginkannya sehingga terpedaya melampaui batas lupa akan hari kebangkitan. Hatinya disibukan dunia sehingga kakinya akan tergelincir menyebabkan penyesalan besar. Penyesalan itu akan bertambah & bertambah ketika kematian datang kepadanya. Kepedihan karena kematian, kepedihan karena berpisah dengan dunia yg dicintai dg berlebihan & kepedihan balasan adzab akherat. Diantara orang yg menginginkan dunia namun tidak mendapatkannya sehingga dia hidup dgn penderitaan karena tidak mendapatkan apa yg diinginkan, jiwanya gelisah sampai akhirnya dia meninggalkan dunia tanpa perbekalan,dan dia mendatangi akherat tanpa persiapan. Waspadalah saat engkau dibuat gembira oleh dunia wahai amirul mukminin, karena pencinta dunia pada saat digembirakan dunia saat itulah dunia akan menyeretnya pada kesulitan yg tidak diinginkan. Itu karena kelapangan dunia telah terhubung dgn petaka. Apa yg di dalamnya bersifat fana,kegembiraan dunia bercampur kesedihan, cita cita di dalamnya bercampur kebathilan, kesuciannya bercampur kotoran & kehidupannya dipenuhi penderitaan. Kalau pencipta dunia ini tidak memberi keterangan tentangnya & tidak membuat permisalan tentangnya niscaya keberadaan dunia akan mampu membangunkan orang yg tidur & memberitakan orang orang yg lalai. Allah telah memberikan ayat ayat nasehat berharga & peringatan keras tentang dunia.Sesungguhnya dunia di sisi Allah tidaklah ada harganya. Allah pernah menawarkan dunia & segala perbendaharaannya kepada rosululloh saw akan tetapi ditolaknya karena rosululloh saw tidak ingin mencintai sesuatu yang tidak dicintai Allah penciptanya & beliau tidak ingin memuliakan sesuatu yg dihinakan oleh Allah penciptanya. Maka Allah dengan sengaja telah menjauhkan orang orang sholeh untuk mencintai dunia berlebihan dan memudahkan musuh musuh Allah mencintai dunia sebagai tipuan belaka.Orang yg tertipu merasa telah dimuliakan dgn mudahnya dunia diraihnya,dan dia lupa yg Allah takdirkan kepada rosulNya ketika Rosululloh mengikat batu di perutnya"
"Yaa amirul mukminin
Sesungguhnya dunia adalah negri persinggahan yg akan ditinggalkan, bukan negri yg akan ditinggali selamanya. Nabi Adam as tinggal di dunia karena hukuman akan kesalahannya di surga. Maka berhati hatilah terhadap dunia wahai amirul mukminin. Cara mengambil bekal terbaik dari dunia adalah dengan meninggalkannya, dan cara menjadi kaya di dunia adalah dg tidak memilikinya. Pada setiap waktu banyak orang yg binasa oleh dunia . Dunia menghinakan orang yg memuliakannya & membuat fakir orang yg senang mengumpulkannya dikarenakan merasa kurang terus menerus. Dia menjadi racun yg dimakan oleh orang yg tidak mengerti sehingga menjadi sebab kebinasaannya. Jadikan dunia seperti orang yg sedang mengobati luka, merasakan panas sedikit supaya sakitnya tidak berkepanjangan & sanggup menahan pahitnya obat supaya sakitnya sembuh . Berhati hatilah terhadap dunia yg sangat mempesona tapi menipu. Berhias dg tipu muslihatnya yg membuat manusia berkhayal dengan cita cita & angan angannya. Banyak mata yg tertipu akan keindahannya, banyak hati yg mengangankannya,banyak jiwa yg selalu merindukannya. Padahal sebenarnya dunialah yg membinasakannya. Mereka yg mencitakan dunia akan mendapatkannya apa yg diinginkannya sehingga terpedaya melampaui batas lupa akan hari kebangkitan. Hatinya disibukan dunia sehingga kakinya akan tergelincir menyebabkan penyesalan besar. Penyesalan itu akan bertambah & bertambah ketika kematian datang kepadanya. Kepedihan karena kematian, kepedihan karena berpisah dengan dunia yg dicintai dg berlebihan & kepedihan balasan adzab akherat. Diantara orang yg menginginkan dunia namun tidak mendapatkannya sehingga dia hidup dgn penderitaan karena tidak mendapatkan apa yg diinginkan, jiwanya gelisah sampai akhirnya dia meninggalkan dunia tanpa perbekalan,dan dia mendatangi akherat tanpa persiapan. Waspadalah saat engkau dibuat gembira oleh dunia wahai amirul mukminin, karena pencinta dunia pada saat digembirakan dunia saat itulah dunia akan menyeretnya pada kesulitan yg tidak diinginkan. Itu karena kelapangan dunia telah terhubung dgn petaka. Apa yg di dalamnya bersifat fana,kegembiraan dunia bercampur kesedihan, cita cita di dalamnya bercampur kebathilan, kesuciannya bercampur kotoran & kehidupannya dipenuhi penderitaan. Kalau pencipta dunia ini tidak memberi keterangan tentangnya & tidak membuat permisalan tentangnya niscaya keberadaan dunia akan mampu membangunkan orang yg tidur & memberitakan orang orang yg lalai. Allah telah memberikan ayat ayat nasehat berharga & peringatan keras tentang dunia.Sesungguhnya dunia di sisi Allah tidaklah ada harganya. Allah pernah menawarkan dunia & segala perbendaharaannya kepada rosululloh saw akan tetapi ditolaknya karena rosululloh saw tidak ingin mencintai sesuatu yang tidak dicintai Allah penciptanya & beliau tidak ingin memuliakan sesuatu yg dihinakan oleh Allah penciptanya. Maka Allah dengan sengaja telah menjauhkan orang orang sholeh untuk mencintai dunia berlebihan dan memudahkan musuh musuh Allah mencintai dunia sebagai tipuan belaka.Orang yg tertipu merasa telah dimuliakan dgn mudahnya dunia diraihnya,dan dia lupa yg Allah takdirkan kepada rosulNya ketika Rosululloh mengikat batu di perutnya"
Subscribe to:
Posts (Atom)